Hariannttnews.com – Kupang, Universitas Nusa Cendana menunjukkan komitmen nyata dalam menghadapi ancaman adiksi digital di tengah masyarakat dengan menghadirkan tiga pilar strategis untuk mendukung gerakan “Siber Sehat NTT.” Program ini diperkenalkan dalam kampanye publik di area Car Free Day Jalan El Tari, Kupang, Sabtu (9/5/2026), hasil kolaborasi antara dunia akademik dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Langkah ini menjadi implementasi nyata filosofi “Kampus Tanpa Dinding”, di mana kampus tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi hadir langsung menjawab persoalan sosial, termasuk krisis kesehatan mental akibat ketergantungan gawai dan ruang digital.
Tiga Pilar Strategis dari Undana
Melalui Layanan Psikologi Terpadu, Undana menyiapkan tiga instrumen utama sebagai fondasi gerakan tersebut. Pilar pertama adalah alat ukur deteksi adiksi digital, yang berfungsi memetakan tingkat ketergantungan masyarakat terhadap teknologi dan media digital. Pilar kedua berupa materi promotif dan edukatif berbasis kajian psikologi, yang dirancang sederhana agar mudah dipahami masyarakat luas. Sedangkan pilar ketiga yang paling krusial adalah penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) layanan psikologis, sebagai jalur penanganan profesional bagi individu yang mengalami kecanduan berat dan membutuhkan intervensi klinis.
Jefri S. Bale menegaskan, gerakan ini menjadi momentum penting bagi perguruan tinggi untuk melahirkan generasi unggul dengan kesehatan mental yang kuat.
“Kegiatan ini memfasilitasi kami di perguruan tinggi untuk menciptakan generasi muda yang unggul. Pemerintah daerah telah mendukung terciptanya kondisi yang aman dan sehat bagi pertumbuhan mental generasi masa depan,” ujarnya.
60 Mahasiswa Turun Edukasi ke Lapangan
Tak hanya berhenti pada konsep, Undana juga menerjunkan 60 mahasiswa relawan dari Program Studi Psikologi dan UKM Kehumasan. Mereka mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menciptakan Zona Bebas HP di rumah, seperti di meja makan dan kamar tidur.
Warga juga diajak membatasi penggunaan gawai pada 30 menit pertama setelah bangun pagi, demi menjaga fokus, kualitas interaksi keluarga, dan kestabilan emosi.
Gubernur NTT: Perubahan Harus Dimulai dari Keluarga
Emanuel Melkiades Laka Lena memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi Undana. Menurutnya, perubahan perilaku digital harus dimulai dari unit terkecil, yakni keluarga.
“Kita harus memaksimalkan teknologi untuk kebaikan dan meminimalkan dampak negatifnya terhadap kesehatan mental. Mari kita mulai dari keluarga untuk mencegah kerusakan tatanan sosial akibat salah urus ruang digital,” tegasnya.
Waspada Judol dan Pinjol Ilegal
Dalam kampanye tersebut, pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar menjauhi praktik judi online dan pinjaman online ilegal yang bersifat adiktif serta berpotensi menghancurkan kondisi ekonomi dan mental keluarga.
Melalui sinergi ini, gerakan Siber Sehat NTT diharapkan mampu melahirkan masyarakat yang bukan hanya melek teknologi, tetapi juga sehat secara mental, bijak bermedia, dan tangguh menghadapi disrupsi digital di masa depan. (UNC)


















