SMSI NTT dan PBVSI NTT membangun kolaborasi untuk menghadirkan turnamen voli berkualitas sekaligus menjadi panggung pencarian talenta menuju PON 2028.
KUPANG, Hariannttnews.com — Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Pengurus Provinsi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) NTT kembali menggelar pertemuan lanjutan untuk mematangkan konsep dan desain pelaksanaan Turnamen Bola Voli SMSI Cup I Tahun 2026 di sekretariat SMSI NTT, Rabu (2/9).
Pertemuan tersebut membahas sejumlah aspek strategis penyelenggaraan, mulai dari konsep kompetisi, regulasi pertandingan, sistem kepesertaan, perangkat pertandingan, perwasitan, hingga strategi promosi dan publikasi media.
Selain menjadi ajang kompetisi, SMSI Cup I diarahkan untuk menjadi turnamen berkelanjutan yang dapat ikut mendorong pembinaan atlet bola voli di NTT.
Ketua PBVSI NTT, Winston N. Rondo, yang juga Anggota DPRD Provinsi NTT dari Fraksi Partai Demokrat, menegaskan kesiapan PBVSI NTT menjadi mitra strategis SMSI NTT dalam menyukseskan turnamen tersebut. Menurut Winston, kolaborasi kedua organisasi memiliki kekuatan yang saling melengkapi. SMSI memiliki jaringan media dan ekosistem publikasi, sementara PBVSI memiliki pengalaman serta struktur pembinaan olahraga bola voli.
“PBVSI siap menjadi partner, terutama untuk menjaga kualitas dan marwah pertandingan. Untuk teknis, regulasi pertandingan, perangkat pertandingan, perwasitan, serta standar kompetisi, PBVSI siap membantu,” tegas Winston.
Ia menekankan, SMSI Cup I tidak boleh dipandang sebagai kegiatan olahraga biasa. Turnamen tersebut harus dikemas secara profesional dengan konsep yang kuat serta dukungan publikasi yang mampu menjangkau masyarakat luas.
“Pertandingan memang berlangsung di lapangan, tetapi gaungnya harus hidup di rumah-rumah masyarakat. Salah satu kekuatan besar yang dimiliki SMSI adalah jaringan media. Karena itu, SMSI Cup I harus berbeda,” ujarnya.
Kekuatan Media Jadi Pembeda
Winston menilai jaringan media SMSI NTT dapat menjadi salah satu kekuatan utama dalam membangun citra dan popularitas SMSI Cup. Publikasi, kata dia, tidak cukup hanya melalui pemberitaan media siber. Promosi juga perlu diperkuat melalui media sosial, konten digital dan siaran langsung pertandingan.
Menurutnya, perkembangan platform digital telah mengubah cara masyarakat mengikuti sebuah event olahraga. Pertandingan dapat disaksikan dan diikuti masyarakat meskipun mereka tidak berada langsung di lokasi.
“Sekarang kekuatan event bukan hanya di dalam lapangan. Media sosial dan siaran langsung menjadi bagian penting. Kalau dikelola dengan baik, masyarakat bisa mengikuti pertandingan dari mana saja,” katanya.
PBVSI NTT juga siap mendukung promosi melalui jaringan organisasi, termasuk mendorong kolaborasi publikasi dengan PBVSI kabupaten dan kota di seluruh NTT.
Winston berharap publikasi turnamen sudah dibangun sejak jauh hari sebelum pertandingan dimulai sehingga mampu menciptakan atmosfer kompetisi dan meningkatkan antusiasme masyarakat.
“Panitia boleh baru terbentuk dan turnamen ini boleh baru dicetuskan, tetapi mimpi kita jangan kecil. Mari kita buat SMSI Cup I sebagai turnamen yang ketika selesai, orang-orang langsung bertanya, SMSI Cup II kapan?” ujarnya.
