Pendaki Hilang di Gunung Mutis Ditemukan Selamat, Tim SAR Gabungan Bergerak Cepat

Hariannttnews.com — TTS, Setelah sempat dilaporkan hilang saat mendaki Gunung Mutis, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), seorang pendaki perempuan bernama Cita (18) akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh Tim SAR Gabungan pada Senin pagi.

Korban sebelumnya dinyatakan hilang saat turun dari jalur pendakian bersama rombongan berjumlah 10 orang pada Minggu, 10 Mei 2026. Saat perjalanan turun sekitar pukul 16.00 WITA, korban diketahui sudah tidak bersama kelompoknya.

Teman-teman korban, masyarakat setempat, serta petugas Taman Nasional Gunung Mutis sempat melakukan pencarian awal, namun belum membuahkan hasil. Pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Unit Siaga SAR Kefamenanu untuk meminta bantuan pencarian.

Menerima laporan pada pukul 22.20 WITA, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang langsung mengerahkan enam personel Tim Rescue dari Unit Siaga SAR Kefamenanu menuju lokasi kejadian sekitar pukul 22.45 WITA.

Setelah menempuh perjalanan sejauh kurang lebih 117 kilometer, tim tiba di kawasan Gunung Mutis pada Senin dini hari pukul 02.15 WITA. Sesampainya di lokasi, tim langsung berkoordinasi dengan unsur terkait, di antaranya KSDA Gunung Mutis, Kodim TTS, Babinsa Fatumnasi, Polsek Kapan, Camat Fatumnasi, BPBD TTS, Kepala Desa Fatumnasi, serta keluarga korban.

Pukul 07.00 WITA, On Scene Coordinator (OSC) memimpin debriefing dan mengarahkan strategi pencarian sesuai rencana operasi. Hasilnya, hanya berselang 45 menit kemudian, korban berhasil ditemukan pada pukul 07.45 WITA dalam kondisi selamat di koordinat 09°36’36.47″S – 124°13’30.20″E.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan seluruh personel yang terlibat kembali ke kesatuan masing-masing.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang, Mexianus Bekabel, menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan yang bergerak cepat dan bekerja efektif hingga korban berhasil ditemukan dengan selamat.

“Terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat. Sinergi dan respon cepat menjadi kunci keberhasilan operasi ini,” ujarnya.