Bantuan Rp16,65 juta akan disalurkan kepada 25 wartawan terdampak gempa yang rumahnya rusak dan masih bertahan di pengungsian.
KUPANG, Hariannttnews.com — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menerima donasi kemanusiaan dari PWI Jaya atau PWI Provinsi DKI Jakarta dan PWI Provinsi Jawa Timur untuk membantu wartawan yang terdampak gempa bumi di Pulau Flores.
Donasi tersebut ditransfer langsung ke rekening PWI NTT pada Senin, 24 Agustus 2026. PWI Jaya memberikan bantuan sebesar Rp11.950.000, sedangkan PWI Jawa Timur menyumbangkan Rp4.700.000. Dengan demikian, total bantuan dari kedua organisasi PWI tersebut mencapai Rp16.650.000.
Ketua PWI NTT, Hilarius F. Jahang, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PWI Jaya serta PWI Jawa Timur atas kepedulian terhadap para wartawan yang terdampak bencana.
“Sebagai Ketua PWI NTT, saya juga ucapkan terima kasih dari PWI NTT atas bantuan-bantuan tersebut, karena pasti akan sangat membantu teman-teman wartawan yang terdampak gempa Flores 15 Agustus 2026 dan gempa-gempa susulannya,” ujar Hilarius F. Jahang, yang akrab disapa Fery, Senin (24/8/2026).
Menurut Fery, berdasarkan data yang dihimpun PWI NTT, terdapat 25 wartawan yang terdampak gempa. Sebagian mengalami kerusakan rumah, baik rusak berat maupun rusak ringan. Sebagian lainnya masih bertahan di tenda-tenda pengungsian. Meski menghadapi kondisi sulit akibat bencana, para wartawan tersebut tetap menjalankan tugas jurnalistik untuk menyampaikan informasi mengenai perkembangan bencana kepada masyarakat.
“Data yang kita peroleh, banyak yang rumahnya rusak, bahkan ada yang masih bertahan di tenda-tenda pengungsian. Namun hingga saat ini mereka tetap menjalankan tugas-tugas jurnalistiknya agar masalah bencana tersebut diketahui publik,” katanya.
Fery menegaskan, bantuan yang terkumpul akan disalurkan langsung kepada wartawan yang terdampak gempa. PWI NTT, kata dia, tidak hanya akan memberikan bantuan kepada wartawan yang sudah menjadi anggota PWI, tetapi juga wartawan terdampak yang belum bergabung dalam organisasi tersebut.
“Nantinya sumbangan-sumbangan ini akan kita serahkan langsung kepada para wartawan yang terdampak gempa, baik itu wartawan yang tergabung dalam PWI NTT maupun yang belum bergabung. Semua kita bagikan,” tegasnya.
PWI NTT Buka Donasi Kemanusiaan
PWI NTT sebelumnya membuka penggalangan donasi kemanusiaan setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Gempa tersebut berpusat di laut utara Flores, sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman sekitar 15 kilometer.
Sejak dibukanya donasi, bantuan mulai berdatangan dari berbagai kalangan, termasuk wartawan dan organisasi PWI dari sejumlah daerah. Sebelum bantuan dari PWI Jaya dan PWI Jawa Timur, PWI NTT juga telah menerima donasi dari perorangan maupun lembaga.
Fery mengajak masyarakat luas untuk ikut menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat Flores yang terdampak bencana dengan memberikan bantuan sesuai kemampuan.
“Kami berharap uluran tangan dari semua masyarakat agar ikut berempati dan menunjukkan kepedulian kepada saudara-saudara kita yang tertimpa bencana dengan berdonasi seikhlasnya,” ujarnya.
Korban Gempa Capai 91 Orang Meninggal
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Minggu (23/8/2026), gempa bumi Magnitudo 7,7 di Flores telah menyebabkan 91 orang meninggal dunia, 1.286 orang luka-luka, dan 156.782 jiwa mengungsi.
Besarnya dampak bencana tersebut membuat kebutuhan bantuan kemanusiaan masih sangat diperlukan, terutama bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dan masih berada di lokasi pengungsian.
PWI NTT berharap solidaritas antarsesama wartawan dan masyarakat terus mengalir sehingga bantuan dapat segera disalurkan kepada para wartawan yang terdampak sekaligus membantu meringankan beban mereka dalam menjalankan tugas jurnalistik di tengah situasi pascabencana. (*/HNN)


















