BI NTT Dorong Kolaborasi Media dan Sektor Pariwisata untuk Perkuat Ekonomi Daerah

Melalui Capacity Building Media 2026 di Alor, BI mengajak insan pers mengangkat budaya, kearifan lokal, dan potensi ekonomi masyarakat untuk memperkuat pariwisata NTT.

KALABAHI, Hariannttnews.com – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong kolaborasi media dan sektor pariwisata untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan Capacity Building Media 2026 bertema “Membangun Narasi Pariwisata NTT dengan Nilai Kedaerahan” yang diselenggarakan di Kabupaten Alor, Kamis (15/10/2026).

Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT, Ari Setyo Wibowo, mengapresiasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis Bank Indonesia dalam menyampaikan informasi dan edukasi kepada masyarakat.

Menurut Ari, media berperan penting dalam memperkenalkan potensi pariwisata NTT melalui pemberitaan yang informatif dan berakar pada nilai-nilai lokal. Potensi tersebut tidak hanya mencakup keindahan alam, tetapi juga kekayaan budaya, tradisi, dan kearifan lokal di setiap daerah. Karena itu, jurnalis diharapkan mampu menggali cerita di balik setiap destinasi agar pemberitaan pariwisata tidak sekadar mempromosikan tempat wisata, tetapi juga memperkenalkan kehidupan masyarakat dan potensi ekonomi setempat.

Pariwisata Berpotensi Mendukung Ekonomi NTT

Ekonom Yunior Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT, Ahmad Fatoni, mengatakan NTT memiliki potensi pariwisata besar yang dapat dikembangkan untuk mendukung perekonomian daerah.

“Potensi pariwisata NTT itu cukup tinggi, seperti yang terlihat di Lembata, Alor, dan sejumlah kabupaten lainnya di Provinsi NTT,” ujar Ahmad.

Ia menegaskan, pengembangan sektor pariwisata membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar potensi daerah dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.

“Pariwisata menjadi salah satu poin penting yang harus dikembangkan untuk mendukung perekonomian. Oleh karena itu, dalam pengembangan pariwisata dibutuhkan kolaborasi lintas sektor,” tuturnya.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat promosi destinasi, meningkatkan kualitas layanan wisata, serta membuka peluang usaha bagi masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Narasi Berbasis Fakta Angkat Nilai Lokal

Konsultan Media dan Komunikasi, Gatot Widagdo, menekankan pentingnya narasi dalam memperkenalkan destinasi wisata sekaligus meningkatkan nilai tambah UMKM.

“Destinasi dikenal karena pemandangannya, dipilih karena ceritanya. Oleh karena itu, narasi memiliki peran penting dengan fakta yang benar-benar terverifikasi,” ujar Gatot.

Menurutnya, narasi pariwisata harus berlandaskan fakta dan memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar destinasi. Media dapat berkontribusi dengan mengangkat cerita tentang budaya, kuliner, kerajinan, dan produk lokal yang menjadi bagian dari daya tarik wisata.

Kunjungan Lapangan Perkaya Pemberitaan

Melalui kunjungan lapangan dalam kegiatan tersebut, para jurnalis berkesempatan melihat langsung potensi pariwisata, budaya, dan aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Alor.

Pengalaman tersebut diharapkan menjadi sumber inspirasi untuk menghasilkan karya jurnalistik yang lebih mendalam dan kontekstual.

Kolaborasi antara Bank Indonesia, media, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan pariwisata diharapkan dapat memperluas pengenalan potensi NTT sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan, budaya, dan kearifan lokal. (Marcho)