Wali Kota Kupang Lantik 148 Pejabat, Lurah Diminta Jadi Ujung Tombak Pelayanan Warga

KUPANG, Hariannttnews.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, didampingi Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan 148 pejabat administrator, pejabat pengawas, dan pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kota Kupang.

Pelantikan berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Senin (10/8/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kota Kupang Richard Elvis Odja, anggota DPRD Kota Kupang, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry Edward Pelt, Ketua TP PKK Kota Kupang dr. Widya Cahya, Ketua DWP Kota Kupang Ellisah Pelt-Lumban Tobing, para staf ahli Wali Kota, asisten Sekda, serta pimpinan perangkat daerah lingkup Pemkot Kupang.

Dalam sambutannya, Christian Widodo menyampaikan selamat kepada seluruh pejabat yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar posisi atau peningkatan status, melainkan amanah yang harus dibuktikan melalui kinerja dan tanggung jawab.

“Jabatan dan tanggung jawab itu berjalan bersama. Tidak ada jabatan tanpa tanggung jawab. Semakin tinggi jabatan, semakin besar pula tanggung jawab yang harus kita emban,” tegas Christian.

Ia menjelaskan, rotasi dan penempatan aparatur pada posisi baru merupakan bagian dari upaya memberikan ruang bagi pegawai untuk berkembang, meningkatkan kreativitas dan inovasi, sekaligus menghindari kejenuhan akibat terlalu lama berada pada posisi yang sama.

Menurutnya, pengalaman dan kemampuan aparatur perlu terus dikembangkan agar karier tidak berhenti pada satu titik.

“Kalau kita ingin melihat kreativitas seseorang, berikan dia jabatan. Dari situ akan terlihat apakah dia mampu membawa inovasi atau justru kalah dengan jabatan yang diberikan,” ujarnya.

Lurah Diminta Perkuat Pelayanan Masyarakat

Dalam kesempatan tersebut, Christian memberikan perhatian khusus kepada para lurah yang baru mendapat amanah. Ia menegaskan bahwa kelurahan merupakan ujung tombak pemerintahan karena menjadi bagian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Karena itu, ia meminta para lurah memastikan seluruh kebutuhan pelayanan masyarakat dapat ditangani secara tertib, cepat dan responsif.

Pelayanan tersebut antara lain administrasi kependudukan, surat-surat yang dibutuhkan masyarakat, Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), pendataan warga hingga berbagai bentuk pelayanan lainnya.

“Kelurahan adalah ujung tombak program pemerintah. Karena itu, saya titip agar pelayanan di kelurahan benar-benar dibenahi. Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat harus dilayani dan diselesaikan dengan baik,” kata Christian.

Ia menekankan bahwa kualitas pelayanan di tingkat kelurahan akan menjadi salah satu wajah pemerintah yang langsung dirasakan masyarakat.

Efisiensi Anggaran Harus Mendorong Kreativitas

Selain pelayanan, Wali Kota Kupang meminta para pejabat yang baru dilantik tetap mampu bekerja kreatif di tengah kondisi anggaran yang terbatas.

Menurutnya, efisiensi tidak boleh dijadikan alasan untuk menghentikan pelayanan maupun program pemerintah. Sebaliknya, keterbatasan anggaran harus mendorong aparatur mencari solusi dan memperbaiki cara kerja.

“Anggaran terbatas berarti cara kerja kita yang harus diperbaiki. Jangan sedikit-sedikit mengatakan tidak bisa. Kita harus mencari jalan lain, berkolaborasi dan berpikir kreatif,” tegasnya.

Christian juga mendorong perangkat daerah membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha melalui dukungan CSR, sepanjang dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menilai kondisi penuh keterbatasan justru dapat menjadi momentum bagi aparatur untuk menunjukkan kemampuan terbaik.

“Bintang itu terlihat paling terang ketika malam. Begitu juga dengan kita. Ketika situasi sedang sulit dan banyak keterbatasan, orang yang mampu bekerja dengan baik, kreatif dan inovatif akan terlihat,” ungkapnya.

Pejabat Diminta Jaga Integritas dan Disiplin
Christian mengingatkan seluruh pejabat yang baru dilantik agar menjalankan amanah dengan menjunjung tinggi integritas, disiplin, profesionalitas dan kejujuran.

Ia menegaskan, kewenangan yang melekat pada jabatan harus digunakan untuk kepentingan masyarakat dan tidak boleh disalahgunakan.

“Pemerintah itu tugasnya melayani. Jangan bermain-main dengan kewenangan yang diberikan. Jaga integritas, bekerja profesional, jujur dan bertanggung jawab,” pesannya.

Ia juga meminta para pimpinan perangkat daerah dan kelurahan memperhatikan kedisiplinan aparatur, termasuk kehadiran dan pelaksanaan tugas.

“Kalau ada staf yang datang terlambat, pulang lebih cepat, atau tidak bekerja sebagaimana mestinya, pimpinan harus bertanggung jawab. Saya tidak mencari orang yang hanya memegang jabatan, tetapi pemimpin yang mampu memimpin dan melayani masyarakat dengan baik,” tegasnya.

148 Pejabat Dilantik

Sebanyak 148 pejabat yang dilantik terdiri atas 85 pejabat struktural dan 63 pejabat fungsional.
Dari 85 pejabat struktural tersebut, sebanyak dua orang menduduki jabatan Eselon III/a, 14 orang Eselon III/b, 49 orang Eselon IV/a dan 20 orang Eselon IV/b.

Sementara itu, 63 pejabat fungsional terdiri atas 56 orang melalui pengangkatan pertama, dua orang melalui mekanisme inpassing dan lima orang melalui perpindahan dari jabatan lain.

Menutup sambutannya, Christian mengajak seluruh pejabat yang baru dilantik menjadikan jabatan sebagai kesempatan untuk menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.

Ia mengatakan, kemajuan Kota Kupang tidak hanya ditentukan oleh kebijakan besar, tetapi juga oleh kerja nyata setiap aparatur di lingkungan pemerintahan.

“Kalau Kota Kupang maju, bukan karena obor yang dinyalakan di kantor-kantor. Kota Kupang maju karena ada cahaya-cahaya kecil yang dinyalakan di setiap kantor, sampai di kantor lurah dan keluarga-keluarga di Kota Kupang. Itulah yang membuat Kota Kupang berjaya,” pungkasnya.

(*/HNN)