Hariannttnews.com – Kupang, Minggu pagi (21/6/2026), suasana di kawasan Bundaran PU Kota Kupang, tepatnya di sekitar Jembatan Merah Putih Liliba, tampak berbeda dari biasanya. Di tengah terik matahari yang mulai menyelimuti ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), puluhan pegawai BPJS Ketenagakerjaan NTT bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang turun langsung ke lapangan membawa bibit-bibit pohon pucuk merah.
Sebanyak 50 bibit pohon ditanam dalam kegiatan bertajuk “BPJSTK Go Green: Kita Jaga Pekerja, Pekerja Jaga Bumi”, sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 10.00 Wita. Seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti sesi foto bersama di lokasi penanaman sebagai simbol komitmen kolektif menjaga lingkungan. Setelah itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan NTT, Wawan Burhanuddin, bersama Sekretaris DLHK Kota Kupang, Achmad Likur, melakukan penanaman pohon secara simbolis yang kemudian diikuti seluruh karyawan BPJS Ketenagakerjaan.

Pemandangan menarik terlihat usai proses penanaman. Satu unit mobil tangki air milik DLHK Kota Kupang langsung bergerak menyusuri lokasi untuk menyiram bibit-bibit yang baru ditanam, memastikan pohon-pohon muda tersebut mendapat perawatan sejak hari pertama.
Bagi BPJS Ketenagakerjaan, kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, penanaman pohon menjadi bagian dari gerakan sukarela pegawai yang dikenal dengan program Employee Volunteering.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan NTT, Wawan Burhanuddin, menjelaskan bahwa program tersebut lahir dari inisiatif para pegawai untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat dan lingkungan.
“Program ini merupakan bagian dari Employee Volunteering BPJS Ketenagakerjaan, yaitu kegiatan sukarela yang diinisiasi oleh para pegawai untuk berkontribusi melalui berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.
Menurut Wawan, penanaman pohon dipilih karena memiliki dampak jangka panjang yang dapat dirasakan oleh masyarakat lintas generasi.
“Harapan kami, pohon-pohon yang ditanam hari ini dapat menjadi legacy atau warisan dari BPJS Ketenagakerjaan untuk membantu menjaga ekosistem bumi sekaligus memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” katanya.
Ia menjelaskan, kawasan Bundaran PU dipilih karena merupakan salah satu jalur strategis dan wajah Kota Kupang yang setiap hari dilalui ribuan warga. Selain mempercantik kawasan, keberadaan pohon juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan dan memperluas ruang hijau di kota yang terus berkembang tersebut.
Wawan menegaskan bahwa komitmen BPJS Ketenagakerjaan tidak berhenti pada proses penanaman semata. Pihaknya akan terus memantau perkembangan pohon-pohon tersebut agar dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang.
“Kegiatan ini bukan sekadar program seremonial, melainkan bentuk kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan. Kami juga mengajak instansi pemerintah, lembaga vertikal, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat untuk melakukan gerakan serupa demi menghijaukan Kota Kupang dan NTT,” tambahnya.
Apresiasi atas langkah tersebut datang dari Pemerintah Kota Kupang. Sekretaris DLHK Kota Kupang, Achmad Likur, menyebut inisiatif BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk kepedulian yang patut dicontoh oleh berbagai pihak.
“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan Provinsi NTT. Kami melihat adanya kepedulian yang sangat tinggi terhadap upaya menjaga dan melestarikan lingkungan hidup melalui kegiatan penanaman anakan pohon,” katanya.
Menurut Achmad, keberadaan ruang hijau menjadi semakin penting di tengah pertumbuhan penduduk dan meningkatnya tantangan lingkungan perkotaan. Karena itu, langkah penghijauan yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan dinilai memberikan manfaat besar, tidak hanya bagi masyarakat saat ini tetapi juga bagi generasi mendatang.
Ia juga memberikan penghargaan kepada Kepala BPJS Ketenagakerjaan NTT yang dinilai memiliki komitmen kuat terhadap pelestarian lingkungan.
Sebagai bentuk dukungan, DLHK Kota Kupang telah menyiapkan sistem perawatan rutin terhadap tanaman yang ditanam. Salah satunya dengan mengerahkan mobil tangki air untuk melakukan penyiraman secara berkala.
“Langkah selanjutnya, kami akan menyiapkan mobil tangki air untuk melakukan penyiraman secara rutin. Lokasi ini juga masuk dalam kawasan yang telah memiliki jadwal pemeliharaan dan perawatan, sehingga tanaman yang baru ditanam dapat tumbuh dan berkembang dengan baik,” jelasnya.
Achmad berharap kolaborasi yang terjalin antara pemerintah dan BPJS Ketenagakerjaan ini dapat menjadi contoh bagi BUMN, BUMD, komunitas, hingga masyarakat luas untuk turut ambil bagian dalam gerakan penghijauan Kota Kupang.
Di bawah langit cerah Kota Kupang, 50 bibit pucuk merah kini berdiri berjejer di sepanjang kawasan Bundaran PU. Ukurannya memang masih kecil, namun harapan yang ditanam bersama bibit-bibit itu jauh lebih besar: menghadirkan Kota Kupang yang lebih hijau, lebih teduh, dan lebih sehat bagi generasi yang akan datang.
Dari perlindungan pekerja menuju perlindungan bumi, BPJS Ketenagakerjaan NTT menegaskan bahwa menjaga lingkungan adalah investasi masa depan yang nilainya tak ternilai. (HNN)


















