Cegah ISPA dan TBC Sejak Dini, Poltekkes Kemenkes Kupang Edukasi Keluarga di Kabupaten Kupang

KABUPATEN KUPANG, Hariannttnews.com – Dosen Program Studi DIII Jurusan Kebidanan dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Kupang menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertema “Peran Keluarga Menjaga Hidup Sehat dan Lingkungan Bersih bagi Kesehatan Paru pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)” di Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menciptakan lingkungan rumah yang sehat sebagai langkah pencegahan gangguan kesehatan paru pada ibu hamil, bayi, dan balita.

Edukasi juga menekankan bahwa keberhasilan menjaga kesehatan anak pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan tanggung jawab seluruh anggota keluarga, bukan hanya ibu.

Desa Penfui Timur dipilih sebagai lokasi kegiatan karena masih menghadapi sejumlah tantangan kesehatan lingkungan, seperti sanitasi yang belum optimal, ventilasi rumah yang kurang memadai, serta paparan asap rokok yang berpotensi meningkatkan risiko gangguan pernapasan pada kelompok rentan.

Ketua pelaksana kegiatan, Serlyansie V. Boimau, S.ST., M.Pd, mengatakan masa 1000 HPK merupakan periode yang sangat menentukan kualitas kesehatan anak hingga dewasa, termasuk perkembangan sistem kekebalan tubuh dan kesehatan paru.

“Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi anak. Melalui kegiatan ini kami ingin membangun kesadaran bahwa menjaga kesehatan paru anak dapat dimulai dari rumah, seperti menyediakan udara bersih, menjaga kebersihan lingkungan, serta menghindari paparan asap rokok,” ujar Serlyansie.

Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui koordinasi bersama pemerintah desa, Puskesmas, kader Posyandu, serta tokoh masyarakat. Rangkaian kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, pembagian media edukasi, hingga pendampingan keluarga dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan rumah.

Dosen Program Studi DIII Jurusan Kebidanan dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Kupang menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, di Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Rabu (15/7/2026).

Materi yang diberikan mencakup pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Tuberkulosis (TBC), bahaya asap rokok dan asap dapur, pentingnya ventilasi rumah yang baik, pengelolaan lingkungan yang bersih, serta penerapan pola hidup sehat untuk mendukung kesehatan ibu dan anak.

Selain edukasi, keluarga juga didorong menerapkan langkah-langkah sederhana, seperti tidak merokok di dalam rumah, membuka ventilasi agar sirkulasi udara tetap baik, tidak membakar sampah sembarangan, serta menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.

Fasilitator lapangan, Adriana M.S. Boimau, S.ST., M.Kes, menegaskan bahwa menjaga kesehatan anak memerlukan keterlibatan seluruh anggota keluarga.

“Selama ini upaya menjaga kesehatan anak sering kali dibebankan kepada ibu saja. Padahal keberhasilan menjaga kesehatan selama 1000 HPK membutuhkan dukungan ayah dan seluruh keluarga, termasuk dalam menciptakan rumah yang sehat dan aman bagi anak,” katanya.

Senada dengan itu, Firda Kalzum Kiah, S.ST., M.Keb, yang bertindak sebagai fasilitator praktik komunitas, menyampaikan bahwa perubahan perilaku sederhana di tingkat keluarga mampu memberikan dampak besar terhadap pencegahan penyakit paru.

“Kebiasaan kecil seperti membuka ventilasi rumah, menjaga kebersihan lingkungan, tidak membakar sampah sembarangan, serta menjauhkan anak dari asap rokok merupakan langkah sederhana namun sangat penting untuk melindungi kesehatan paru anak sejak dini,” ujarnya.

Sementara itu, evaluator dan dokumentator kegiatan, Loriana L. Manalor, S.ST., M.Kes, menilai evaluasi menjadi bagian penting untuk mengukur efektivitas edukasi yang diberikan kepada masyarakat.

“Melalui evaluasi, kami dapat melihat sejauh mana pemahaman dan respons keluarga setelah mengikuti kegiatan. Dokumentasi juga menjadi bahan pembelajaran agar program dapat terus diperbaiki, dikembangkan, dan dilaksanakan secara berkelanjutan,” jelas Loriana.

Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa Program Studi DIII Kebidanan Poltekkes Kemenkes Kupang, tenaga kesehatan Puskesmas, kader Posyandu, tokoh masyarakat, serta keluarga yang memiliki bayi dan balita. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu memperkuat keberlanjutan program kesehatan keluarga di Desa Penfui Timur.

Melalui program pengabdian ini, Poltekkes Kemenkes Kupang berharap semakin banyak keluarga yang memahami bahwa kesehatan paru anak dibangun sejak masa kehamilan melalui lingkungan rumah yang bersih, bebas asap rokok, dan didukung perilaku hidup sehat. Edukasi berbasis keluarga ini juga diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat terus dikembangkan melalui peran kader Posyandu dan tenaga kesehatan di tingkat desa. (HNN)