Gudang Farmasi PT APL Diresmikan, Wali Kota Kupang: Distribusi Obat Penentu Layanan Kesehatan

KUPANG, Hariannttnews.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa sistem distribusi obat merupakan salah satu mata rantai paling penting dalam pelayanan kesehatan. Menurutnya, kelancaran distribusi menjadi faktor penentu cepat atau lambatnya masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang dibutuhkan.

Pernyataan tersebut disampaikan saat meresmikan kantor dan gudang baru PT Anugrah Pharmindo Lestari (APL) di Kota Kupang, Rabu (5/8). Kehadiran fasilitas baru tersebut diharapkan mampu memperkuat jaringan distribusi farmasi yang aman, bermutu, dan andal bagi masyarakat Kota Kupang maupun Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dalam sambutannya, Christian mengatakan pelayanan kesehatan tidak hanya bergantung pada rumah sakit, dokter, perawat, maupun puskesmas, tetapi juga pada sistem distribusi obat yang berjalan dengan baik.

“Sering kali kita berbicara tentang pelayanan kesehatan dari sisi rumah sakit, dokter, perawat, maupun puskesmas. Padahal ada satu mata rantai penting yang tidak boleh terputus, yaitu distribusi obat. Ketika distribusi obat terhambat, maka pelayanan kesehatan juga akan ikut terhambat,” ujarnya.

Ia menilai distribusi obat bukan sekadar proses logistik, melainkan bagian dari upaya menghadirkan harapan bagi masyarakat yang sedang menanti kesembuhan.

“Mendistribusikan obat bukan hanya mendistribusikan barang, tetapi juga mendistribusikan harapan. Di setiap obat yang dikirim ada pasien yang menunggu kesembuhan, tenaga kesehatan yang menunggu untuk memberikan pelayanan tepat waktu, dan keluarga yang menaruh harapan. Karena itu, hari ini kita tidak hanya meresmikan sebuah gudang, tetapi memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” katanya.

Wali Kota juga mengapresiasi investasi PT APL melalui pembangunan kantor dan gudang baru yang memenuhi standar distribusi farmasi. Menurutnya, investasi di sektor kesehatan tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan publik, tetapi juga memberikan dampak ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan iklim investasi di daerah.

Ia menegaskan Pemerintah Kota Kupang terus berkomitmen menghadirkan kemudahan berusaha dan membangun kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Dunia usaha, TNI-Polri, komunitas, lembaga keagamaan, dan seluruh masyarakat harus bergandengan tangan. Kalau ingin berjalan jauh, kita harus berjalan bersama,” ungkapnya.

Presiden Direktur PT APL, Christophe Piganiol, mengatakan perusahaan telah melayani wilayah Kupang sejak 1996. Pembangunan kantor dan gudang baru tersebut merupakan bagian dari investasi perusahaan untuk memperkuat sistem distribusi obat berstandar internasional di Nusa Tenggara Timur.

Menurutnya, fasilitas tersebut dilengkapi ruang penyimpanan berpendingin (cold room), sistem pengendalian suhu, generator cadangan, serta sistem penyimpanan modern guna menjaga mutu obat hingga diterima oleh fasilitas pelayanan kesehatan dan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar POM Kupang, Maria Meliana Waty Parera, yang membacakan sambutan Kepala Balai Besar POM Kupang, mengapresiasi komitmen PT APL dalam menerapkan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB). Menurutnya, fasilitas baru tersebut diharapkan menjadi contoh bagi distributor farmasi lainnya dalam menjamin ketersediaan obat yang aman, bermutu, dan berkhasiat di Nusa Tenggara Timur.

Peresmian kantor dan gudang baru PT APL turut dihadiri CEO Distribution APL Denny Fikri, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, Direktur RSUD S.K. Lerik Kupang, Camat Alak, serta sejumlah pemangku kepentingan di bidang kesehatan dan farmasi.

Investasi tersebut menjadi bagian dari penguatan ekosistem pelayanan kesehatan di Nusa Tenggara Timur melalui sistem distribusi farmasi yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan. (*/HNN)