KUPANG, Hariannttnews.com – Universitas Karyadarma (UKD) Kupang menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Sebanyak 108 mahasiswa dari 11 program studi resmi mengikuti pembekalan sebelum diterjunkan ke delapan desa dan satu kelurahan pada KKN Angkatan X Tahun Akademik 2025/2026.
Kegiatan pembekalan yang berlangsung di Kampus UKD Kupang mengusung tema “Sinergi Lintas Ilmu dalam Percepatan Penurunan Stunting Berbasis Potensi dan Partisipasi Lokal“. Tema tersebut menjadi landasan bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu dalam menjawab persoalan stunting yang masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah.
Acara pembekalan dihadiri Rektor UKD Kupang, Ir. Magda Silfia Yeni Laka, para wakil rektor, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), para dekan, serta ketua program studi.
Ketua LP2M UKD Kupang, Dr. Amap Pakro, mengatakan KKN tahun ini dirancang sebagai ruang kolaborasi lintas disiplin ilmu agar mahasiswa mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam upaya percepatan penurunan stunting.
“Mahasiswa telah dipersiapkan untuk melaksanakan berbagai program pengabdian sesuai kebutuhan masyarakat di lokasi KKN. Mereka berasal dari beragam bidang ilmu sehingga dapat berkolaborasi dalam mendukung pembangunan desa dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setiap kelompok mahasiswa akan menjalankan program yang disusun berdasarkan potensi lokal dan kebutuhan masyarakat di desa maupun kelurahan lokasi KKN. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan program yang dijalankan tidak hanya menyelesaikan persoalan jangka pendek, tetapi juga memberi manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Sementara itu, Rektor UKD Kupang, Ir. Magda Silfia Yeni Laka, mengatakan seluruh peserta KKN telah memenuhi persyaratan akademik, termasuk telah memasuki semester enam.
“Jumlah peserta KKN sebanyak 108 mahasiswa. Mereka merupakan representasi dari berbagai disiplin ilmu yang telah dibekali kompetensi akademik dan keterampilan sosial untuk terjun langsung ke tengah masyarakat,” katanya.
Untuk memastikan pelaksanaan KKN berjalan optimal, UKD menyiapkan delapan dosen pembimbing lapangan (DPL) yang akan mendampingi mahasiswa di setiap lokasi penempatan. Selain itu, tim monitoring dan evaluasi juga akan melakukan pengawasan secara berkala terhadap pelaksanaan program.
“Tim monitoring dan evaluasi akan turun secara rutin setiap minggu untuk melihat perkembangan program yang dijalankan mahasiswa. Jika ditemukan kendala di lapangan, kami akan segera melakukan pendampingan dan mencari solusi bersama,” jelas Magda.
Dosen pembimbing yang dilibatkan berasal dari berbagai program studi, antara lain Ilmu Hukum, Ilmu Pemerintahan, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD), Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR), Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Kebidanan, serta Teknik Informatika.
Rektor berharap KKN menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat kepedulian sosial melalui pengabdian kepada masyarakat.
“Yang paling penting adalah lahirnya mahasiswa yang memiliki kepedulian sosial, mampu mengabdi kepada masyarakat, serta menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan untuk membantu menyelesaikan persoalan di lingkungan sekitar,” tuturnya.
Melalui KKN Angkatan X ini, Universitas Karyadarma Kupang menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga aktif berkontribusi dalam pembangunan masyarakat melalui pengabdian berbasis ilmu pengetahuan, kolaborasi lintas disiplin, dan pemberdayaan potensi lokal. (*/HNN)


