Panggung Pembinaan Talenta Menuju PON 2028
Selain kompetisi, SMSI Cup I diharapkan menjadi bagian dari upaya pembinaan dan pencarian bibit atlet bola voli NTT. Winston mengatakan turnamen berkualitas akan memberikan kesempatan kepada atlet-atlet lokal untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengukur kemampuan menghadapi lawan yang lebih kompetitif.
PBVSI NTT melihat SMSI Cup sebagai salah satu panggung yang berpotensi mendukung persiapan atlet menuju agenda olahraga yang lebih besar, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
“Turnamen-turnamen seperti ini harus menjadi ruang untuk menemukan talenta-talenta yang siap kita bina dan persiapkan. Anak-anak kita harus mendapatkan kesempatan bermain dan berkembang,” kata Winston.
Dalam pembahasan sistem kepesertaan, muncul pula gagasan agar klub peserta dapat diperkuat pemain dari luar daerah dengan jumlah tertentu yang dibatasi. Konsep tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pertandingan sekaligus tetap memberikan ruang yang cukup bagi atlet lokal NTT untuk tampil dan berkembang.
“Kita ingin kualitas pertandingan meningkat, tetapi pembinaan pemain lokal juga harus tetap menjadi perhatian. Kompetisi yang baik akan membuat atlet kita belajar, berkembang dan memiliki pengalaman bertanding,” jelasnya.
PBVSI Siap Kawal Standar Kompetisi
Wakil Ketua Umum PBVSI NTT, Martinus Manggi, menegaskan jajaran PBVSI NTT berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan SMSI Cup I Tahun 2026. Menurutnya, pertemuan lanjutan antara SMSI NTT dan PBVSI NTT menjadi bagian penting untuk memperkuat koordinasi serta memastikan kebutuhan penyelenggaraan dipersiapkan sejak awal.
“Atas nama organisasi, kami menyambut baik dan memberikan dukungan penuh. Dengan rasa tanggung jawab, turnamen ini harus kita sukseskan bersama. Tidak ada cerita turnamen ini tidak sukses,” tegas Marthen.
Ia mengatakan berbagai kekurangan maupun tantangan dalam persiapan harus diselesaikan melalui komunikasi dan kolaborasi antara panitia dengan PBVSI NTT.
Dalam aspek teknis, PBVSI NTT akan membantu mempersiapkan regulasi kompetisi, jadwal pertandingan, sistem pertandingan, perangkat pertandingan serta kebutuhan perwasitan.
PBVSI NTT juga akan membantu mekanisme rekomendasi dan koordinasi organisasi sesuai dengan level turnamen yang direncanakan.
Dorong Kompetisi Penuh, Bukan Sekadar Sistem Gugur
Salah satu pembahasan penting dalam pertemuan tersebut adalah format kompetisi. PBVSI NTT mendorong sistem pertandingan yang memberikan kesempatan bermain lebih banyak kepada klub peserta, dibandingkan sistem gugur yang dapat membuat tim tersingkir setelah hanya menjalani satu pertandingan.
“Tidak ada istilah sistem gugur kalau kita ingin memberikan ruang kompetisi yang baik. Klub datang dari berbagai daerah dengan biaya yang tidak sedikit. Karena itu, harus ada sistem yang memberikan kesempatan bermain lebih banyak,” jelas Marthen.
Dalam konsep yang dibahas, peserta akan dibagi ke dalam sejumlah pool berdasarkan jumlah klub yang mendaftar.
Setiap tim selanjutnya akan menjalani pertandingan sesuai sistem kompetisi yang disepakati panitia bersama PBVSI NTT.
Pengaturan jadwal juga menjadi perhatian. PBVSI NTT menekankan pentingnya waktu istirahat yang memadai agar atlet tidak dipaksa menjalani pertandingan secara berlebihan dalam satu hari.
“Pengaturan pertandingan harus profesional. Atlet juga membutuhkan waktu istirahat. Karena itu, jadwal pertandingan harus disusun dengan perhitungan yang baik,” katanya.
