40 Sekolah di Kupang Terima Komputer, Guru Dibekali Pelatihan AI

Pemkot Kupang dan Telkom Indonesia memperkuat transformasi digital pendidikan melalui bantuan infrastruktur serta peningkatan kapasitas guru menghadapi perkembangan teknologi.

KUPANG, Hariannttnews.com – Sebanyak 40 sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Kupang menerima dukungan infrastruktur digital berupa komputer dari PT Telkom Indonesia. Bersamaan dengan itu, tenaga pendidik juga mendapat pelatihan Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan kemampuan memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran.

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Kupang bersama PT Telkom Indonesia dan diserahkan dalam kegiatan Penyerahan Bantuan Infrastruktur dan Pelatihan Artificial Intelligence (AI) bagi Tenaga Pendidik SD dan SMP se-Kota Kupang yang berlangsung di Hotel Aston Kupang, Senin (10/8/2026).

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, mengapresiasi dukungan Telkom terhadap penguatan infrastruktur digital dan peningkatan kapasitas tenaga pendidik di Kota Kupang.

Menurut Christian, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi semakin penting, terutama di tengah tantangan efisiensi anggaran yang dihadapi pemerintah.

Ia mengatakan keterbatasan yang ada dapat diatasi melalui kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, masyarakat, komunitas, lembaga keagamaan hingga pemangku kepentingan lainnya.

“Kalau ingin berjalan cepat, berjalanlah sendirian. Tetapi kalau ingin berjalan jauh, berjalanlah bersama-sama. Hari ini adalah wujud nyata bahwa kita memilih untuk berjalan bersama,” ujar Christian.

Guru Diminta Adaptif terhadap Perkembangan Teknologi

Christian juga mengingatkan para tenaga pendidik agar tidak mengabaikan perkembangan teknologi yang berlangsung cepat.

Ia menilai kemampuan beradaptasi menjadi salah satu hal penting yang harus dimiliki guru maupun aparatur pemerintah agar mampu mengikuti perubahan zaman.

“Kita tidak bisa mengubah arah angin, tetapi kita bisa mengubah arah layar kita. Itulah adaptif. Kita harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman supaya tidak ketinggalan,” jelasnya.

Khusus kepada para guru, Christian meminta agar teknologi AI dipelajari dan dimanfaatkan secara bijak untuk mendukung proses pembelajaran.

Menurutnya, AI dapat membantu guru mencari bahan ajar, mengembangkan ide pembelajaran hingga membuat materi visual yang lebih menarik bagi siswa.

“Jangan AI yang menguasai kita, tetapi kita yang harus menguasai AI. AI tidak akan menggantikan peran guru, karena guru mendidik dengan hati. AI justru harus menjadi alat yang memperkuat guru,” tegasnya.

Christian menilai bantuan komputer dan pelatihan AI tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari investasi terhadap sumber daya manusia.

Ia menegaskan pembangunan Kota Kupang tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga harus diarahkan pada peningkatan kualitas manusia.

“Dengan berinvestasi pada manusia, kita sedang menjaga masa depan bangsa. Dari tangan para guru hari ini, kelak akan lahir dokter, pengacara, pilot, ASN, TNI-Polri, dan berbagai profesi hebat lainnya. Karena itu, membangun kota bukan hanya membangun fisik, tetapi juga membangun manusianya,” ujarnya.

Telkom Dorong Transformasi Digital Berkelanjutan

Sementara itu, Manager General Support Divisi Telkom Regional III, Nugroho Adi Pracoyo,  mengatakan Telkom berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Kupang dalam mendorong transformasi digital.

Nugroho menjelaskan, sebagai BUMN yang bergerak di bidang telekomunikasi, Telkom memiliki tanggung jawab sosial untuk berkontribusi dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan, sosial, lingkungan dan ekonomi.

Dalam program tersebut, Telkom memberikan dukungan infrastruktur digital berupa komputer kepada 40 sekolah sekaligus menyelenggarakan pelatihan AI bagi tenaga pendidik.

Nugroho berharap program tersebut tidak berhenti sebagai proyek satu kali, tetapi dapat dikembangkan secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia pendidikan.

Menurutnya, transformasi pendidikan tidak hanya membutuhkan perangkat teknologi, tetapi juga tenaga pendidik yang memiliki kemampuan literasi digital dan mampu memanfaatkan teknologi dalam menciptakan proses pembelajaran yang kreatif, inklusif dan adaptif.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, media dan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan transformasi digital di bidang pendidikan berjalan secara berkelanjutan.

“Tantangan pendidikan ke depan bukan hanya terkait penyediaan perangkat keras, tetapi juga penguatan literasi digital dan konektivitas,” kata Nugroho.

Ia berharap dukungan Telkom dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat ekosistem digital pendidikan di Kota Kupang sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja yang dipengaruhi perkembangan teknologi dan otomatisasi AI.

“Mudah-mudahan simpul kolaborasi yang kita susun ini menjadi starting point bahwa memajukan dunia pendidikan adalah kewajiban kita bersama. Kami dari Telkom Indonesia siap terus berkontribusi dan bersinergi, tidak hanya dalam dunia pendidikan, tetapi juga dalam berbagai aspek digitalisasi dan pengembangan ekosistem digital,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Manager Government Service Witel Nusa Tenggara Agustin Albertina, Head of Telkom Daerah Kupang Agustina Meme Goran, Manager General Support Divisi Telkom Regional III Nugroho Adi Pracoyo, tim Yayasan Bhakti Unggul Negeri, tim Sahabat Education, Plt. Kepala Bappeda Kota Kupang, perwakilan Dinas Pendidikan Kota Kupang, serta para kepala sekolah SD dan SMP se-Kota Kupang. (*/HNN)