Di tengah efisiensi anggaran, Pemkot Kupang menegaskan pendidikan tetap menjadi investasi penting untuk membangun kualitas manusia.
KUPANG, Hariannttnews.com – Gedung baru UPTD SD Inpres Oesapa resmi digunakan setelah diresmikan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, Senin (5/10/2026). Peresmian tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Kupang meningkatkan kualitas sarana pendidikan, terutama bagi sekolah yang dalam beberapa tahun terakhir menghadapi berbagai persoalan kerusakan bangunan.
Christian mengatakan, pembangunan fasilitas pendidikan tetap menjadi perhatian pemerintah meski berada dalam situasi keterbatasan dan efisiensi anggaran.
“Di tengah efisiensi ini, Pemerintah Kota Kupang terus berusaha memperbaiki lingkungan pendidikan kita,” ujar Christian.
Ia menyampaikan apresiasi kepada kepala sekolah, para guru, tenaga kependidikan, Dinas Pekerjaan Umum, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan dan pembenahan UPTD SD Inpres Oesapa.
Menurut Christian, gedung baru tidak boleh hanya dipandang sebagai tambahan bangunan fisik. Lebih dari itu, sekolah harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk belajar, bertumbuh, membangun karakter, serta mengejar cita-cita.
“Sekolah, khususnya sekolah dasar, adalah tempat anak-anak mengenal disiplin untuk pertama kali. Belajar bertanggung jawab, belajar bersahabat dengan yang lain, belajar menghargai orang lain. Di sinilah tempatnya,” tegasnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh warga sekolah menjaga lingkungan pendidikan agar tetap bersih, sehat dan aman sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik.
“Kita tidak hanya sedang membangun ruang kelas. Kita sedang membangun ruang tumbuh bagi masa depan Kota Kupang,” katanya.
Pendidikan untuk Membangun Manusia
Christian menegaskan, pembangunan kota tidak cukup hanya diukur dari jumlah infrastruktur yang dibangun. Menurutnya, kualitas manusia menjadi bagian penting dari keberhasilan pembangunan.
“Kalau kita ingin membangun kota yang maju, kita tidak cukup hanya membangun infrastrukturnya. Kita harus membangun manusianya melalui pendidikan, kesehatan, karakter, dan kehidupan sosial yang baik,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Christian juga menitipkan pesan khusus kepada para guru agar tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi turut membantu anak-anak mempertahankan mimpi dan cita-cita mereka. Ia mengingatkan bahwa setiap anak memiliki potensi untuk meraih cita-cita. Namun, mimpi tersebut perlu terus dijaga ketika mereka tumbuh dan menghadapi berbagai tantangan.
“It’s not about a big dream, it’s about how you keep that big dream when you grow old,” ungkapnya.
Menurut Christian, tugas pendidikan bukan sekadar membuat anak-anak memiliki cita-cita, tetapi juga memastikan mereka tidak kehilangan keyakinan terhadap cita-cita tersebut ketika beranjak dewasa.
“Tugas kita bukan hanya membuat anak-anak bermimpi, tetapi menjaga agar mereka tidak kehilangan mimpi itu ketika mereka tumbuh dewasa,” pungkasnya.
Perjalanan Pembangunan SD Inpres Oesapa
Sementara itu, Plt. Kepala UPTD SD Inpres Oesapa, Restiana Embong, menjelaskan bahwa sekolah tersebut awalnya memiliki enam ruang kelas.
Pada 2013, sekolah memperoleh bantuan tambahan lima ruang kelas, satu ruang guru dan satu ruang UKS. Kemudian pada 2017, kembali dibangun empat ruang serta satu perpustakaan. Namun, fasilitas sekolah sempat mengalami kerusakan akibat berbagai kondisi.
Pada 2021, sejumlah bangunan terdampak badai Seroja. Selanjutnya, pada 2022, Kementerian Pekerjaan Umum memberikan bantuan perbaikan atap dan plafon.
Kerusakan kembali terjadi pada 2025 ketika sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan berat. Pemerintah kemudian memberikan dukungan untuk mengganti dan memperbaiki fasilitas yang rusak.
Restiana menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Kupang dan Pemerintah Kota Kupang atas perhatian terhadap keberlangsungan dan peningkatan kualitas pendidikan di UPTD SD Inpres Oesapa.
Ia berharap gedung baru tersebut dapat memberikan ruang belajar yang lebih layak bagi peserta didik sekaligus mendukung peningkatan kualitas proses belajar mengajar.
Peresmian turut dihadiri Pdt. Aksamina F.B. Banik-Selly, dari GMIT Nasaret Oesapa Timur, perwakilan BPDAS Benain Noelmina Bayu Adrian Victorino, perwakilan Satker Pelaksana Prasarana Strategis NTT Victor Aprianus Nalle, perwakilan Polda NTT IPTU Berto Apelabi, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang beserta jajaran, Manager Persemaian Fatukoa Antonius Malo Ki’I, Camat Kelapa Lima, Lurah Oesapa serta Koordinator Pengawas. (HNN)


















