Wali Kota Kupang Kejar Waktu Pulang dari Flores untuk Lepas Kepergian Pommy Odja

Christian Widodo menempuh perjalanan darat dari Sikka ke Larantuka di tengah gangguan penerbangan akibat erupsi Lewotobi demi menghadiri pemakaman Kadis PRKP Kota Kupang.

KUPANG, Hariannttnews.com – Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo berpacu dengan waktu untuk kembali ke Kupang setelah menerima kabar duka meninggalnya Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kota Kupang, Pommy Elna Novisandy Odja.

Christian yang saat itu berada di Flores dalam misi kemanusiaan untuk menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa, berupaya kembali ke Kupang agar dapat memberikan penghormatan terakhir kepada Pommy sebelum prosesi pemakaman ditutup. Namun, perjalanan pulang tidak mudah. Gangguan penerbangan akibat erupsi Gunung Lewotobi membuat rencana kepulangan Christian dari Flores terkendala.

Suasana duka kemudian menyelimuti halaman Kantor Wali Kota Kupang, Sabtu (29/8/2026), saat keluarga besar Pemerintah Kota Kupang menggelar penghormatan terakhir bagi almarhum Pommy Odja sebelum diantar ke tempat peristirahatan terakhir melalui upacara pemakaman secara kedinasan.

Christian akhirnya berhasil tiba di Kupang dan langsung menuju lokasi prosesi pemakaman.

“Saya baru tiba dari bandara. Begitu pertama kali mendengar kabar duka ini, kami langsung berusaha secepat mungkin kembali dari Sikka,” ujar Christian di hadapan keluarga almarhum dan jajaran Pemerintah Kota Kupang.

Dari Sikka, Christian menempuh perjalanan darat sekitar lima jam menuju Larantuka dengan harapan dapat melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat ke Kupang. Namun, penerbangan dari Larantuka kembali mengalami pembatalan.

“Saya sebenarnya berencana naik Hercules. Apa pun itu, saya ingin sebelum pemakaman ini ditutup, saya bisa hadir di sini,” katanya.

Keinginan tersebut akhirnya terwujud. Christian tiba di Kupang dan langsung memberikan penghormatan terakhir kepada Pommy, salah satu aparatur yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan Pemerintah Kota Kupang.

Kehilangan Sosok yang Berdedikasi

Christian mengatakan, kepergian Pommy bukan sekadar kehilangan seorang aparatur pemerintahan, tetapi juga kehilangan rekan kerja yang dikenal memiliki dedikasi, kerendahan hati dan kesabaran dalam menjalankan tugas. Ia menyampaikan apresiasi atas karya dan pengabdian almarhum selama menjadi bagian dari Pemerintah Kota Kupang.

“Kami juga mengucapkan terima kasih atas jasa-jasa dan karya-karya almarhum Pak Pommy semasa hidupnya. Pak Pommy ini kita tahu bersama orang yang penuh dedikasi, orang yang rendah hati, orang yang sabar. Beliau banyak sekali membantu tugas-tugas kita di Pemkot,” ungkapnya.

Menurut Christian, kepercayaan yang diberikan kepada Pommy untuk menjabat sebagai Kepala Dinas PRKP Kota Kupang sejak 22 Januari 2026 juga bukan tanpa alasan.

“Kami melantik beliau menjadi Kadis PRKP. Itu tidak lain dan tidak bukan karena memang beliau ini mampu bekerja dengan baik,” katanya.

Christian mengajak keluarga dan seluruh jajaran Pemerintah Kota Kupang untuk mengenang almarhum bukan hanya melalui kesedihan, tetapi juga melalui kebaikan yang telah ditinggalkannya.

“Hidup manusia tidak ditentukan oleh seberapa lama ia ada bersama kita, tetapi ditentukan oleh berapa banyak kebaikan yang telah ia tinggalkan semasa hidupnya,” tuturnya.

Ia menambahkan, kebaikan yang terus dikenang dan diteruskan kepada orang lain membuat nilai kehidupan seseorang tetap hadir meskipun telah pergi.

