Lurah Kayu Putih Siapkan Sistem Digital, Warga Tak Perlu Bolak-Balik Urus Administrasi

Setelah dilantik menjadi Lurah Kayu Putih, Gunther Y. N. Beo, ingin pelayanan kelurahan lebih cepat dan pasti dengan sistem administrasi berbasis digital serta pendataan warga secara by name by address.

KUPANG, Hariannttnews.com – Lurah Kayu Putih yang baru dilantik, Gunther Y. N. Beo, menegaskan komitmennya untuk membenahi sistem pelayanan administrasi di Kelurahan Kayu Putih, Kota Kupang.

Salah satu fokus yang akan dilakukan adalah mengurangi warga harus bolak-balik ke kantor kelurahan karena berkas persyaratan yang belum lengkap. Hal tersebut disampaikan Gunther Y. N. Beo saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (11/8/2026).

“Tekad saya agar bagaimana masyarakat dalam mengurus segala urusan yang berkaitan dengan kantor lurah itu tidak boleh bolak-balik,” ujar Gunther.

Menurutnya, pelayanan administrasi harus dibuat lebih sederhana sehingga masyarakat mengetahui secara jelas persyaratan yang harus disiapkan sebelum datang ke kantor kelurahan.

Gunther mengatakan, pihaknya akan membenahi sistem administrasi dan pelaporan dengan memanfaatkan teknologi digital. Salah satu gagasan yang disiapkan adalah menyediakan informasi pelayanan melalui website atau aplikasi yang dapat diakses masyarakat menggunakan telepon seluler. Dengan sistem tersebut, warga bisa lebih cepat mengakses dan mengetahui persyaratan berbagai jenis pelayanan.

“Contohnya untuk mengurus surat keterangan tidak mampu. Masyarakat cukup melihat persyaratan dan menguploud data melalui handphone, seperti KTP, surat keterangan dari RT dan sebagainya. Sehingga ketika datang, berkasnya sudah sesuai,” jelasnya.

Ia menilai, persoalan berkas yang belum lengkap sering kali membuat masyarakat harus kembali ke rumah untuk melengkapi dokumen. Kondisi tersebut dinilai dapat menimbulkan kejenuhan, terutama bagi warga yang memiliki jarak tempuh cukup jauh ke kantor kelurahan.

“Yang selama ini kita lihat, mereka datang, ternyata masih kurang satu persyaratan, kemudian pulang. Ketika mau datang lagi, ada yang sudah malas karena jarak atau sudah jenuh,” katanya.

Karena itu, Gunther menargetkan agar sebelum masyarakat datang ke kantor kelurahan, berkas yang diperlukan sudah dipersiapkan dan dinyatakan lengkap dari rumah.

Dorong Pelayanan Jemput Bola

Selain pembenahan sistem pelayanan, Gunther juga berencana memperkuat pelayanan dengan pola jemput bola.

Ia akan memberdayakan staf kelurahan dengan membagi wilayah pelayanan berdasarkan RT. Setiap staf nantinya dapat menangani sekitar 5 hingga 10 RT, khususnya dalam pencatatan administrasi dan data kependudukan.

Menurut Gunther, pendataan warga harus dilakukan secara by name by address agar Kelurahan Kayu Putih memiliki basis data yang lebih akurat dan selalu diperbarui.

Data tersebut, menurutnya, akan sangat membantu ketika ada permintaan informasi dari organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan maupun pemangku kepentingan lainnya.

“Pada prinsipnya, by name by address itu yang harus kita punya. Sehingga ketika ada permintaan data, baik itu dari OPD, kecamatan maupun stakeholder lainnya, kita sudah punya data,” tambah Gunther.

Dengan sistem tersebut, pihak kelurahan tidak perlu terus-menerus meminta data kepada ketua RT ketika membutuhkan informasi kependudukan.

Pelayanan Dinilai Sudah Baik, Namun Masih Perlu Dibenahi

Gunther mengungkapkan, selama menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Kayu Putih selama kurang lebih tiga bulan, secara umum pelayanan di kelurahan sudah berjalan dengan baik.

Namun, ia masih menemukan persoalan terkait warga yang harus datang berkali-kali untuk menyelesaikan urusan administrasi.

Menurutnya, persoalan tersebut perlu menjadi perhatian karena tidak semua warga memiliki waktu dan kondisi yang memungkinkan untuk berulang kali datang ke kantor kelurahan. Karena itu, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu solusi yang akan didorong untuk membuat pelayanan lebih efektif.

Gunther optimistis pembenahan tersebut dapat berjalan apabila seluruh aparatur kelurahan bekerja secara bersama-sama.

Di akhir wawancara, Gunther juga mengajak seluruh masyarakat Kelurahan Kayu Putih serta unsur lembaga kemasyarakatan untuk terlibat aktif dalam pembangunan wilayah tersebut. Ia berharap masyarakat dapat berjalan bersama pemerintah kelurahan dalam membangun Kayu Putih.

Gunther juga menyampaikan keyakinannya bahwa Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK), termasuk Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), akan berjalan bersama mendukung upaya membangun Kelurahan Kayu Putih menjadi lebih baik. (Marcho)