289 Petugas Siap Bergerak, Pemkot Kupang Resmi Mulai Sensus Ekonomi 2026

Hariannttnews.com – Kupang, Pemerintah Kota Kupang bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kupang resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 tingkat Kota Kupang di Lapangan Kantor Wali Kota Kupang, Rabu (24/6). Momentum tersebut menjadi penanda dimulainya pendataan ekonomi terbesar di Indonesia yang akan menjadi fondasi perencanaan pembangunan daerah selama satu dekade ke depan.

Pencanangan dilakukan secara simbolis melalui penekanan tombol sirene oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, didampingi Kepala BPS Kota Kupang, Ivadia Elmina Patola, S.ST., M.T., serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Kegiatan ini turut dihadiri para pimpinan perangkat daerah, camat dan lurah se-Kota Kupang, serta ratusan petugas Sensus Ekonomi 2026 yang akan bertugas melakukan pendataan di seluruh wilayah kota.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menegaskan bahwa sensus ekonomi bukan sekadar kegiatan pendataan, melainkan langkah strategis untuk memastikan setiap kebijakan pembangunan didasarkan pada kondisi nyata masyarakat.

Menurutnya, pembangunan yang efektif hanya dapat diwujudkan jika pemerintah memiliki data yang akurat dan terpercaya.

“Petugas sensus bukan hanya pendata atau pencatat data, tetapi mereka adalah penghubung antara mimpi kita tentang kota yang lebih baik dengan realita yang ada di lapangan,” ujar Christian Widodo.

Ia sengaja memilih lokasi pencanangan di lingkungan Kantor Wali Kota agar lebih dekat dengan para petugas sensus sebagai bentuk penghargaan atas tugas penting yang mereka emban.

Christian menekankan bahwa berbagai program pemerintah, mulai dari penanganan kemiskinan, bantuan sosial, hingga pelayanan bagi kelompok rentan, hanya dapat berjalan tepat sasaran jika didukung data yang valid.

“Kalau kita tidak tahu keluarga miskin ada di mana, masyarakat yang membutuhkan bantuan ada di mana, atau lansia berada di kelurahan mana, maka kita akan kesulitan menyusun program yang tepat sasaran. Semua itu bermula dari data yang baik,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BPS Kota Kupang atas kontribusinya dalam menyediakan data statistik yang selama ini menjadi rujukan pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan.

Tak hanya itu, penghargaan khusus diberikan kepada seluruh petugas sensus yang akan bertugas langsung di tengah masyarakat. Menurutnya, pekerjaan mereka memiliki nilai kemanusiaan yang sangat besar karena setiap data yang dikumpulkan berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.

“Di setiap data yang dicatat dengan akurat, ada wajah keluarga yang berharap, ada anak-anak yang bermimpi mendapatkan pendidikan yang lebih baik, dan ada masyarakat yang berharap memperoleh perhatian pemerintah,” katanya.

Wali Kota juga mengingatkan bahwa tugas di lapangan tidak selalu mudah. Karena itu, ia meminta seluruh petugas untuk tetap mengedepankan sikap ramah, profesional, sabar, dan menjunjung tinggi integritas saat melakukan pendataan.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Kota Kupang telah menerbitkan instruksi kepada camat, lurah, RT, dan RW untuk mendukung penuh pelaksanaan sensus. Selain itu, surat edaran juga akan disampaikan kepada pelaku usaha dan masyarakat agar menerima petugas sensus serta memberikan informasi yang benar dan lengkap.

“Petugas sensus tidak perlu ragu. Pemerintah Kota Kupang ada bersama kalian dan mendukung penuh pelaksanaan kegiatan ini,” tegasnya.

Christian juga mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan data yang jujur dan akurat. Ia memastikan seluruh informasi yang disampaikan masyarakat akan dijaga kerahasiaannya sesuai ketentuan yang berlaku.

“Masa depan bangsa tidak bisa dibangun berdasarkan asumsi atau perkiraan, tetapi harus berdasarkan data dan kondisi nyata di lapangan. What gets measured gets managed,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Kupang, Ivadia Elmina Patola, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan kegiatan statistik terbesar di bidang ekonomi yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali secara nasional.

Menurutnya, sensus ini bertujuan memotret seluruh aktivitas ekonomi masyarakat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Untuk pelaksanaan di Kota Kupang, BPS mengerahkan sebanyak 289 petugas yang terdiri dari 255 petugas pendata lapangan dan 34 petugas pemeriksa lapangan.

Pendataan telah dimulai sejak 15 Juni 2026 dan akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Kegiatan ini mencakup enam kecamatan, 51 kelurahan, serta seluruh bangunan, keluarga, dan unit usaha yang bergerak di berbagai sektor ekonomi.

Ivadia mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung kelancaran sensus dengan menerima petugas dan memberikan informasi yang benar.

“Data yang dikumpulkan akan menjadi dasar perencanaan dan evaluasi pembangunan. Karena itu seluruh petugas harus bekerja dengan penuh integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab,” ujarnya.

Melalui pencanangan Sensus Ekonomi 2026 ini, Pemerintah Kota Kupang dan BPS Kota Kupang berharap terbangun partisipasi aktif masyarakat dalam menyediakan data ekonomi yang akurat, sehingga pembangunan daerah dapat dirancang lebih tepat sasaran, inklusif, dan berkelanjutan. (*)