Pemkot Kupang dan Undana Kolaborasi, 71 Tim PKM Mulai Pengabdian di Lapangan

KUPANG, Hariannttnews.com – Pemerintah Kota Kupang bersama Universitas Nusa Cendana kolaborasi dalam mendukung pembangunan daerah melalui peluncuran Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Berdampak Tahun 2026.

Sebanyak 71 tim yang terdiri atas dosen, guru besar, dan mahasiswa akan diterjunkan ke berbagai kecamatan dan kelurahan di Kota Kupang untuk menghadirkan solusi berbasis riset bagi masyarakat.

Program tersebut secara resmi diluncurkan oleh Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Kamis (30/7). Acara dihadiri jajaran pimpinan Universitas Nusa Cendana, para guru besar, dosen, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Sekda Kota Kupang Ignasius R. Lega, pimpinan perangkat daerah, camat, lurah, serta seluruh peserta PKM.

Dalam sambutannya, Serena mengapresiasi komitmen Universitas Nusa Cendana yang terus menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, perguruan tinggi akan memberikan manfaat nyata apabila ilmu pengetahuan tidak hanya berkembang di ruang akademik, tetapi juga mampu menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa pembangunan Kota Kupang merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah menghadirkan kebijakan, masyarakat menyampaikan kebutuhan dan pengalaman di lapangan, sedangkan perguruan tinggi memberikan kontribusi melalui riset, inovasi, dan sumber daya manusia yang berkualitas.

“Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan perguruan tinggi menjadi kunci untuk menghasilkan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Serena juga berharap para dosen dan mahasiswa tidak sekadar melaksanakan kewajiban akademik, tetapi menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Kupang melalui hasil penelitian dan kajian ilmiah yang dapat dijadikan dasar evaluasi maupun penyusunan kebijakan daerah.

Menurutnya, hasil pengabdian yang berbasis data lapangan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas kebijakan publik. Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah, camat, dan lurah memberikan dukungan kepada seluruh tim PKM, termasuk membantu penyediaan data serta pendampingan selama pelaksanaan kegiatan.

Wakil Wali Kota berharap hasil pengabdian masyarakat tidak berhenti sebagai laporan akademik, melainkan berkembang menjadi inovasi dan rekomendasi yang dapat diimplementasikan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Kupang.

Di akhir sambutannya, Serena menyampaikan selamat kepada seluruh 71 tim PKM Universitas Nusa Cendana Berdampak Tahun 2026 dan berharap sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi semakin kuat dalam mewujudkan Kota Kupang yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Rektor IV Universitas Nusa Cendana, Prof. Philiphi de Rozari, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut. Ia menjelaskan, Kota Kupang menjadi salah satu dari tujuh kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur yang dipilih sebagai lokasi Program PKM Berdampak Tahun 2026 sebagai bentuk penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.

Menurutnya, Universitas Nusa Cendana tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan, tetapi juga memiliki tanggung jawab menghadirkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui visi World Class Locally Relevant University.

Ia menambahkan, sebanyak 71 tim PKM akan melaksanakan pengabdian di berbagai wilayah Kota Kupang dengan mengedepankan komunikasi yang baik bersama masyarakat, menghormati nilai-nilai budaya lokal, serta menghasilkan rekomendasi dan inovasi yang mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Peluncuran Program Pengabdian kepada Masyarakat Berdampak Tahun 2026 ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Wali Kota Kupang sebagai simbol dimulainya pelaksanaan pengabdian oleh 71 tim PKM di berbagai kecamatan dan kelurahan di Kota Kupang. (*/HNN)