Poltekkes Kemenkes Kupang Perkuat Peran PMO, Dorong Keberhasilan Pengobatan Tuberkulosis

KUPANG, Hariannttnews.com – Poltekkes Kemenkes Kupang menggelar Pelatihan Pengawas Minum Obat (PMO) sebagai upaya meningkatkan keberhasilan pengobatan tuberkulosis (TB) di Kota Kupang.

Kegiatan yang didukung pendanaan Global Fund tersebut berlangsung di GMIT Yarden Labat, Kelurahan Bakunase Dua, Kecamatan Kota Raja, Jumat (17/7/2026).

Pelatihan diikuti 39 peserta yang terdiri atas Pengawas Minum Obat (PMO) dan kader Tuberkulosis yang terintegrasi dalam Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di wilayah kerja Puskesmas Bakunase.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur II Poltekkes Kemenkes Kupang, Dr. Norma Tiku Kambuno, S.Si., Apt., M.Kes.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keberhasilan penanggulangan tuberkulosis tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat melalui peran PMO.

“Pengawas Minum Obat memiliki peran yang sangat strategis dalam memastikan pasien menjalani pengobatan secara teratur hingga tuntas. Pendampingan yang konsisten akan meningkatkan kepatuhan pasien dan menjadi salah satu kunci keberhasilan program eliminasi tuberkulosis,” ujar Dr. Norma Tiku Kambuno.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator Kegiatan Kota Kupang, Domianus Namuwali, S.Kep., Ns., M.Kep., bersama tim dosen Poltekkes Kemenkes Kupang yang terdiri dari Maria Hilaria, S.Si., S.Farm., Apt., M.Si., Dr. Norma Tiku Kambuno, S.Si., Apt., M.Kes., Dr. Wanti, S.K.M., M.Sc., Dr. Yuanita C.L. Rogaleli, S.Si., M.Kes., dan Pius Selasa, S.Kep., Ns., M.Sc. Hadir pula perwakilan Dinas Kesehatan Kota Kupang serta Puskesmas Bakunase.

Pelatihan Pengawas Minum Obat (PMO) sebagai upaya meningkatkan keberhasilan pengobatan tuberkulosis (TB), berlokasi di GMIT Yarden Labat, Kelurahan Bakunase Dua, Kecamatan Kota Raja, Jumat (17/7/2026).

Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai peran dan tanggung jawab PMO, strategi pendampingan pasien, komunikasi efektif, serta pentingnya kepatuhan mengonsumsi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) guna meningkatkan angka keberhasilan pengobatan.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman bahwa pemeriksaan maupun pengobatan tuberkulosis dapat diakses secara gratis di puskesmas. PMO diharapkan mampu menjadi pendamping sekaligus motivator agar pasien tetap disiplin menjalani pengobatan hingga dinyatakan sembuh.

Narasumber pelatihan berasal dari dosen yang memiliki kompetensi di bidang tuberkulosis, yakni dari Poltekkes Kemenkes Kupang serta Poltekkes Kemenkes Mamuju, Irma Muslimin, M.Kes.

Materi disampaikan melalui presentasi, diskusi, tanya jawab, hingga simulasi (role play) yang interaktif sehingga peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat langsung diterapkan dalam mendukung pelaksanaan Riset Operasional TB di Kota Kupang.

Koordinator Kegiatan Kota Kupang, Domianus Namuwali, S.Kep., Ns., M.Kep., mengatakan penguatan kapasitas PMO dan kader menjadi langkah penting dalam memastikan pasien TB mendapatkan pendampingan yang optimal selama menjalani terapi.

“Melalui pelatihan ini kami berharap PMO dan kader TB semakin percaya diri dalam mendampingi pasien. Kepatuhan pengobatan merupakan faktor utama untuk meningkatkan angka kesembuhan sekaligus memutus rantai penularan tuberkulosis di masyarakat,” katanya.

Pelatihan ini merupakan bentuk komitmen Poltekkes Kemenkes Kupang bersama Dinas Kesehatan Kota Kupang dan Puskesmas Bakunase dalam mendukung program nasional percepatan eliminasi Tuberkulosis 2030 melalui penguatan kapasitas PMO dan kader TB di tingkat masyarakat.

Dengan kolaborasi berbagai pihak, diharapkan target eliminasi tuberkulosis dapat tercapai dan masyarakat semakin sadar akan pentingnya deteksi dini serta pengobatan yang tuntas. (HNN)