Hariannttnews.com – Kupang, Semangat membangun budaya literasi di kalangan generasi muda terus digaungkan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam rangka memperingati Hari Buku Nasional Tahun 2026, Pemerintah Provinsi NTT bersama Bank Indonesia Provinsi NTT, Balai Bahasa Provinsi NTT, dan Pokja Bunda Literasi menggelar Program Pendampingan Literasi Generasi Muda, Selasa (26/5/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan melibatkan ribuan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di seluruh wilayah NTT, baik secara luring maupun daring. Hadir dalam kegiatan itu Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen RI, Hafidz Muksin, S.Sos., M.Si., Staf Ahli Gubernur NTT Bidang Kesejahteraan Rakyat, Henderina Sintiche Laiskodat, SP., M.Si., yang mewakili Gubernur NTT, Bunda Literasi Provinsi NTT, Mindriyati Astiningsih Laka Lena, Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Kepala Pusat Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kepala Balai Bahasa Provinsi NTT, pimpinan OPD lingkup Pemprov NTT, para kepala sekolah, guru, hingga siswa-siswi SD, SMP, SMA, dan SMK se-NTT.
Dalam sambutannya, Bunda Literasi Provinsi NTT, Mindriyati Astiningsih Laka Lena, mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan literasi sebagai budaya yang tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, kebiasaan membaca dan belajar perlu ditanamkan sejak usia dini agar generasi muda NTT mampu tumbuh menjadi pribadi yang kritis, kreatif, dan percaya diri menghadapi perkembangan zaman.
“Literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi juga membangun cara berpikir dan karakter generasi muda agar siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Staf Ahli Gubernur NTT Bidang Kesejahteraan Rakyat, Henderina Sintiche Laiskodat, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTT dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan budaya literasi di daerah. Ia berharap kolaborasi lintas sektor yang telah terbangun dapat terus diperkuat demi menciptakan generasi muda NTT yang unggul dan berdaya saing.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen RI, Hafidz Muksin. Ia menilai semangat kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung gerakan literasi di NTT merupakan langkah positif dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
Menurut Hafidz, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter, memperluas wawasan, dan meningkatkan kualitas generasi bangsa.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, menekankan pentingnya penguatan literasi ekonomi dan keuangan sejak dini. Generasi muda, kata dia, perlu memahami pengelolaan keuangan, stabilitas ekonomi, serta peran Bank Indonesia agar mampu mengambil keputusan ekonomi secara bijak di masa mendatang.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan literasi generasi muda, Bank Indonesia Provinsi NTT juga melaksanakan Edukasi Literasi Kebanksentralan secara serentak di 151 SMA dan SMK di seluruh NTT. Dalam kegiatan itu, para siswa diberikan pemahaman mengenai peran Bank Indonesia, pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak, pengendalian inflasi, hingga pentingnya menjaga stabilitas ekonomi demi kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan tersebut sekaligus mencatatkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori Pelaksanaan Edukasi Kebanksentralan secara Hybrid dengan Jumlah Peserta Terbanyak. Rekor diberikan atas partisipasi 15.636 siswa-siswi tingkat SD hingga SMA dari seluruh wilayah NTT yang mengikuti edukasi secara daring maupun luring.
Pengukuhan Rekor MURI itu menjadi simbol kuatnya kolaborasi dan komitmen bersama antara Pemerintah Provinsi NTT, Bank Indonesia Provinsi NTT, Balai Bahasa Provinsi NTT, Pokja Bunda Literasi, serta seluruh pemangku kepentingan dalam membangun generasi muda yang tidak hanya kuat dalam literasi membaca, tetapi juga memiliki pemahaman ekonomi dan keuangan sejak dini.
Melalui momentum Hari Buku Nasional 2026, semangat literasi diharapkan terus tumbuh di seluruh wilayah NTT dan menjadi gerakan bersama dalam menciptakan generasi muda yang cerdas, kritis, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (*/MN)


















