BI NTT Bekali 2.319 Mahasiswa KKN GENTASKIN, Siapkan Agen Edukasi Digital dan Rupiah di Desa 3T

Hariannttnews.com – Kupang, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memperkuat sinergi dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV melalui Program Mahasiswa Berdampak Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gerakan NTT Sehat, Kuat, dan Inklusif (GENTASKIN) Batch II Tahun 2026.

Dalam rangkaian Bimbingan Teknis dan Pembekalan Mahasiswa KKN yang berlangsung secara hybrid pada 22–24 Juni 2026, BI NTT memberikan edukasi kepada 2.319 mahasiswa dan 100 dosen pendamping dari 41 perguruan tinggi di dalam maupun luar NTT.

Pembekalan tersebut menjadi bekal penting sebelum para mahasiswa diterjunkan ke desa-desa tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di NTT pada 1 Juli hingga 31 Agustus 2026. Lokasi pengabdian tersebar di 13 kabupaten, yakni Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Malaka, Belu, Flores Timur, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Timur, dan Alor.

Selain menjalankan program pemberdayaan masyarakat, para mahasiswa dibekali pemahaman mengenai implementasi transaksi digital yang aman serta pentingnya Rupiah sebagai simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Rangkaian pembekalan dibuka secara daring oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, bersama Kepala LLDIKTI Wilayah XV, Prof. Dr. Adrianus Amheka, S.T., M.Eng.

Dalam sambutannya, Menteri Brian Yuliarto menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan sehingga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia juga mengapresiasi kolaborasi BI NTT bersama para pemangku kepentingan dalam mendukung pelaksanaan KKN Tematik GENTASKIN.

Pada sesi pembekalan 24 Juni 2026, BI NTT menghadirkan dua materi utama, yakni edukasi Pelindungan Konsumen yang disampaikan Alfiana S. Jehamur dari Unit Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran (UIKSP), serta Program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah) yang dipaparkan Herry Z. Laiskodat dan Ricky Kedoh dari Unit Implementasi Pengelolaan Uang Rupiah (UIPUR).

Melalui materi tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai keamanan transaksi digital, pelindungan data pribadi, kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital, hingga cara mengenali keaslian dan merawat uang Rupiah.

Sebagai tindak lanjut, BI NTT juga menginisiasi Kompetisi PeKA Rupiah TAPUTAR DESA NTT, yang akan digelar untuk pertama kalinya pada 2026. Kompetisi ini dirancang untuk mendorong mahasiswa KKN menjadi agen edukasi di desa-desa 3T melalui penyampaian materi pelindungan konsumen dan Program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah secara kreatif, inovatif, dan mudah dipahami masyarakat.

Melalui kolaborasi bersama LLDIKTI Wilayah XV, perguruan tinggi, dosen pendamping, dan mahasiswa KKN Tematik GENTASKIN, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperluas literasi sistem pembayaran yang aman, memperkuat pelindungan konsumen, serta menumbuhkan kecintaan, kebanggaan, dan pemahaman masyarakat terhadap Rupiah hingga ke pelosok Nusa Tenggara Timur. (*)