KUPANG, Hariannttnews.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, membekali 140 lulusan Sekolah Tinggi Pastoral (STIPAS) Keuskupan Agung Kupang dengan empat kunci sukses yang dinilai menjadi fondasi menghadapi dunia kerja sekaligus kehidupan bermasyarakat. Keempat nilai tersebut adalah adaptif, fokus, disiplin, dan konsisten.
Pesan itu disampaikan saat menghadiri Wisuda Sarjana STIPAS Keuskupan Agung Kupang Angkatan XXIV Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung di Hotel Harper Kupang, Selasa (14/7).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Uskup Agung Kupang Mgr. Hironimus Pakaenoni, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama RI Drs. Suparman, S.E., M.Si., Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT Fransiskus Kariyanto, S.Ag., M.Si., Wakil Bupati Malaka Henri Melki Simu, A.Md., Atase Pendidikan Konsulat Timor-Leste, Ketua Yayasan Swastisari Keuskupan Agung Kupang, Ketua STIPAS Keuskupan Agung Kupang Dr. Florens Maxi Un Bria, S.Ag., M.Sos., jajaran senat akademik, dosen, orang tua wisudawan, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Christian Widodo mengatakan kemampuan beradaptasi menjadi syarat utama bagi generasi muda untuk tetap relevan di tengah pesatnya perkembangan teknologi, termasuk kemajuan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Menurutnya, perubahan merupakan keniscayaan yang harus dihadapi dengan semangat belajar tanpa mengabaikan nilai-nilai iman dan kemanusiaan.
Selain adaptif, ia menegaskan pentingnya memiliki fokus terhadap tujuan hidup, disiplin dalam menjalankan tanggung jawab, serta konsisten menjaga komitmen hingga mencapai cita-cita.
“Empat hal ini mungkin terdengar sederhana, tetapi justru menjadi pembeda bagi mereka yang mampu bertahan dan berhasil di tengah perubahan. Teruslah belajar, tetap rendah hati, dan jangan pernah berhenti memberikan yang terbaik di mana pun kalian berkarya,” ujarnya.
Wali Kota menekankan bahwa wisuda bukanlah garis akhir, melainkan awal dari pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak diukur dari banyaknya gelar yang dimiliki, tetapi dari manfaat yang diberikan kepada sesama.
“Bangsa ini bukan hanya membutuhkan orang-orang pintar, tetapi juga membutuhkan lebih banyak orang baik. Ukuran keberhasilan bukan seberapa banyak gelar yang kita miliki, tetapi seberapa besar manfaat yang dapat kita berikan bagi sesama,” tegasnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada STIPAS Keuskupan Agung Kupang yang dinilai telah berperan penting dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian sosial.
Menurut Christian Widodo, pembangunan daerah tidak cukup hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik seperti jalan, gedung, dan jembatan, tetapi juga melalui pembangunan kualitas manusia yang memiliki pendidikan, kesehatan, kepedulian, serta sikap saling menghormati.
Ia menilai STIPAS telah berhasil melahirkan lulusan yang mampu menjadi jembatan antara iman dan kehidupan, ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan. Karena itu, para lulusan diharapkan mampu menjaga integritas, kerendahan hati, serta semangat melayani di tengah masyarakat.
Mengakhiri sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa kemajuan sebuah kota sangat ditentukan oleh karakter masyarakatnya.
“Sebuah kota yang maju bukan hanya dibangun dari jalan-jalan yang mulus, tetapi dari hati warganya yang dipenuhi kejujuran, ketulusan, dan solidaritas. Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Jadilah pribadi yang rendah hati, bertanggung jawab, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, mengingatkan para lulusan bahwa wisuda merupakan awal dari panggilan untuk melayani masyarakat. Ia berharap para alumni STIPAS mampu menjadi saksi Kristus melalui kehidupan nyata dengan memadukan pengetahuan, integritas moral, kerendahan hati, dan semangat pelayanan dalam menghadapi tantangan zaman.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama RI, Drs. Suparman, S.E., M.Si., juga mengapresiasi perkembangan STIPAS Keuskupan Agung Kupang yang dinilainya terus mengalami peningkatan, baik dari sisi kualitas akademik, publikasi ilmiah, maupun kepercayaan masyarakat. Ia berharap para lulusan menjadi pendidik, katekis, dan pelayan pastoral yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan dan kasih Kristus dalam kehidupan bermasyarakat.
Di sisi lain, Ketua STIPAS Keuskupan Agung Kupang, Dr. Florens Maxi Un Bria, S.Ag., M.Sos., menyampaikan bahwa keberhasilan STIPAS merupakan hasil kolaborasi antara gereja, pemerintah, dosen, mahasiswa, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan. Ia menegaskan komitmen institusinya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan tinggi dan menghasilkan lulusan yang unggul, berkarakter, serta siap mengabdi bagi gereja, masyarakat, bangsa, dan negara. (PSKK/HNN)


















