KUPANG, Hariannttnews.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi penggerak perubahan dalam membangun Kota Kupang. Menurutnya, keterbatasan anggaran yang dihadapi pemerintah tidak boleh menjadi penghalang untuk mewujudkan kota yang bersih, nyaman, dan maju.
Ajakan tersebut disampaikan Wali Kota saat menghadiri Gala Dinner Komunitas Beta Bersih di Hotel Harper Kupang, Rabu (5/8) malam. Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kota Kupang juga memberikan apresiasi kepada Komunitas Beta Bersih dan Komunitas Peduli Lubang Jalan (Koperanku) yang dinilai telah menunjukkan kepedulian nyata terhadap lingkungan dan fasilitas publik.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Satgas Lomba Kebersihan Kupang Bersih Paulus Irsan Dardana, Ketua Koperanku Daniel Para, peraih juara dunia matematika asal Nusa Tenggara Timur Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay (Nono) bersama tim Abacus in Action, pengurus Komunitas Beta Bersih, tokoh masyarakat, para mitra, serta Lurah Fatululi, Fremyot Ezechiel J. Dae yang mendampingi Wali Kota.
Dalam sambutannya, Christian Widodo mengatakan gerakan masyarakat seperti Beta Bersih dan Koperanku memiliki peran strategis, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang membuat Pemerintah Kota Kupang harus menghemat sekitar Rp204 miliar pada tahun ini.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan memerlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
“Di saat sebagian orang menunggu pemerintah bergerak, ada orang-orang yang memilih melangkah lebih dulu. Mereka tidak mencari sorotan, tetapi menghadirkan solusi. Inilah semangat gotong royong yang sesungguhnya,” ujar Christian.
Ia menambahkan, kepedulian warga terhadap lingkungan merupakan modal penting dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan. Semangat gotong royong, katanya, akan menjadi kekuatan utama ketika pemerintah dan masyarakat berjalan bersama membangun kota.
Wali Kota juga mengutip pesan Presiden Amerika Serikat ke-35, John F. Kennedy, yang berbunyi, “Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu, tetapi tanyakan apa yang kamu berikan kepada negeramu.” Menurutnya, nilai tersebut tercermin dalam aksi nyata komunitas yang secara sukarela menjaga kebersihan lingkungan dan memperbaiki fasilitas publik.
Christian menegaskan bahwa menjaga kebersihan kota bukan sekadar membersihkan sampah, tetapi membangun budaya disiplin dan kepedulian yang tumbuh dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Ia kemudian mengaitkan hal tersebut dengan prestasi Nono yang berhasil meraih juara dunia matematika. Menurutnya, baik prestasi maupun budaya bersih sama-sama lahir dari proses panjang yang dibangun melalui kebiasaan positif setiap hari.
“Menjadikan kota ini bersih dimulai dari konsistensi gerakan-gerakan kecil yang dilakukan setiap hari hingga menjadi budaya. Gedung bisa dibangun dalam hitungan bulan atau tahun, tetapi membangun karakter membutuhkan komitmen yang jauh lebih panjang,” tegasnya.
![]()
Sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan kebersihan berbasis masyarakat, Christian Widodo secara pribadi menyerahkan bantuan sebesar Rp5 juta untuk mendukung operasional Lomba Satgas Kebersihan. Ia juga memberikan sebuah telepon pintar kepada Nono sebagai bentuk apresiasi atas prestasi internasional yang telah mengharumkan nama Nusa Tenggara Timur.
Mengakhiri sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun Kota Kupang. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari tumbuhnya karakter, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong masyarakat.
“Datang bersama adalah sebuah awal, tetap bersama adalah kemajuan, dan bekerja bersama adalah keberhasilan. Kota ini akan menjadi lebih baik apabila pemerintah dan masyarakat terus berjalan berdampingan,” pungkasnya.
(*/HNN)


















