Hariannttnews.com – Kupang, Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Stevano Rizki Adranacus, menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kemajuan pendidikan tinggi di Nusa Tenggara Timur (NTT), meski tidak dapat menghadiri secara langsung Workshop Bina Talenta bertema “Artificial Intelligence (AI), Inovasi Digital, dan Kewirausahaan Mahasiswa untuk Mewujudkan Generasi Unggul Indonesia Emas 2045” yang digelar di Ballroom Marungga, Hotel Sasando, Kupang, Selasa (7/7/2026).
Komitmen tersebut disampaikan Stevano melalui sambutan video yang diputar pada pembukaan kegiatan. Workshop diikuti ratusan mahasiswa Universitas Karya Dharma (Undarma) Kupang dan menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetensi generasi muda dalam menghadapi era transformasi digital menuju Indonesia Emas 2045.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama Komisi X DPR RI serta Universitas Karya Dharma Kupang. Hadir dalam kegiatan itu Rektor Undarma Kupang Ir. Magda Silfia Yeni Laka beserta jajaran Wakil Rektor, dosen, sivitas akademika, perwakilan Rumah Aspirasi Stevano NTT, serta para narasumber, yakni Agustinus L. Brewon dari rumah aspirasi Stevano NTT, Agustinus W.S. Tokan dari LLDikti sekaligus praktisi, dan Abdul Latif Zaimulah akademisi Undarma Kupang.
Dalam sambutannya, Stevano menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir secara langsung akibat menjalankan tugas kedewanan yang tidak dapat ditinggalkan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak mengurangi komitmennya dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi di NTT.
“Perguruan tinggi bukan sekadar tempat transfer ilmu, tetapi menjadi tempat membentuk karakter, integritas, dan inovasi. Melalui forum seperti ini, kita ditantang untuk terus berpikir kritis dan responsif terhadap perkembangan zaman di era digital,” ujar Stevano.
Ia berharap rangkaian kegiatan pendidikan teknis yang dilaksanakan di sejumlah perguruan tinggi di NTT dapat menjadi ruang diskusi yang produktif sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
Agustinus L. Brewon, yang mewakili Stevano dalam kegiatan ini menambahkan bahwa ketidakhadiran anggota DPR RI tersebut bukan karena kurangnya perhatian terhadap dunia pendidikan, melainkan karena harus menjalankan amanah sebagai wakil rakyat di Senayan.
“Pak Stevano sangat berkomitmen mendukung kegiatan ini. Karena berhalangan hadir akibat tugas di DPR RI, beliau menugaskan kami dari Rumah Aspirasi Stevano NTT untuk hadir, mendengarkan langsung aspirasi sivitas akademika, serta mencatat berbagai masukan sebagai bahan tindak lanjut,” kata Agustinus.
Menurut Agustinus, sejak dipercaya menjadi anggota Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, sains, dan teknologi, Stevano terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di NTT melalui berbagai program strategis, termasuk Program Bina Talenta.
“Program ini merupakan bentuk komitmen Pak Stevano untuk mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam menghadapi transformasi digital dan perkembangan Artificial Intelligence (AI). Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi muda agar mampu bersaing di era disrupsi teknologi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Undarma Kupang dipilih sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Workshop Bina Talenta karena dinilai memiliki komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Agustinus menegaskan, kesempatan seperti ini harus menjangkau lebih banyak perguruan tinggi di NTT agar pemerataan peningkatan kualitas pendidikan dapat terwujud.
“Kami ingin kesempatan seperti ini tidak hanya dinikmati kampus-kampus tertentu. Banyak perguruan tinggi di NTT yang memiliki semangat untuk terus berkembang sehingga perlu mendapat dukungan agar mampu mencetak lulusan yang kompetitif,” tuturnya.
Selain itu, berbagai tantangan yang dihadapi perguruan tinggi swasta di NTT, seperti keterbatasan pendanaan, sertifikasi dosen, kebutuhan laboratorium, hingga penguatan infrastruktur pendidikan, juga menjadi perhatian Stevano dan akan terus diperjuangkan melalui tugasnya di Komisi X DPR RI.
Sementara itu, Rektor Undarma Kupang, Ir. Magda Silfia Yeni Laka, mengatakan penguasaan Artificial Intelligence, inovasi digital, dan kewirausahaan menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa dalam menghadapi tantangan masa depan.
Menurutnya, cita-cita Indonesia Emas 2045 hanya dapat diwujudkan apabila perguruan tinggi mampu melahirkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, berintegritas, serta memiliki jiwa inovatif dan kewirausahaan.
“Gunakan Artificial Intelligence sebagai mitra cerdas, bukan pengganti akal budi manusia. Penguasaan teknologi harus tetap dilandasi etika, integritas, dan tanggung jawab sehingga mampu menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi bangsa,” pesannya.
Workshop berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari ratusan mahasiswa Undarma Kupang. Selain memperoleh materi mengenai perkembangan AI dan inovasi digital, peserta juga diajak membangun pola pikir kewirausahaan serta memanfaatkan teknologi secara bijaksana sebagai bekal menghadapi perubahan dunia kerja.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir talenta-talenta muda NTT yang unggul, inovatif, dan siap berkontribusi dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, sekaligus memperkuat daya saing daerah di tengah pesatnya perkembangan teknologi global. (HNN)


















