Sebanyak 38 ibu balita mendapat edukasi rumah sehat, sementara dua rumah diperbaiki untuk meningkatkan kualitas udara dalam ruangan.
KUPANG, Hariannttnews.com – Tim dosen bersama mahasiswa Program Studi Sanitasi Poltekkes Kemenkes Kupang melakukan edukasi kesehatan dan perbaikan kondisi fisik rumah untuk meningkatkan kualitas udara dalam ruangan sebagai upaya mencegah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), khususnya pneumonia pada balita di Kelurahan Naimata, Kota Kupang.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut berlangsung di Posyandu Mahoni, Kelurahan Naimata, Sabtu (10/10/2026), dan diikuti sekitar 38 ibu yang memiliki anak balita.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Olga M. Dukabain, ST., M.Kes., bersama anggota tim Agustina, SKM., M.Kes., dan Debora G. Suluh, ST., M.Kes., memberikan penyuluhan mengenai ISPA dan pneumonia, faktor risiko lingkungan rumah, serta langkah pencegahan yang dapat diterapkan keluarga dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini menyasar para ibu yang memiliki balita, terutama anak yang pernah mengalami ISPA atau pneumonia. Ibu sebagai pengasuh utama dinilai memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan anak sekaligus menciptakan lingkungan rumah yang bersih, sehat, dan nyaman.
Kualitas Udara Rumah Berpengaruh terhadap Kesehatan Balita
Dalam penyuluhan tersebut, Ketua Tim, Olga M. Dukabain, ST., M.Kes., menjelaskan bahwa kualitas udara di dalam rumah menjadi salah satu faktor lingkungan yang perlu diperhatikan dalam upaya mencegah ISPA pada balita.
“Rumah yang lembab, pengap, memiliki ventilasi tidak memadai, serta terpapar asap rokok dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan saluran pernapasan. Paparan debu dan perubahan cuaca juga menjadi faktor yang perlu diwaspadai, terutama pada anak yang daya tahan tubuhnya masih berkembang” Jelas Olga.
Ia menambahkan, Pneumonia merupakan salah satu bentuk infeksi saluran pernapasan akut yang menyerang paru-paru. Kondisi ini menyebabkan peradangan pada jaringan paru, termasuk alveoli atau kantong udara, yang dapat terisi cairan sehingga mengganggu pernapasan.
Karena itu, upaya pencegahan tidak hanya dilakukan melalui penanganan medis ketika anak sakit, tetapi juga melalui perbaikan perilaku hidup bersih dan sehat serta sanitasi rumah sehat.
Tiga Langkah Sederhana Mencegah ISPA
Sementara itu, Agustina, SKM., M.Kes., menekankan tiga langkah utama yang dapat diterapkan keluarga untuk membantu menjaga kualitas udara di dalam rumah.
Pertama, memastikan ventilasi rumah berfungsi dengan baik agar udara segar dapat masuk dan udara dari dalam ruangan dapat berganti. Penataan lemari maupun perabot rumah tangga juga perlu diperhatikan agar tidak menghalangi sirkulasi udara.
Kedua, membiasakan membuka jendela pada pagi hari apabila kondisi lingkungan memungkinkan. Kebiasaan ini membantu pertukaran udara dan mengurangi kelembapan di dalam rumah.
Ketiga, menghindari kebiasaan merokok di dalam rumah. Asap rokok mengandung zat berbahaya yang dapat mencemari udara dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan pada balita. Anggota keluarga diharapkan tidak merokok di dalam rumah maupun di dekat anak.
Agustina juga mengingatkan pentingnya mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan bagi balita serta menjaga kebersihan lingkungan rumah sebagai bagian dari perilaku hidup bersih dan sehat.
Edukasi Interaktif dan Pembagian Leaflet
Materi penyuluhan disampaikan melalui metode ceramah yang dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Para peserta diberi kesempatan untuk bertanya dan berbagi pengalaman mengenai kondisi rumah serta kebiasaan keluarga yang berkaitan dengan kesehatan anak.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, tim membagikan leaflet bertajuk “Rumah Sehat Bebas ISPA bagi Balita”. Materi tersebut diharapkan dapat dibaca kembali oleh para ibu di rumah dan dibagikan kepada anggota keluarga lainnya.
Debora G. Suluh, ST., M.Kes., menambahkan, dalam draf pernyataan yang perlu dikonfirmasi bahwa edukasi ini bertujuan mendorong keluarga lebih memperhatikan kondisi lingkungan rumah sebagai bagian dari upaya melindungi kesehatan balita.
“Pencegahan ISPA pada balita perlu dimulai dari lingkungan terdekat anak, yaitu rumah. Kami berharap para ibu dapat menerapkan kebiasaan sederhana, seperti membuka jendela pada pagi hari, menjaga ventilasi tetap berfungsi, serta memastikan tidak ada anggota keluarga yang merokok di dalam rumah,” Ucapnya.
Dua Rumah Balita Mendapat Perbaikan Fisik
Selain memberikan edukasi, tim pengabdian kepada masyarakat juga melakukan upaya peningkatan kualitas fisik rumah melalui perbaikan lantai, dinding, dan ventilasi pada dua rumah yang dihuni balita yang pernah mengalami ISPA.
Perbaikan tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan kondisi rumah yang lebih sehat dan mendukung pertukaran udara yang baik. Kondisi lantai, dinding, dan ventilasi menjadi perhatian karena berkaitan dengan kebersihan, kelembapan, serta kualitas udara di dalam ruangan.
Melalui intervensi tersebut, tim berharap keluarga penerima manfaat dapat memiliki lingkungan hunian yang lebih sehat sehingga mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
Meski demikian, perbaikan fisik rumah dan edukasi lingkungan merupakan bagian dari upaya pengurangan faktor risiko, bukan jaminan bahwa balita sepenuhnya terbebas dari ISPA atau pneumonia.
Pemerintah Kelurahan Naimata Sambut Baik Kegiatan
Sebelum pelaksanaan kegiatan, tim melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kelurahan Naimata. Lurah Naimata, Edi Charles Barros, S.IP., menyambut baik kegiatan tersebut karena memberikan informasi kesehatan kepada masyarakat sekaligus mendukung keluarga yang memiliki balita dalam menciptakan lingkungan rumah yang lebih sehat.
Dukungan dan koordinasi antara tim pengabdian, pemerintah kelurahan, serta masyarakat setempat turut membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat bahwa pencegahan penyakit pada anak membutuhkan keterlibatan keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah, dan lingkungan sekitar.
Dukung Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat
Tim pengabdian kepada masyarakat berharap edukasi yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan, tetapi dilanjutkan melalui penerapan kebiasaan sehat di lingkungan keluarga.
Masyarakat diharapkan semakin memperhatikan sirkulasi udara, kebersihan rumah, paparan asap rokok, serta kebiasaan mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan bagi anak.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, yang dijalankan Poltekkes Kemenkes Kupang untuk mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Nusa Tenggara Timur.
Melalui edukasi yang berkelanjutan dan perbaikan lingkungan hunian, keluarga di Kelurahan Naimata diharapkan semakin memahami pentingnya rumah sehat dalam mendukung tumbuh kembang balita serta mengurangi faktor risiko ISPA dan pneumonia. (HNN)


















