Cegah Penyakit Paru dari Rumah, Poltekkes Kupang Edukasi Keluarga di Desa Tunfeu

Edukasi kesehatan di Dusun III Desa Tunfeu mengajak keluarga mengurangi paparan asap rokok, debu, dan polusi udara di lingkungan rumah.

TUNFEU, Hariannttnews.com – Upaya mencegah penyakit paru perlu dimulai dari lingkungan keluarga. Kesadaran menjaga kualitas udara di dalam rumah, menghindari paparan asap rokok, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan seluruh anggota keluarga.

Hal tersebut menjadi fokus kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan dosen dan mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Kupang di Dusun III, Desa Tunfeu, pada Kamis (15/10/2026).

Kegiatan yang dikoordinasikan oleh dosen Sarjana Terapan Kebidanan, Ummi Kaltsum S. Saleh, SST., M.Keb., ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai peran keluarga dalam mencegah penyakit paru serta mengendalikan berbagai faktor risiko di lingkungan tempat tinggal.

Mayoritas peserta yang mengikuti kegiatan tersebut merupakan kaum ibu. Mereka mendapatkan edukasi mengenai faktor-faktor yang dapat memengaruhi kesehatan paru, termasuk paparan asap rokok, asap dari kegiatan memasak, debu, polusi udara, dan ventilasi rumah yang kurang memadai.

Dalam penyampaian materi, masyarakat diajak memahami bahwa kebiasaan sehari-hari dan kondisi lingkungan rumah dapat berpengaruh terhadap kesehatan pernapasan. Karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan melalui kebiasaan hidup sehat dan pengurangan paparan terhadap sumber pencemaran udara di dalam rumah.

Langkah sederhana yang dapat diterapkan antara lain memastikan sirkulasi udara berjalan baik, tidak merokok di dalam rumah, menjaga kebersihan lingkungan, serta mengurangi paparan asap dari aktivitas memasak.

Keluarga Menjadi Kunci Pencegahan

Ummi Kaltsum S. Saleh menekankan pentingnya peran keluarga dalam membangun lingkungan rumah yang sehat. Pengetahuan mengenai faktor risiko penyakit paru diharapkan tidak berhenti pada pemahaman, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pencegahan penyakit paru dapat dimulai dari rumah melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Keluarga perlu memahami faktor risiko di lingkungan tempat tinggal, seperti asap rokok, asap memasak, debu, dan kurangnya ventilasi. Dengan meningkatkan kesadaran dan menerapkan perilaku hidup sehat, kita dapat membantu mengurangi paparan yang berisiko terhadap kesehatan paru,” ujar Ummi Kaltsum.

Ia juga menegaskan bahwa upaya menjaga kesehatan keluarga bukan hanya menjadi tanggung jawab kaum ibu, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh anggota keluarga.

Perempuan memang kerap berperan penting dalam mengelola rumah tangga, merawat anak, dan memperhatikan kesehatan keluarga. Namun, menciptakan lingkungan rumah yang sehat membutuhkan komitmen bersama, termasuk kebiasaan tidak merokok di dalam ruangan dan menjaga kebersihan serta sirkulasi udara.

Masyarakat Antusias Mengikuti Edukasi

Selama kegiatan berlangsung, masyarakat menunjukkan antusiasme melalui partisipasi dalam diskusi dan penyampaian pertanyaan mengenai upaya menjaga kesehatan paru di lingkungan keluarga.

Interaksi tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan edukasi karena memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memahami materi sekaligus menghubungkannya dengan kondisi lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Kupang.

Mahasiswa memperoleh pengalaman dalam berkomunikasi dengan masyarakat, menyampaikan edukasi kesehatan, serta mendorong penerapan langkah promotif dan preventif di tingkat keluarga dan komunitas.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Kupang diharapkan dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan penyakit paru dan pengendalian faktor risiko di lingkungan rumah tangga.

Partisipasi masyarakat Dusun III, Desa Tunfeu, menjadi modal penting untuk mendorong penerapan perilaku hidup sehat secara berkelanjutan. Dengan keterlibatan seluruh anggota keluarga, upaya menciptakan rumah yang sehat dapat menjadi langkah awal untuk menjaga kesehatan pernapasan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (HNN)