Perangkat Pertandingan dan Wasit Disiapkan
Untuk menjaga kualitas pertandingan, PBVSI NTT akan membantu mempersiapkan perangkat pertandingan dan tenaga perwasitan. Dengan jadwal pertandingan yang padat, kebutuhan personel akan diperhitungkan secara matang. Penugasan perangkat pertandingan direncanakan menggunakan sistem pergantian dan rotasi.
Selain itu, berbagai ketentuan teknis akan disampaikan kepada peserta melalui technical meeting sebelum turnamen berlangsung.
Aturan mengenai seragam tim, disiplin pertandingan, sanksi, kewajiban peserta dan ketentuan teknis lainnya akan dibahas secara terbuka agar menjadi kesepakatan bersama.
SMSI Cup Diproyeksikan Berkelanjutan
Pertemuan tersebut juga membahas visi jangka panjang agar SMSI Cup tidak berhenti pada penyelenggaraan tahun pertama. PBVSI NTT menyambut positif gagasan menjadikan SMSI Cup sebagai agenda turnamen bola voli tahunan di NTT.
Salah satu konsep yang mengemuka adalah penggunaan piala bergilir sebagai simbol kesinambungan kompetisi sekaligus identitas turnamen.
“Kalau sudah menggunakan konsep piala bergilir, maka ini harus memiliki kesinambungan. Artinya, SMSI Cup I bukan kegiatan sekali selesai, tetapi menjadi bagian dari agenda yang terus berkembang,” ujar Marthen.
Selain trofi utama, panitia juga membahas pemberian penghargaan kepada tim dan pihak-pihak yang dinilai berprestasi selama kompetisi. Namun, PBVSI NTT menekankan bahwa tujuan utama turnamen bukan semata-mata hadiah, melainkan membangun pengalaman bertanding, prestasi dan ruang pengembangan bagi atlet.
“Medali dan prestasi adalah kebanggaan. Tetapi yang lebih penting adalah kesempatan atlet untuk tampil dan berkembang,” katanya.
Kolaborasi Media dan Olahraga
Kolaborasi SMSI NTT dan PBVSI NTT diharapkan menjadi kekuatan utama dalam membangun SMSI Cup I sebagai kompetisi yang berkualitas dan memiliki daya tarik luas.
SMSI NTT akan mengoptimalkan jaringan media, publikasi, komunikasi digital dan promosi. Sementara PBVSI NTT akan mendukung dari sisi teknis, regulasi serta ekosistem pembinaan bola voli.
“Saya percaya, SMSI punya jaringan media dan keahlian publikasi, sementara PBVSI punya ekosistem bola voli. Kalau dua kekuatan ini bertemu, SMSI Cup bisa menjadi panggung kompetisi yang besar,” kata Winston.
PBVSI NTT juga siap membantu memperluas informasi turnamen melalui jaringan organisasi bola voli di kabupaten dan kota sehingga klub-klub dari berbagai wilayah NTT dapat mempersiapkan diri untuk berpartisipasi.
Dengan perencanaan matang, tata kelola pertandingan profesional, kompetisi berkualitas serta dukungan publikasi yang kuat, SMSI Cup I 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga menjadi awal tradisi baru kompetisi bola voli di NTT. Targetnya adalah menjadikan SMSI Cup sebagai turnamen yang dinantikan klub, atlet dan masyarakat.
“Tahun pertama kita membangun kepercayaan. Tahun kedua kita meningkatkan kualitas. Tahun-tahun berikutnya, SMSI Cup harus menjadi salah satu turnamen yang paling ditunggu oleh klub-klub bola voli,” demikian semangat yang mengemuka dalam pertemuan tersebut.
SMSI NTT dan PBVSI NTT: bersama membangun kompetisi, menemukan talenta, dan mengangkat marwah bola voli Nusa Tenggara Timur. (*/HNN)


















