Hariannttnews.com – Kupang, Pemerintah Kota Kupang mewujudkan pembangunan berbasis data. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS), sekaligus mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif memberikan data yang akurat dan jujur.
Dukungan tersebut disampaikan saat menerima audiensi Kepala BPS Kota Kupang, Ivadia Elmina Patola, S.ST., M.T., bersama jajaran di ruang kerja Wali Kota, Senin (22/6).
Turut mendampingi Wali Kota dalam pertemuan tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ignasius R. Lega, Kabag Ekonomi Setda Kota Kupang, serta Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang.
Dalam audiensi tersebut, Christian Widodo menegaskan kesiapan Pemerintah Kota Kupang untuk mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Dukungan itu antara lain diwujudkan melalui penerbitan surat edaran yang mengimbau masyarakat dan pelaku usaha agar berpartisipasi aktif dalam pendataan.
Menurutnya, data yang valid merupakan fondasi utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Karena itu, masyarakat diminta memberikan informasi yang benar, lengkap, dan jujur kepada petugas sensus.
“Data yang akurat akan membantu pemerintah memahami kondisi riil masyarakat dan dunia usaha. Dengan data yang baik, kita bisa menyusun kebijakan yang tepat, mendorong pertumbuhan usaha, membuka lapangan kerja, dan memastikan pembangunan ekonomi Kota Kupang berjalan lebih terarah dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Tidak hanya memberikan dukungan secara administratif, Wali Kota juga menunjukkan komitmen nyata dengan membuka Rumah Jabatan Wali Kota sebagai salah satu lokasi pendataan. Pada hari yang sama, Christian Widodo bersama Ketua TP PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya, menerima langsung petugas sensus yang didampingi Kepala BPS Kota Kupang.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk keteladanan sekaligus upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap pentingnya sensus ekonomi.
“Saya ingin menunjukkan bahwa sensus ini penting bagi semua. Karena itu saya dan keluarga siap menerima petugas sensus. Saya berharap seluruh warga dan pelaku usaha juga melakukan hal yang sama,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa setiap data yang diberikan masyarakat memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan daerah dan nasional ke depan.
“Data yang akurat itu adalah fondasi pembangunan bangsa yang kuat. Setiap data yang kita berikan adalah masa depan bangsa. Oleh karena itu, mari kita berikan data dengan akurat, benar, dan jujur,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Christian juga menggaungkan slogan BPS Kota Kupang, yakni TIR. T berarti menerima kedatangan petugas dengan baik, I berarti mengisi data secara benar dan jujur, serta R berarti rahasia data responden dijamin aman dan terlindungi.
Sementara itu, Kepala BPS Kota Kupang, Ivadia Elmina Patola, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali untuk memotret kondisi dan struktur perekonomian masyarakat secara menyeluruh.
Menurutnya, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 memiliki pendekatan yang berbeda dibandingkan periode sebelumnya karena membutuhkan kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan.
Sejak pertengahan Juni, petugas sensus telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendataan terhadap berbagai aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari usaha mikro hingga sektor usaha lainnya.
Data yang terkumpul nantinya akan menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam merancang program pembangunan, kebijakan ekonomi, hingga berbagai intervensi yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Meski demikian, pelaksanaan sensus di lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya kesulitan menemui pelaku usaha yang memiliki mobilitas tinggi, serta keraguan sebagian responden untuk memberikan informasi terkait omzet maupun aset usaha.
Karena itu, pihaknya menyambut baik dukungan Pemerintah Kota Kupang yang akan menerbitkan surat imbauan guna meningkatkan partisipasi masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan Bapak Wali Kota. Dukungan ini sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus membantu petugas dalam memperoleh data yang lengkap dan berkualitas,” kata Ivadia.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Wali Kota Kupang juga telah menyatakan kesediaannya untuk melakukan pencanangan Sensus Ekonomi 2026 bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Kupang dalam waktu dekat.
Pencanangan tersebut diharapkan menjadi momentum strategis untuk meningkatkan kesadaran publik, memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan, sekaligus mendorong partisipasi aktif pelaku usaha dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026.
Dengan dukungan pemerintah daerah, partisipasi masyarakat, dan kerja keras petugas di lapangan, Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu menghasilkan data berkualitas yang menjadi pijakan kuat bagi pembangunan ekonomi Kota Kupang yang lebih inklusif, terarah, dan berkelanjutan di masa mendatang. (*)


















