Lestarikan Budaya dan Gerakkan UMKM, Festival Naikoten II Dapat Apresiasi Wali Kota

Christian Widodo menilai festival budaya memperkuat persatuan, membangun karakter masyarakat, dan membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM.

KUPANG, Hariannttnews.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, mengapresiasi penyelenggaraan Festival Budaya Kelurahan Naikoten II yang dinilai tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya daerah, tetapi juga memperkuat persatuan masyarakat dan menggerakkan perekonomian lokal melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Apresiasi tersebut disampaikan Christian Widodo saat membuka Festival Budaya Kelurahan Naikoten II di Kantor Delsos, St. Yoseph Naikoten II, Senin (12/10/2026).

Dalam sambutannya, Christian menegaskan bahwa pembangunan Kota Kupang tidak boleh hanya berfokus pada pembangunan fisik dan infrastruktur. Menurutnya, pembangunan manusia melalui pendidikan, kesehatan, pembentukan karakter, serta penguatan sikap toleransi juga harus menjadi perhatian bersama.

Ia menilai festival budaya merupakan salah satu bentuk pembangunan manusia karena memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengenal, menjaga, dan meneruskan tradisi kepada generasi berikutnya.

“Melalui kegiatan ini, kita melestarikan budaya, membangun karakter manusia, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. Kita melihat ada belasan UMKM yang terlibat. Artinya, kegiatan budaya juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan ekonomi keluarga,” jelas Christian.

Menurutnya, keterlibatan belasan UMKM dalam festival tersebut menunjukkan bahwa kegiatan budaya dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Selain menjadi ruang ekspresi seni dan tradisi, festival juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk mereka kepada pengunjung.

Keberagaman Menjadi Kekuatan Kota Kupang

Christian juga menyebut Kelurahan Naikoten II sebagai miniatur Kota Kupang karena masyarakatnya terdiri atas beragam suku dan etnis yang hidup berdampingan.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga keberagaman dan melestarikan warisan budaya dari berbagai kelompok etnis yang menjadi bagian dari kekayaan Kota Kupang.

Menurutnya, budaya tidak hanya dipandang sebagai warisan leluhur, tetapi juga sebagai titipan bagi generasi mendatang yang wajib dijaga dan diteruskan.

“Kalau kita memandang budaya hanya sebagai warisan, kita bisa merasa bahwa budaya itu sepenuhnya milik kita. Tetapi jika kita menyadari bahwa budaya juga merupakan pinjaman dari anak cucu kita, maka kita akan menjaganya dengan baik karena suatu saat harus kita teruskan kepada mereka,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa perbedaan suku, etnis, dan latar belakang bukanlah penghalang untuk membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan yang mempererat persaudaraan dan memperkokoh persatuan.

“Keberagaman di Kota Kupang tidak pernah menjadi penghalang, tetapi selalu menjadi kekuatan. Tidak pernah menjadi jarak pemisah, tetapi menjadi jembatan. Persatuan itu bukan berarti kita harus menjadi sama, melainkan mampu berjalan bersama walaupun berbeda,” tegasnya.

Wali Kota Apresiasi Dukungan Masyarakat

Dalam kesempatan tersebut, Christian Widodo turut menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Naikoten II atas dukungan yang selama ini diberikan kepada Pemerintah Kota Kupang.

Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas tiga penghargaan yang diterima Kota Kupang dalam kurun waktu dua minggu, yakni peringkat ketiga dalam akses dan kualitas pelayanan kesehatan untuk kawasan Indonesia Timur, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua; peringkat kedua dalam implementasi program bedah rumah tiga juta rumah; serta peringkat pertama Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) terbaik wilayah Indonesia Timur.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Kupang, disertai dukungan dan doa masyarakat.

“Tidak ada superman, yang ada itu super team. Karena itu, dengan segala kerendahan hati, saya ingin berterima kasih kepada seluruh warga Kota Kupang, khususnya warga Naikoten II, yang telah mendukung pemerintah selama ini,” ungkapnya.

Festival Jadi Wadah Kreativitas Warga

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Budaya Kelurahan Naikoten II, Rio Ndun, menjelaskan bahwa festival tersebut bertujuan mempererat persaudaraan, memperkuat kebersamaan warga, serta melestarikan seni dan budaya daerah.

Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi generasi muda dan masyarakat untuk mengembangkan bakat serta kreativitas melalui sejumlah perlombaan, di antaranya lomba tarik kreatif Lama Holot dan fashion show untuk anak-anak maupun orang dewasa.

Rio menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang melalui pemerintah kelurahan dan Kecamatan Kota Raja atas dukungan yang diberikan. Ia juga mengapresiasi kontribusi tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, warga, sponsor, peserta, dan seluruh panitia.

Ia berharap festival budaya tersebut dapat terus menumbuhkan semangat gotong royong, memperkuat persatuan, serta meningkatkan kebanggaan masyarakat terhadap kekayaan budaya daerah.

Rio juga mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk menjunjung tinggi sportivitas, menjaga keamanan, serta menciptakan suasana yang tertib dan penuh persaudaraan selama kegiatan berlangsung.

Melalui Festival Budaya Kelurahan Naikoten II, pelestarian tradisi diharapkan dapat berjalan seiring dengan penguatan toleransi, pengembangan kreativitas masyarakat, dan pemberdayaan UMKM demi mendukung kehidupan sosial dan ekonomi warga Kota Kupang. (HNN)