Wali Kota Kupang: Festival Budaya Tode Kisar Perkuat Persatuan dan Gerakkan Ekonomi Warga

Hariannttnews.com – Kupang, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa keberagaman bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan yang menjadikan Kota Kupang semakin indah dan kokoh sebagai rumah bersama. Penegasan tersebut disampaikannya saat membuka Festival Budaya Kelurahan Tode Kisar di Pantai Ketapang I, Kelurahan Tode Kisar, Kecamatan Kota Lama, Senin (13/7/2026).

Dalam sambutannya, Wali Kota menekankan bahwa festival budaya tidak hanya menjadi panggung pertunjukan seni dan tradisi, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan, menjaga identitas budaya, serta menggerakkan perekonomian masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Harmoni bukan berarti semua harus sama, tetapi bagaimana kita hidup dalam keseimbangan di tengah perbedaan. Seperti benang-benang dengan warna yang berbeda yang dirangkai menjadi selembar kain tenun yang indah, demikian pula Kota Kupang. Keberagaman adalah kekuatan yang memperindah kota ini,” tegas Christian Widodo.

Festival tersebut turut dihadiri Kepala Cabang BNI Kupang Nyoman Mariadi, pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Kota Kupang, Camat Kota Lama beserta jajaran, para lurah se-Kecamatan Kota Lama, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pelaku UMKM, serta masyarakat Kelurahan Tode Kisar.

Dalam kesempatan itu, Christian mengungkapkan bahwa kehadirannya merupakan bentuk penghormatan sekaligus dukungan kepada masyarakat yang terus menjaga semangat kebersamaan melalui budaya.

“Saya baru mendarat dari Jakarta, tetapi saya meminta agar tetap bisa hadir di sini. Walaupun hanya sebentar, saya ingin menunjukkan cinta dan dukungan saya kepada masyarakat Kelurahan Tode Kisar. Ini juga bagian dari rumah saya,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kelurahan Tode Kisar, panitia pelaksana, dan seluruh masyarakat yang telah menyelenggarakan festival budaya di kawasan pesisir dengan konsep yang dinilai menarik serta mampu menciptakan ruang kebersamaan bagi seluruh warga.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kepala Cabang BNI Kupang, Nyoman Mariadi, yang dinilainya konsisten mendukung berbagai program Pemerintah Kota Kupang, termasuk kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Menurut Wali Kota, pelestarian budaya merupakan investasi jangka panjang yang harus dijaga bersama. Ia menilai budaya bukan hanya warisan yang diterima dari para leluhur, tetapi juga amanah yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.

“Budaya bukan hanya warisan dari leluhur, tetapi juga pinjaman dari anak cucu kita. Karena itu, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikannya agar tetap hidup dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang,” katanya.

Christian menilai Festival Budaya Kelurahan Tode Kisar telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain memperkuat persatuan di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya, festival tersebut juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk berkembang sehingga budaya mampu menjadi penggerak ekonomi lokal.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat Kota Kupang untuk terus menjaga persatuan, merawat keberagaman, serta menjadikan budaya sebagai kekuatan bersama dalam mewujudkan Kota Kupang sebagai Kota Kasih yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Budaya Multi Etnis Kelurahan Tode Kisar, Yeri Mesak, SE, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari Event Budaya Tingkat Kelurahan Tahun 2026 yang difasilitasi Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pariwisata.

Menurut Yeri, festival diselenggarakan untuk membangkitkan kecintaan masyarakat terhadap seni dan budaya, memperkuat kebersamaan, meningkatkan kreativitas warga, serta mempererat persatuan dalam keberagaman.

Festival berlangsung selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Juli 2026. Beragam kegiatan digelar, di antaranya fashion show, pertunjukan tarian tradisional, lomba vokal, karnaval budaya, hingga panggung hiburan yang melibatkan anak-anak, pelajar, pemuda, serta masyarakat Kelurahan Tode Kisar.

Melalui penyelenggaraan festival tersebut, masyarakat berharap kegiatan budaya tingkat kelurahan dapat terus menjadi agenda tahunan yang memperkuat identitas Kota Kupang sebagai kota yang menjunjung tinggi harmoni dalam keberagaman, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya. (PSKK/HNN)