BI NTT dan TPID Kota Kupang Gelar Operasi Pasar, Jaga Stabilitas Harga

KUPANG, Hariannttnews.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kupang menggelar Operasi Pasar di halaman Kantor Perumda Pasar Kota Kupang, Kecamatan Oebobo, Senin (27/7/2026). Kegiatan ini menjadi upaya bersama menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga terjangkau.

Operasi pasar dilaksanakan melalui kolaborasi Pemerintah Kota Kupang, BI Provinsi NTT, Perum Bulog Kantor Wilayah NTT, Perumda Pasar Kota Kupang, perangkat daerah yang tergabung dalam TPID Kota Kupang, serta sejumlah distributor pangan.

Sebanyak enam distributor menyediakan berbagai komoditas pangan strategis, meliputi sekitar dua ton beras, 120 liter minyak goreng, 50 kilogram bawang merah, 50 kilogram bawang putih, 50 kilogram cabai, 100 kilogram telur, dan 40 kilogram ikan segar. Seluruh komoditas dijual mengacu pada Harga Acuan Penjualan (HAP) dan tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap pangan yang terjangkau di tengah tantangan produksi dan distribusi.

Selain penjualan bahan pangan, kegiatan juga dirangkaikan dengan edukasi transaksi digital melalui QRIS Experience yang diikuti lebih dari 200 peserta. Program tersebut bertujuan meningkatkan literasi masyarakat terhadap sistem pembayaran digital sekaligus memperluas penggunaan transaksi nontunai di lingkungan pasar tradisional.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kupang, Muhammad Khairil, mengatakan Operasi Pasar merupakan langkah nyata pemerintah dalam mendekatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan pokok sekaligus menjaga kecukupan pasokan di Kota Kupang.

“Operasi Pasar ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Rio Khasananda, menegaskan bahwa Operasi Pasar menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan pasokan.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Provinsi NTT pada Juni 2026 tercatat sebesar 3,56 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pada periode yang sama, inflasi Kota Kupang mencapai 4,02 persen (yoy), tertinggi di antara daerah penghitung inflasi di NTT.

“Kondisi tersebut menjadikan stabilisasi harga di Kota Kupang sebagai langkah strategis, tidak hanya untuk melindungi daya beli masyarakat, tetapi juga mendukung pengendalian inflasi Provinsi NTT secara keseluruhan,” katanya.

Operasi Pasar secara resmi dibuka oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kota Kupang Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ignasius Repelita Lega, yang mewakili Pemerintah Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Ignasius menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah bersama seluruh pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.

Menurutnya, pengendalian inflasi hanya dapat berhasil melalui kolaborasi seluruh pihak sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau dan menjaga daya beli di tengah fluktuasi harga.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Balinusra 2026 yang mengusung tema “Sinergi Peningkatan Produktivitas dan Distribusi untuk Stabilitas Pangan di Tengah Tantangan Iklim dan Dinamika Pariwisata”.

Melalui program tersebut, pemerintah pusat dan daerah bersama Bank Indonesia memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produktivitas komoditas pangan dan kelancaran distribusi, dengan target menjaga inflasi nasional pada kisaran 2,5±1 persen.

Dalam rangkaian GPIPS Balinusra 2026, Provinsi NTT juga memperkuat berbagai program pengendalian inflasi, antara lain kerja sama antar daerah (KAD) dengan Provinsi Kepulauan Riau untuk pengiriman sapi dari NTT sebagai upaya menjaga pasokan daging sapi, penyerahan bantuan sarana dan prasarana pertanian komoditas cabai, kerja sama offtaker beras antara Bulog Kabupaten Manggarai Barat dan PP Boy sebagai local champion beras, serta peluncuran program SIGAP (Sinergi Pengendalian Inflasi dan Hilirisasi) Cabai.

Program SIGAP Cabai difokuskan pada penguatan urban farming di Kota Kupang dengan melibatkan siswa SMA dan SMK sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi pangan lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. (HNN).

Sumber : BI Perwakilan NTT.