“Kesedihan dan air mata tidak akan menghapus sebuah kepergian yang sudah ditakdirkan. Tetapi sebuah keikhlasan adalah bentuk kasih terindah yang ada di muka bumi ini,” ujarnya.

27 Tahun 5 Bulan Mengabdi

Sebelum Christian tiba, penghormatan terakhir telah dipimpin Wakil Wali Kota Kupang Serena Cosgrova Francis, yang bertindak sebagai inspektur upacara.

Dalam amanatnya, Serena menyampaikan bahwa kepergian Pommy merupakan kehilangan bagi keluarga sekaligus bagi seluruh keluarga besar Pemerintah Kota Kupang.

“Hari ini tentu bukan hari yang mudah bagi kita semua. Kita datang untuk melepas seorang rekan kerja, seorang sahabat, sekaligus bagian dari keluarga besar Pemerintah Kota Kupang,” ujar Serena.

Pommy mengawali pengabdiannya sebagai Pegawai Negeri Sipil pada 1999. Selama 27 tahun 5 bulan, ia menjalankan berbagai tugas pemerintahan hingga dipercaya menduduki jabatan sebagai Kepala Dinas PRKP Kota Kupang.

Menurut Serena, perjalanan panjang tersebut menunjukkan bahwa pengabdian seorang ASN tidak semata-mata diukur dari jabatan yang pernah diemban, tetapi juga dari amanah, tanggung jawab dan jejak kebaikan yang ditinggalkan.

“Jabatan terakhir memang penting untuk kita ingat, tetapi saya kira bukan itu yang paling utama. Yang akan terus kita ingat adalah bagaimana beliau bekerja, bagaimana beliau hadir sebagai rekan bagi kita, dan apa yang sudah beliau tinggalkan selama menjalankan tugasnya,” katanya.

Serena menegaskan, Pemerintah Kota Kupang tidak akan melupakan pengabdian almarhum.

“Atas nama Pemerintah Kota Kupang dan seluruh jajaran, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Pommy. Terima kasih untuk 27 tahun 5 bulan pengabdian, untuk waktu, tenaga, pikiran dan dedikasi yang sudah diberikan bagi negara, pemerintah dan masyarakat Kota Kupang,” ucapnya.

Pemkot Berdiri Bersama Keluarga

Kepada keluarga yang ditinggalkan, khususnya istri almarhum Joice Esterina Odja-Marthinus, putra William Aldrich Odja, kedua orang tua Yulius Odja dan Mama Lebrince Telupere, serta seluruh keluarga besar dan rumpun keluarga terkait, Serena menyampaikan belasungkawa mendalam.

“Keluarga tidak sendiri. Keluarga besar Pemerintah Kota Kupang juga turut merasakan kehilangan dan berdiri bersama keluarga,” tuturnya.

Di penghujung amanatnya, Serena menyampaikan pesan perpisahan kepada almarhum.

“Selamat jalan, Pak Pommy. Beristirahatlah dengan tenang. Terima kasih sudah menjadi bagian dari perjalanan Pemerintah Kota Kupang. Pengabdianmu tidak akan kami lupakan,” ucap Serena.

Penghormatan terakhir tersebut turut dihadiri Ketua, para Wakil Ketua dan Anggota DPRD Kota Kupang, Ketua TP PKK Kota Kupang dr. Widya Cahya, Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry Edward Pelt, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Kupang Ellisah Pelt Tobing, para Asisten Sekda, Staf Ahli Wali Kota, pimpinan perangkat daerah, camat dan lurah, Direktur RSUD S.K. Lerik, pimpinan Perumda Kota Kupang, para ASN serta keluarga besar IKAPTK. Turut hadir Branch Manager Taspen Kupang Peter Lauremsius Samosir dan Kepala Cabang Mandiri Taspen Lohot Sidabutar.

Sebagai bagian dari pelayanan kepada keluarga ASN yang meninggal dunia, rangkaian penghormatan dilanjutkan dengan penyerahan akta kematian kepada keluarga almarhum serta santunan kematian dari PT Taspen Kupang.

Penyerahan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah bersama PT Taspen untuk memastikan keluarga mendapatkan dokumen administrasi dan hak yang menjadi bagian dari perlindungan bagi keluarga ASN.
(*/HNN)