Solidaritas antardaerah menguat, bantuan diharapkan meringankan beban masyarakat terdampak dan mendukung proses pemulihan pascabencana.
KUPANG, Hariannttnews.com – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menunjukkan kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat Nusa Tenggara Timur yang terdampak bencana gempa Flores dengan menyerahkan bantuan kemanusiaan senilai Rp570.864.000.
Bantuan dalam bentuk uang tunai tersebut diserahkan oleh Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fery Afriyanto, didampingi Wakil Bupati Belitung Syamsir, Kepala Biro Umum Abang Evan Safitri, Plt. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Agus Afandi, Kabanhub Babel Renal Winanta, serta perwakilan PLN Babel Ardiansyah dan Yudi R.D.
Bantuan diterima langsung oleh Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, didampingi Sekretaris Daerah Provinsi NTT Fransiskus Sales Sodo dan Plh. Kepala Badan Keuangan Provinsi NTT Yohanes Oktovianus, di Ruang Kerja Wakil Gubernur NTT, Kamis (10/9/2026).
Johni menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung beserta seluruh pihak yang turut memberikan dukungan bagi masyarakat NTT yang terdampak bencana.
“Pemerintah dan seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, jajaran pemerintah daerah, PLN, serta seluruh pihak yang telah memberikan perhatian dan dukungan kepada masyarakat kami yang terdampak bencana gempa Flores,” ujar Johni.
Menurutnya, bantuan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar nilai materi. Dukungan itu menjadi bentuk nyata solidaritas dan persaudaraan antarsesama anak bangsa di tengah kondisi masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
“Bantuan yang diserahkan hari ini sangat berarti bagi kami. Nilainya bukan sekadar angka, tetapi merupakan wujud nyata kepedulian, solidaritas, dan rasa persaudaraan. Di tengah masyarakat yang sedang menghadapi musibah, dukungan seperti ini memberikan kekuatan dan semangat bahwa masyarakat NTT tidak sendiri dalam menghadapi bencana,” ungkapnya.
Johni memastikan bantuan tersebut akan dikelola dan disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat serta pihak-pihak yang terdampak dan membutuhkan.
“Kami menerima bantuan ini dengan penuh rasa syukur dan terima kasih. Selanjutnya, kami akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten, perangkat daerah, dan pihak terkait di lapangan untuk memastikan bantuan ini dikelola dan disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” jelasnya.
Ia menegaskan Pemerintah Provinsi NTT akan menjaga amanah bantuan tersebut sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana.
“Prinsip kami, bantuan yang datang dari saudara-saudara kita harus sampai kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Karena itu, kami akan memastikan bantuan ini digunakan sebaik-baiknya untuk membantu masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana,” tegas Johni.
Bangka Belitung dan NTT Punya Ikatan Sejarah
Sementara itu, Pj. Sekda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Fery Afriyanto mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus solidaritas kepada masyarakat NTT.
“Kami datang membawa bantuan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas. Mungkin bantuan ini tidak sebanding dengan seluruh kebutuhan masyarakat yang terdampak, tetapi kami ingin menunjukkan bahwa saudara-saudara kami di NTT tidak sendiri. Kami ikut merasakan apa yang dirasakan masyarakat Flores,” ujar Fery.
![]()
Dalam kesempatan tersebut, Fery juga menyinggung hubungan historis antara Bangka Belitung dan NTT melalui sosok Pahlawan Nasional Depati Amir.
Depati Amir merupakan putra Bangka Belitung yang diasingkan ke Kupang pada masa penjajahan Belanda. Dalam perjalanan sejarahnya, sosok Depati Amir memiliki keterikatan dengan NTT dan kemudian dimakamkan di Kompleks Pemakaman Muslim Batu Kadera, Kelurahan Airmata, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang.
“Bagi kami, Bangka Belitung dan NTT bukan hanya terhubung karena sama-sama berada dalam satu negara, tetapi juga memiliki ikatan sejarah dan persaudaraan. Depati Amir menjadi bagian penting dari sejarah yang menghubungkan Bangka Belitung dengan NTT. Karena itu, ketika saudara-saudara kami di Flores mengalami musibah, sudah sepatutnya kami hadir memberikan dukungan,” ungkap Fery.
Menurutnya, sejarah tersebut menjadi pengingat bahwa persaudaraan antardaerah perlu terus dirawat dan diwujudkan melalui tindakan nyata, khususnya ketika masyarakat menghadapi bencana.
“Sejarah telah menghubungkan kita, dan hari ini kepedulian menjadi cara kita merawat hubungan tersebut. Ketika saudara kita mengalami kesulitan, kita hadir untuk saling menguatkan,” katanya.
Fery berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak sekaligus semakin mempererat hubungan persaudaraan antara Bangka Belitung dan NTT.
“Semoga bantuan ini bermanfaat, meringankan beban masyarakat terdampak, dan semakin mempererat persaudaraan antara Bangka Belitung dan NTT,” pungkasnya.
(*/HNN)


















