KUPANG, Hariannttnews.com – Seorang nelayan muda asal Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan hilang setelah terjatuh dari perahu saat menurunkan pukat di Perairan Waikelo. Hingga hari kedua operasi pencarian, Rabu (15/7/2026), korban bernama Kristofel Dawa (26) belum berhasil ditemukan meski Tim SAR gabungan telah mengerahkan berbagai upaya pencarian.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang menerima laporan kondisi membahayakan manusia atau Man Overboard (MOB) pada Selasa (14/7/2026) pukul 14.25 WITA dari Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumba Barat Daya, Stef Malo.
Korban diketahui bernama Kristofel Dawa (26), warga Desa Kadaghu Tana, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya.
Berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa tersebut terjadi pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 22.00 WITA. Saat itu, Kristofel bersama kakaknya, Kornelis Topu Bani, dan tiga nelayan lainnya sedang melakukan aktivitas penangkapan ikan menggunakan pukat di Perairan Waikelo.
Ketika proses penurunan pukat berlangsung, korban diminta kakaknya untuk mendayung perahu. Namun beberapa saat kemudian, Kristofel yang sebelumnya berada di bagian belakang perahu tiba-tiba tidak terlihat.
Menyadari adiknya hilang, Kornelis langsung berteriak meminta bantuan kepada tiga rekannya. Mereka segera melakukan pencarian dengan menyelam di sekitar lokasi kejadian. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena korban diketahui tidak bisa berenang, sementara kondisi laut yang gelap pada malam hari menyulitkan proses pencarian.
Setelah pencarian awal gagal, mereka kembali ke Dermaga Waikelo dan melaporkan kejadian tersebut kepada petugas piket KP3 Laut Waikelo. Informasi itu kemudian diteruskan kepada BPBD Kabupaten Sumba Barat Daya dan selanjutnya disampaikan kepada Pos Pencarian dan Pertolongan Waingapu.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Waingapu yang terdiri dari enam personel diberangkatkan menuju lokasi pada Selasa (14/7/2026) pukul 14.50 WITA menggunakan satu unit Rescue Car dengan membawa berbagai peralatan SAR pendukung.
Tim tiba di Pelabuhan Waikelo pada pukul 23.35 WITA dan langsung berkoordinasi dengan KP3 Laut Waikelo sebelum mempersiapkan pelaksanaan operasi pencarian sesuai Rencana Operasi (Renops) SAR.
Memasuki hari kedua, Rabu (15/7/2026), operasi pencarian dimulai pukul 07.00 WITA setelah briefing yang diikuti seluruh unsur SAR gabungan. Pencarian dilakukan dengan menyisir lokasi yang diperkirakan menjadi titik jatuhnya korban menggunakan Rubber Boat dan perahu nelayan, didukung peralatan SAR laut, alat komunikasi, serta peralatan medis.
Meski pencarian dilakukan sepanjang hari dengan memperluas area penyisiran, hingga pukul 17.00 WITA korban belum berhasil ditemukan.
On Scene Coordinator (OSC) kemudian menggelar debriefing untuk mengevaluasi hasil operasi. Berdasarkan hasil evaluasi, operasi dihentikan sementara dan dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Kamis (16/7/2026) pukul 07.00 WITA dengan memperluas area pencarian sesuai kondisi arus dan cuaca di lapangan.
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, antara lain Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang melalui Pos SAR Waingapu, BPBD Kabupaten Sumba Barat Daya, KP3 Laut Waikelo, Polsek Waikelo, Tagana Kabupaten Sumba Barat Daya, keluarga korban, serta masyarakat setempat.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang memastikan seluruh unsur SAR gabungan akan terus mengoptimalkan pencarian hingga korban berhasil ditemukan. (HNN)


















