Selain bantuan melalui anggaran daerah, Pemkot Kupang juga menggalang donasi sukarela ASN yang hingga hari kedua mencapai sekitar Rp30 juta.
KUPANG, Harianttnews.com — Pemerintah Kota Kupang mengusulkan pemanfaatan Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp500 juta untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur.
Usulan tersebut disampaikan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat menanggapi aspirasi Anggota DPRD Kota Kupang, Absalom Sine, dalam Rapat Paripurna Ke-2 DPRD Kota Kupang, Kamis (20/8/2026).
Rapat yang berlangsung di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Kupang tersebut mengagendakan Penjelasan Wali Kota Kupang tentang Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Kota Kupang Tahun Anggaran 2027.
Christian menjelaskan, bantuan senilai Rp500 juta tersebut nantinya tidak diberikan semata-mata dalam bentuk uang. Dana akan dikonversi menjadi bantuan barang berdasarkan kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak.
“Dari BTT itu kita rencana bantu Rp500 juta. Uang itu nanti dibelanjakan, misalkan mereka butuh apa, dari pagu itu dikonversi ke barang,” jelas Christian.
Menurutnya, mekanisme tersebut diharapkan membuat bantuan yang diberikan lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi masyarakat yang terdampak bencana.
Donasi ASN Capai Rp30 Juta
Selain menyiapkan dukungan melalui mekanisme anggaran pemerintah daerah, Pemkot Kupang juga membuka rekening donasi “Pemkot Peduli Gempa Flores” di Bank NTT.
Gerakan donasi tersebut mulai berjalan sejak Rabu (19/8/2026) dan diisi secara sukarela oleh para ASN Pemerintah Kota Kupang, termasuk Wali Kota Christian Widodo.
Memasuki hari kedua, dana yang terkumpul telah mencapai sekitar Rp30 juta. Christian mengatakan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring partisipasi ASN.
“Rekening donasi sudah ada. Per hari ini sudah ada sekitar Rp30 juta, merupakan sumbangan dari teman-teman ASN termasuk saya juga. Ada yang menyumbang Rp50 ribu, Rp100 ribu, dan rekeningnya sudah berjalan,” kata Christian.
Ia menegaskan, donasi tersebut bersifat sukarela dan tidak dipaksakan kepada ASN. Besaran sumbangan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
Wujud Solidaritas Sesama Warga NTT
Christian mengatakan keterlibatan Pemkot Kupang dalam membantu korban gempa Flores merupakan bentuk solidaritas antardaerah di NTT. Menurutnya, penanganan dampak bencana tidak seharusnya hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah yang wilayahnya terdampak. Daerah lain juga perlu mengambil bagian untuk meringankan beban masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
“Solidaritas itu penting. Kalau daerah lain bisa membantu, masa kita yang bersaudara dalam satu daerah sendiri tidak membantu,” tegasnya.
Ia menilai semangat saling membantu antardaerah merupakan kekuatan penting dalam menghadapi bencana. Kepedulian kemanusiaan, kata dia, tidak semestinya dibatasi oleh wilayah administratif.
Christian juga menyampaikan bahwa langkah tersebut mendapat apresiasi dari Menteri Dalam Negeri, Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, yang berkunjung ke Kota Kupang pada hari yang sama.
Respons atas Usulan DPRD
Sebelumnya, Anggota DPRD Kota Kupang, Absalom Sine, mengusulkan agar Pemkot Kupang bersama DPRD membuka donasi secara kelembagaan bagi masyarakat Flores yang terdampak gempa.
Menurut Absalom, langkah tersebut menjadi bentuk solidaritas bersama sekaligus menunjukkan kepedulian pemerintah dan masyarakat Kota Kupang terhadap saudara-saudara mereka di Flores yang sedang menghadapi bencana.
Usulan tersebut kemudian mendapat respons dari Wali Kota Kupang dengan adanya rencana pemanfaatan BTT sebesar Rp500 juta, di samping penggalangan donasi sukarela dari ASN.
Pemkot Kupang selanjutnya akan menyesuaikan bentuk bantuan dengan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak. Dengan demikian, bantuan yang disiapkan diharapkan tidak hanya menjadi simbol solidaritas, tetapi benar-benar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. (*)


















