Tim Poltekkes Kemenkes Kupang melakukan pemeriksaan fisik dan skrining perkembangan balita untuk mendukung deteksi dini masalah tumbuh kembang anak.
TUNFEU, Hariannttnews.com – Sebanyak 36 balita mengikuti kegiatan pemantauan tumbuh kembang yang dilaksanakan tim pengabdian kepada masyarakat dari Program Studi DIII Kebidanan Poltekkes Kemenkes Kupang di Posyandu Senyum, Dusun I Tunfeu.
Kegiatan ini bertujuan mengetahui kondisi pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini melalui pemeriksaan antropometri serta skrining perkembangan menggunakan instrumen Denver Developmental Screening Test (DDST).
Kedatangan tim dosen dan mahasiswa disambut antusias oleh Kepala Dusun I Tunfeu dan para kader Posyandu Senyum. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat sekaligus berkaitan dengan kegiatan praktik kerja lapangan (PKL) mahasiswa.
Salah satu dosen Poltekkes Kemenkes Kupang, Ni Luh Made Diah Putri Anggaraeningsih, yang akrab disapa Bidan Diah, menjelaskan bahwa pemantauan pertumbuhan balita di wilayah Dusun I Tunfeu selama ini telah rutin dilakukan melalui pelayanan Pustu Tunfeu.
Menurutnya, pelayanan yang berjalan selama ini lebih berfokus pada penimbangan berat badan, pengukuran panjang badan, pemberian vitamin A, dan obat cacing. Sementara itu, pemantauan aspek perkembangan anak secara khusus masih perlu ditingkatkan.
“Pemantauan pertumbuhan anak selama ini sudah rutin dilakukan. Namun, perkembangan anak juga perlu mendapat perhatian khusus agar aspek motorik kasar, motorik halus, kemampuan bahasa, dan sosial anak dapat diketahui sejak dini,” demikian penjelasan Bidan Diah mengenai pentingnya kegiatan tersebut kepada media, Rabu (14/10/2026).
Untuk itu, tim dosen dan mahasiswa melakukan pemeriksaan antropometri yang meliputi penimbangan berat badan, pengukuran panjang badan, lingkar lengan atas, serta lingkar kepala. Pemeriksaan kemudian dilengkapi dengan skrining perkembangan menggunakan DDST sesuai prosedur yang berlaku.
Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran lebih menyeluruh mengenai kondisi balita, sehingga apabila ditemukan indikasi keterlambatan atau masalah perkembangan, anak dapat memperoleh tindak lanjut yang sesuai.
Pentingnya Deteksi Dini Perkembangan Anak
Sementara itu, Bidan Martina F. Diaz, yang juga dikenal sebagai Bidan Ina dalam bahan kegiatan, menekankan pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak usia dini dalam mempersiapkan kualitas sumber daya manusia pada masa mendatang.
Pemantauan secara berkala melalui pelayanan posyandu dinilai dapat membantu orang tua dan tenaga kesehatan mengetahui kondisi pertumbuhan serta perkembangan anak. Pemeriksaan dengan alat ukur sederhana juga dapat menjadi langkah awal untuk mengenali kondisi yang memerlukan perhatian lebih lanjut.
“Pemantauan tumbuh kembang anak perlu dilakukan secara rutin. Dengan pemeriksaan yang tepat, kondisi anak dapat diketahui lebih awal sehingga orang tua dan tenaga kesehatan bisa menentukan langkah pendampingan yang sesuai,” Ungkapnya.
Bidan Ina juga menyoroti pentingnya pemantauan tumbuh kembang secara teratur untuk membantu mengenali kondisi anak, baik dari sisi fisik maupun perkembangan psikososialnya.
Menurutnya, hasil pemantauan dapat menjadi dasar bagi orang tua dan tenaga kesehatan untuk memberikan stimulasi serta perawatan yang sesuai dengan kebutuhan anak. Pengukuran fisik perlu dilengkapi dengan skrining perkembangan agar potensi masalah tidak hanya dinilai berdasarkan berat dan panjang badan.
Senada dengan itu, Bidan Nurlaela Al’Tadom menekankan bahwa deteksi dini membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari tenaga kesehatan, kader posyandu hingga orang tua.
Pemanfaatan instrumen skrining perkembangan dapat membantu mengidentifikasi anak yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Dengan demikian, tindak lanjut dapat dilakukan lebih cepat sesuai hasil penilaian tenaga kesehatan.
Kolaborasi Kader dan Orang Tua Jadi Kunci
Pemantauan tumbuh kembang anak tidak berhenti pada kegiatan pemeriksaan di posyandu. Perhatian dan stimulasi yang berkelanjutan di lingkungan keluarga juga menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan anak.
Kader posyandu memiliki peran dalam membantu pelaksanaan pelayanan serta mengedukasi orang tua mengenai pentingnya pemantauan rutin. Sementara itu, orang tua diharapkan aktif memperhatikan perubahan kemampuan anak dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila menemukan tanda-tanda yang mengkhawatirkan.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, tim Prodi DIII Kebidanan Poltekkes Kemenkes Kupang diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat Dusun I Tunfeu mengenai pentingnya pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita secara menyeluruh.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa posyandu tidak hanya menjadi tempat penimbangan berat badan, tetapi juga ruang penting untuk mendukung deteksi dini dan pemantauan perkembangan anak melalui kerja sama tenaga kesehatan, kader, dan keluarga. (HNN)


















