Lindungi Bayi dan Balita dari Penyakit Paru, Poltekkes Kupang Edukasi Ibu di Desa Tunfeu

Edukasi kesehatan pernapasan dorong ibu dan kader mengenali tanda bahaya pneumonia serta memperkuat pencegahan sejak dini.

TUNFEU, Hariannttnews.com – Dosen dan mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Kupang mengedukasi ibu-ibu dan kader tentang pencegahan penyakit paru pada bayi dan balita di Dusun III, Desa Tunfeu, Kamis (15/10/2026).

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Promotif Preventif Penyakit Paru pada Bayi Balita melalui Edukasi dan Peningkatan Peran Ibu” ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan bidan Desa Tunfeu.

Edukasi tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan keluarga, khususnya para ibu, mengenai pentingnya menjaga kesehatan pernapasan anak, mengenali gejala awal gangguan pernapasan, serta mengambil tindakan yang tepat ketika muncul tanda bahaya.

Penyakit infeksi saluran pernapasan, termasuk pneumonia, menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu diwaspadai pada bayi dan balita. Keterlambatan mengenali gejala dan memperoleh penanganan dapat meningkatkan risiko komplikasi, sehingga upaya pencegahan dan deteksi dini perlu diperkuat mulai dari lingkungan keluarga.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai sejumlah langkah pencegahan, antara lain pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan, pemenuhan gizi sesuai usia, pemberian imunisasi sesuai jadwal, serta penerapan kebersihan tangan.

Ibu-ibu juga diingatkan pentingnya menjaga kebersihan rumah, memastikan ventilasi udara yang baik, serta menghindarkan anak dari paparan asap rokok dan polusi udara yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan.

Ibu Berperan Penting dalam Deteksi Dini

Ketua tim pengabdian masyarakat, Firda Kalzum Kiah, SST., M.Keb., menerangkan Selain memberikan pemahaman tentang pencegahan, tim pengabdian masyarakat menekankan pentingnya peran ibu dalam mengamati perubahan kondisi kesehatan anak.

“Gejala seperti batuk, demam, napas lebih cepat dari biasanya, dan kesulitan bernapas perlu mendapat perhatian. Pada bayi dan balita, gangguan pernapasan dapat berkembang menjadi kondisi serius apabila tidak segera dikenali dan ditangani” Ucap Firda.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai tanda bahaya yang memerlukan pemeriksaan segera, seperti tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam saat anak bernapas, kesulitan bernapas, ketidakmampuan menyusu atau minum, serta kondisi anak yang tampak sangat lemah.

“Apabila tanda-tanda tersebut ditemukan, orang tua dianjurkan segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan yang sesuai. Pengobatan tanpa petunjuk tenaga kesehatan juga perlu dihindari agar anak mendapatkan penanganan yang tepat” Jelasnya.

Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu yang memiliki bayi dan balita serta kader di Dusun III, Desa Tunfeu. Para peserta mengikuti penyampaian materi, diskusi, dan berbagi pengalaman mengenai upaya menjaga kesehatan anak di lingkungan keluarga.

Partisipasi peserta dalam diskusi menjadi bagian penting dari edukasi tersebut, terutama untuk memperkuat pemahaman mengenai langkah pencegahan dan tindakan yang perlu dilakukan ketika anak mengalami gangguan pernapasan.

Firda menekankan pentingnya peningkatan pengetahuan dan peran ibu dalam upaya promotif dan preventif untuk melindungi kesehatan paru anak sejak dini.

Melalui kegiatan ini, keluarga diharapkan semakin memahami cara mencegah gangguan pernapasan, mengenali tanda bahaya lebih awal, dan memanfaatkan pelayanan kesehatan secara tepat.

“Kolaborasi antara keluarga, kader posyandu, tenaga kesehatan, dan pemerintah desa menjadi bagian penting dalam mendukung terciptanya lingkungan yang sehat bagi tumbuh kembang bayi dan balita” tambah Firda.

Upaya melindungi kesehatan pernapasan anak pun perlu dimulai dari rumah, diperkuat melalui edukasi berkelanjutan, serta didukung partisipasi aktif masyarakat dan pelayanan kesehatan setempat. (HNN)