Dinas Koperasi Kota Kupang Fokus pada Manajemen dan Digitalisasi Perkuat KKMP

Dinas Koperasi dan UKM Kota Kupang akan menggandeng UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) / Latihan Kerja Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi NTT untuk meningkatkan kapasitas Pengurus KKMP mulai dari manajemen organisasi, pengelolaan keuangan hingga pengembangan usaha.

KUPANG, Hariannttnews.com — Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kota Kupang terus mendorong penguatan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) sebagai salah satu wadah ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan. Upaya tersebut akan kembali dilakukan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengurus koperasi.

Dinas Koperasi dan UKM Kota Kupang berencana menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dengan menggandeng Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Plt. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Kupang, Matheus B. L. Radjah, melalui Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kota Kupang, drg. Dian Sukmawati Arkiang, mengatakan penguatan kapasitas pengurus merupakan langkah strategis agar Koperasi Merah Putih dapat dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

Menurut Dian, Koperasi Merah Putih dibentuk sebagai badan usaha ekonomi di tingkat akar rumput yang mengedepankan prinsip gotong royong dan partisipasi bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian. Tantangan tersebut antara lain keterbatasan kemampuan manajemen, literasi digital yang belum merata, serta pemahaman mengenai dasar-dasar perkoperasian yang perlu terus diperkuat.

“Peningkatan kapasitas pengurus menjadi bagian penting agar koperasi tidak hanya terbentuk secara kelembagaan, tetapi juga mampu menjalankan kegiatan usaha secara efektif dan memberikan manfaat bagi anggotanya,” ujar Dian kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (21/8).

Fokus pada Manajemen dan Digitalisasi

Bimtek yang akan dilaksanakan Dinas Koperasi dan UKM Kota Kupang bersama BLK Provinsi NTT tersebut akan diarahkan pada peningkatan kemampuan pengurus dalam mengelola koperasi.

Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain pengelolaan organisasi, manajemen keuangan, pengembangan usaha, serta pemanfaatan teknologi digital.

Digitalisasi menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan koperasi modern. Pengurus diharapkan mampu memanfaatkan teknologi untuk mendukung administrasi, pencatatan keuangan, pelayanan kepada anggota, hingga pengembangan dan pemasaran produk koperasi.

Dengan peningkatan kemampuan tersebut, koperasi diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan ekonomi dan teknologi sekaligus membuka peluang usaha yang lebih luas.

Dian menegaskan, penguatan SDM menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan Koperasi Merah Putih.
Pengurus yang memiliki kemampuan manajemen dan pemahaman perkoperasian yang baik diharapkan mampu menyusun perencanaan usaha, mengelola keuangan secara tertib, serta mengambil keputusan berdasarkan kebutuhan dan potensi ekonomi di wilayah masing-masing.

13 Koperasi Sudah Memiliki Gerai dan Beroperasi

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Kota Kupang, perkembangan Koperasi Merah Putih di tingkat kelurahan saat ini berlangsung secara bertahap.

Tercatat sebanyak 13 Koperasi Merah Putih telah memiliki gerai dan sudah beroperasi. Sementara itu, sebanyak 3 koperasi sedang dalam proses pembangunan dan 4 koperasi masih menunggu proses pembangunan.

Selanjutnya, terdapat 11 koperasi yang sedang berada pada tahap pengajuan atau survei lahan pembangunan. Sedangkan 26 koperasi lainnya belum melakukan pengajuan maupun survei lahan pembangunan.

Data tersebut menunjukkan bahwa proses pengembangan Koperasi Merah Putih di Kota Kupang masih terus berjalan. Pemerintah daerah tidak hanya mendorong pembangunan sarana fisik, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kesiapan SDM yang akan mengelola koperasi.

Menurut Dian, keberadaan gerai harus diikuti dengan kemampuan pengurus dalam mengelola organisasi dan menjalankan usaha secara produktif.

“Yang penting bukan hanya koperasinya terbentuk dan memiliki gerai, tetapi bagaimana koperasi tersebut dapat dikelola dengan baik, berkembang, dan memberikan manfaat nyata bagi anggota serta masyarakat,” katanya.

Didorong Menjadi Penggerak Ekonomi Kelurahan

Dinas Koperasi dan UKM Kota Kupang berharap penguatan kapasitas melalui Bimtek dapat menjadi bekal bagi para pengurus dalam menjalankan Koperasi Merah Putih secara lebih profesional.

Koperasi juga diharapkan mampu berkembang sesuai potensi masing-masing wilayah kelurahan, sehingga tidak hanya menjadi tempat kegiatan ekonomi masyarakat, tetapi dapat menjadi penggerak usaha dan pemberdayaan ekonomi di tingkat lokal.

Kolaborasi dengan BLK Provinsi NTT diharapkan memberikan penguatan keterampilan yang lebih aplikatif bagi para pengurus. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh nantinya dapat diterapkan dalam pengelolaan koperasi sehari-hari.

Melalui penguatan manajemen, peningkatan literasi digital, serta pengembangan usaha yang berkelanjutan, Koperasi Merah Putih di Kota Kupang diharapkan mampu tumbuh menjadi koperasi yang profesional, mandiri, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Langkah tersebut sekaligus memperkuat harapan agar Koperasi Merah Putih tidak hanya hadir sebagai lembaga ekonomi di tingkat kelurahan, tetapi benar-benar menjadi wadah gotong royong yang mampu meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat Kota Kupang. (Marcho)