Pemkot Kupang dan Telkomsel Gerak Cepat Benahi Jaringan Internet 67 Sekolah

Gangguan konektivitas masih ditemukan di 21 SMP dan 46 SD, terutama di kawasan pinggiran Kota Kupang.

KUPANG, Hariannttnews.com — Pemerintah Kota Kupang mendorong percepatan penanganan jaringan internet di sekolah-sekolah yang masih mengalami gangguan. Upaya tersebut dinilai mendesak seiring semakin kuatnya pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran.

Persoalan itu dibahas dalam rapat koordinasi Pemerintah Kota Kupang bersama PT Telkomsel Kantor Cabang Kupang di Ruang Kerja Wakil Wali Kota Kupang, Senin (7/9/2026).

Rapat dipimpin Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, didampingi Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest Soleman Ludji, Camat Maulafa Imanuel A. Eliaser, Anggota Komisi IV DPRD Kota Kupang Dance Bistolen, serta jajaran Dinas Komunikasi dan Informatika. Sementara dari Telkomsel hadir Manajer Network Operation and Performance (NOP) Kupang, I Wayan Sudana, bersama tim.

Serena mengatakan keluhan mengenai lemahnya jaringan internet di sejumlah sekolah telah menjadi perhatian Pemerintah Kota Kupang. Salah satu wilayah yang mendapat sorotan adalah Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa.

Ia mengaku mengalami langsung persoalan tersebut saat menghadiri upacara Hari Pendidikan Nasional di salah satu sekolah di wilayah tersebut. Ketika itu, jaringan internet tidak stabil dan beberapa kali mengalami gangguan.

“Pendidikan sekarang sudah berbasis digital. Anak-anak kita butuh akses internet yang stabil. Sayang sekali jika di tengah kota saja masih ada sekolah yang kesulitan,” ujar Serena.

Berdasarkan data sementara yang dibahas dalam rapat, terdapat 21 SMP dan 46 SD di Kota Kupang yang masih mengalami kendala jaringan. Pemerintah Kota Kupang meminta titik-titik tersebut dipetakan secara lebih rinci agar penanganannya dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah.

Persoalan konektivitas menjadi semakin penting karena hampir seluruh sekolah di Kota Kupang telah dilengkapi Interactive Panel Display (IPD) sebagai bagian dari penguatan pembelajaran berbasis teknologi.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest Soleman Ludji, mengatakan pemerintah pusat juga akan menambah tiga unit IPD di setiap sekolah pada tahun ini.

“Kalau satu unit saja sudah sulit mengakses, apalagi tiga. Maka perhatian terhadap jaringan di sekolah-sekolah pinggiran sangat mendesak,” katanya.

Menurut Ernest, penyediaan perangkat digital harus berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur pendukung. Tanpa koneksi internet yang memadai, perangkat teknologi yang telah tersedia di sekolah tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. Karena itu, Pemkot Kupang mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah daerah dan penyedia layanan telekomunikasi untuk memastikan persoalan jaringan dapat ditangani berdasarkan kondisi lapangan.

Wawali Serena mengatakan Pemkot Kupang melalui perangkat daerah terkait siap membuka data serta mendampingi proses pemetaan lokasi yang mengalami gangguan. Sementara Telkomsel diharapkan memberikan solusi teknis sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.

Masukan mengenai persoalan jaringan juga disampaikan Camat Maulafa Imanuel A. Eliaser dan Anggota Komisi IV DPRD Kota Kupang Dance Bistolen. Keduanya menyebut gangguan konektivitas tidak hanya terjadi di pusat kota, tetapi juga di sejumlah kawasan pinggiran dan lokasi yang relatif terpencil.

Menanggapi hal tersebut, Manajer Network Operation and Performance Telkomsel Kupang, I Wayan Sudana, menyatakan kesiapan Telkomsel untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi-lokasi yang dilaporkan mengalami gangguan.

“Kami siap membantu. Dalam minggu ini kami sudah mulai bergerak. Detail PIC dan koordinasi lapangan kami siapkan agar perbaikan bisa segera dieksekusi,” tegas I Wayan.

Ia mengatakan pengecekan lapangan diperlukan untuk mengetahui kondisi jaringan pada setiap titik sekaligus menentukan bentuk penanganan yang paling sesuai. Salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan untuk wilayah dengan keterjangkauan jaringan yang belum optimal adalah Compact Mobile BTS atau BTS bergerak.

Komitmen tersebut disambut baik Pemerintah Kota Kupang. Serena memastikan pemerintah daerah akan menyediakan data tambahan sekaligus mendampingi tim teknis Telkomsel dalam melakukan survei di lapangan.

Menurutnya, pemerataan konektivitas bukan sekadar persoalan memperkuat sinyal telekomunikasi. Lebih dari itu, akses internet yang memadai merupakan bagian dari upaya memastikan seluruh siswa memperoleh kesempatan yang sama dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran.

“Sekolah di pusat kota maupun di kawasan pinggiran harus mendapatkan dukungan infrastruktur digital yang memadai,” tegas Serena.

Koordinasi Pemkot Kupang dan Telkomsel menjadi langkah awal untuk mempercepat penanganan jaringan pada 67 sekolah yang teridentifikasi mengalami kendala.

Dengan konektivitas yang lebih stabil, perangkat digital yang telah tersedia di sekolah diharapkan tidak sekadar menjadi fasilitas, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar mengajar serta membuka akses pengetahuan yang lebih luas bagi siswa dan guru. (PSKK/HNN)