BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Rp42 Juta di GMIT Kota Baru, Negara Hadir di Tengah Duka

Hariannttnews.com – Kupang, Suasana haru menyelimuti GMIT Jemaat Kota Baru usai ibadah Minggu, ketika keluarga almarhumah Veronika Anda menerima santunan kematian sebesar Rp42 juta dari BPJS Ketenagakerjaan. Santunan tersebut diserahkan kepada suami almarhumah, Bapak Petrus Mone Anda, di hadapan seluruh jemaat yang turut menjadi saksi kehadiran negara di tengah duka keluarga.

Almarhumah Veronika Anda, diketahui bekerja sebagai seorang pedagang dan telah menjadi peserta perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan sekaligus menjadi penopang untuk melanjutkan kehidupan ekonomi keluarga.

Penyerahan santunan dilakukan oleh Ketua Majelis Jemaat Kota Baru, Pdt. Febi M.B. Messakh-Frans, disaksikan para pendeta, pengurus jemaat, dan seluruh jemaat gereja yang hadir dalam ibadah Minggu pagi.

Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan NTT, Brian Permana Putra, dalam sambutannya menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian almarhumah Veronika Anda. Ia menegaskan bahwa santunan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran negara bagi masyarakat yang mengalami musibah.

“Nilai santunan ini tentu tidak bisa menggantikan kehadiran orang yang kita cintai. Tetapi setidaknya dapat membantu mengobati luka keluarga yang ditinggalkan, serta memastikan mereka tetap bisa melanjutkan kehidupan dan aktivitas ekonomi,” ujarnya.

Brian juga memberikan apresiasi kepada GMIT Kota Baru Kupang, yang dinilai memiliki kepedulian besar terhadap perlindungan sosial semua jemaatnya. Menurutnya, inisiatif gereja untuk melindungi anggota jemaat melalui program jaminan sosial merupakan langkah luar biasa dan patut dicontoh.

Ia mengungkapkan, dalam waktu dekat pihaknya juga akan menjalin kerja sama dengan Sinode GMIT agar semakin banyak jemaat di seluruh wilayah pelayanan GMIT terlindungi dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

Sementara itu, Pdt. Grace L. Pandie-Sjioen, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dukungan yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan kepada jemaat yang sedang berduka.

“Hari ini kami sangat bersyukur karena teman-teman dari BPJS Ketenagakerjaan hadir bersama kami dan memberikan bantuan kepada salah satu jemaat yang berduka. Ini sangat bermanfaat dan menunjang pelayanan diakonia kami,” ungkapnya.

Ia menambahkan, jika sebelumnya pelayanan diakonia gereja lebih bersifat karitatif, maka melalui kerja sama ini pelayanan gereja kini bergerak.

Dikesempatan terpisah, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Nusa Tenggara Timur, Wawan Burhanuddin, menegaskan bahwa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya diperuntukkan bagi pekerja formal, tetapi juga sangat penting bagi para pekerja mandiri dan sektor informal seperti pedagang, petani, nelayan, maupun pelaku usaha kecil lainnya.

Menurutnya, peristiwa yang dialami keluarga almarhumah Veronika Anda menjadi pengingat bahwa risiko kerja dan risiko kehidupan dapat terjadi kapan saja, sehingga perlindungan sosial menjadi kebutuhan penting bagi setiap pekerja.

“Kami ingin memastikan seluruh pekerja di Nusa Tenggara Timur mendapatkan perlindungan yang layak. Kehadiran BPJS Ketenagakerjaan adalah bentuk nyata negara dalam memberikan rasa aman kepada pekerja dan keluarganya. Ketika risiko terjadi, keluarga tidak dibiarkan menghadapi semuanya sendiri,” ujar Wawan.

Ia juga berharap kolaborasi bersama gereja dan berbagai komunitas masyarakat dapat semakin memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di wilayah NTT, sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Kerja sama dengan lembaga keagamaan seperti GMIT menjadi langkah strategis karena gereja hadir sangat dekat dengan masyarakat. Kami berharap semakin banyak jemaat yang terlindungi sehingga ketika terjadi musibah, keluarga tetap memiliki penopang ekonomi,” tutupnya.