Christian Widodo Ajak Warga Rawat Persaudaraan Lewat Festival Budaya

Hariannttnews.com – Kupang, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, mengajak masyarakat untuk terus merawat persaudaraan dan menjaga harmoni dalam keberagaman melalui penyelenggaraan Festival Budaya Tingkat Kelurahan Maulafa yang berlangsung di halaman Gereja Laharoi Tofa, Kelurahan Maulafa, Selasa (2/6/2026).

Festival yang mengusung tema “Flobamora di Maulafa: Beragam Budaya, Satu Saudara” itu secara resmi dibuka oleh Wali Kota Kupang dan akan berlangsung selama tiga hari hingga 4 Juni 2026.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Majelis Jemaat GMIT Laharoi Tofa Pdt. Indoe, Wakil Ketua Jemaat GMIT Laharoi Tofa Pdt. Lucia Wulang, Anggota DPRD Kota Kupang Djuneidi C. Kana, para pimpinan perangkat daerah, Camat Maulafa, Lurah Maulafa, unsur TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala sekolah, ketua RT/RW, serta ratusan warga.

Dalam sambutannya, Christian Widodo memberikan apresiasi kepada panitia dan masyarakat Kelurahan Maulafa yang telah berinisiatif menyelenggarakan festival budaya sebagai wadah mempererat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Kota Kupang.
Menurutnya, perbedaan suku, budaya, dan latar belakang yang dimiliki masyarakat bukanlah penghalang untuk hidup berdampingan, melainkan kekuatan yang harus terus dijaga dan dirawat.

“Keberagaman itu bukan menjadi penghalang, tetapi menjadi kekuatan. Keberagaman bukan menjadi jarak pemisah, melainkan menjadi jembatan yang mempererat persaudaraan. Di Kota Kupang kita selalu bisa hidup dalam sebuah harmoni,” ujar Christian.

Ia menjelaskan, harmoni tidak berarti semua orang harus memiliki kesamaan, tetapi bagaimana setiap individu mampu hidup berdampingan dengan saling menghormati perbedaan yang ada.

“Harmoni itu seperti nada-nada dalam sebuah lagu. Nadanya berbeda-beda, tetapi ketika ditempatkan pada posisi yang tepat akan menghasilkan lagu yang indah. Itulah Kota Kupang yang harus terus kita jaga bersama,” katanya.

Wali Kota juga mengajak masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai festival budaya menjadi salah satu bentuk nyata pengamalan sila ketiga, yakni Persatuan Indonesia, yang diwujudkan melalui semangat gotong royong, kebersamaan, dan persaudaraan.

Pada kesempatan tersebut, Christian Widodo menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang berkomitmen menjadikan pelayanan masyarakat sebagai prioritas utama. Ia juga memberikan apresiasi kepada Lurah Maulafa yang dinilai telah menunjukkan dedikasi dalam melayani warga.

“Pemerintah bukan lagi sekadar memerintah, tetapi melayani. Memerintah adalah melayani. Karena itu saya titip agar seluruh aparatur terus mengutamakan kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Menanggapi aspirasi masyarakat yang disampaikan tokoh masyarakat Gerson Elia terkait kondisi jalan rusak dan kebutuhan pembangunan gedung Kantor Lurah Maulafa yang baru, Christian memastikan pemerintah akan berupaya mengakomodasi kebutuhan tersebut sesuai kemampuan keuangan daerah.

Ia mengakui bahwa Pemerintah Kota Kupang saat ini menghadapi tantangan akibat kebijakan efisiensi anggaran yang menyebabkan pengurangan dana hingga Rp204 miliar. Meski demikian, pemerintah tetap berupaya memprioritaskan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kami memilih tidak membeli kendaraan dinas baru dan melakukan penghematan di berbagai sektor agar anggaran bisa dialihkan untuk kepentingan masyarakat, seperti perbaikan jalan dan bantuan bagi rumah-rumah ibadah,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Budaya Maulafa, Yohanes Selu, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan melestarikan budaya lokal, memperkuat persatuan masyarakat, mendukung perkembangan UMKM, serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah.

Selama tiga hari pelaksanaan, festival diisi dengan berbagai kegiatan seperti parade budaya, pertunjukan seni dan tarian tradisional, pameran budaya, bazar UMKM, pemeriksaan kesehatan gratis, serta sosialisasi dari sejumlah instansi.

Tokoh masyarakat Gerson Elia menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wali Kota Kupang dan dukungan Pemerintah Kota terhadap pelaksanaan festival budaya tersebut. Ia berharap aspirasi masyarakat terkait pembangunan kantor lurah dan perbaikan infrastruktur jalan dapat menjadi perhatian pemerintah.

Pembukaan festival berlangsung semarak dan penuh nuansa kebersamaan. Warga dari berbagai latar belakang budaya tampak hadir mengenakan pakaian adat daerah masing-masing, mencerminkan semangat persatuan dalam keberagaman yang terus terjaga di Kota Kupang. (*/HNN)