Penyuluh KB Gencarkan Edukasi 1.000 HPK, Stunting di Biboki Utara Terus Menurun

TTU, Hariannttnews.com – Penyuluh Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Biboki Utara terus menggencarkan edukasi mengenai 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting. Kegiatan pendampingan tersebut dilaksanakan di Desa Hauteas, Kecamatan Biboki Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kamis (6/8/2026).

Pendampingan dilakukan oleh Penyuluh KB Ahli Muda BKKBN Kabupaten TTU, Samuel Salmun Sunhaki, dengan menyasar keluarga yang memiliki anak berisiko stunting maupun anak yang telah teridentifikasi mengalami stunting.

Dalam kegiatan tersebut, keluarga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pola asuh yang baik, sanitasi yang layak, serta pemantauan tumbuh kembang anak sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun. Edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman keluarga agar mampu mencegah sekaligus menekan angka stunting.

Samuel mengatakan, periode 1.000 HPK merupakan fase paling menentukan dalam pertumbuhan anak sehingga membutuhkan perhatian serius dari keluarga.

“1.000 HPK adalah periode emas sekaligus periode kritis. Pendampingan ini dilakukan agar orang tua memahami pentingnya pemberian asupan gizi yang tepat, stimulasi tumbuh kembang, serta menjaga kesehatan ibu hamil hingga anak berusia dua tahun, sehingga dapat mencegah maupun memperbaiki status gizi anak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan data yang dimiliki, Kecamatan Biboki Utara saat ini menjadi kecamatan dengan jumlah subjek stunting paling rendah di Kabupaten Timor Tengah Utara. Sementara di Desa Hauteas tercatat terdapat delapan anak yang menjadi subjek stunting dan tiga ibu hamil yang terus dipantau melalui program pendampingan.

Selain memberikan edukasi, Penyuluh KB bersama kader juga melakukan pendataan, pengukuran tinggi dan berat badan anak, serta konseling kepada keluarga mengenai konsep Empat Terlalu, yakni terlalu muda melahirkan, terlalu tua melahirkan, terlalu banyak melahirkan, dan jarak kelahiran yang terlalu dekat. Keluarga juga didorong memanfaatkan layanan kesehatan di puskesmas serta berbagai program bantuan sosial yang tersedia.

Kepala Desa Hauteas, Herminus S. Manek, menyampaikan apresiasi atas upaya pendampingan yang dilakukan Penyuluh KB dan para kader.

“Kami Pemerintah Desa siap mendukung penuh. Stunting harus kita lawan bersama. Dengan adanya pendampingan langsung ke rumah, kami berharap para orang tua semakin memahami cara merawat anak dengan baik sehingga anak-anak dapat tumbuh sehat,” katanya.

Pemerintah Desa Hauteas berkomitmen terus bersinergi dengan BKKBN, tenaga kesehatan, dan kader dalam mendukung berbagai program percepatan penurunan stunting.

Pendampingan berkelanjutan diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku keluarga, meningkatkan kualitas pengasuhan anak, serta mempertahankan tren penurunan angka stunting di Desa Hauteas dan Kecamatan Biboki Utara. (Inyo)