Hariannttnews.com – Rote Ndao, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Kabupaten Rote Ndao periode 2026–2029 resmi dilantik di Desa Pilasue, Kecamatan Rote Selatan, Jumat (3/7). Pelantikan dirangkaikan dengan pelatihan ekonomi kreatif bertema “Pemuda Marhaenis, Penjaga Batas Negeri, Penggerak Kemandirian Ekonomi Rakyat.”
Prosesi pelantikan ditandai dengan pengambilan sumpah jabatan, penyerahan surat keputusan, serta penandatanganan pakta integritas oleh Ketua DPC terpilih, Dedi Danial Sanu.
Dalam sambutannya, Dedi menegaskan bahwa kehadiran GPM di Rote Ndao merupakan wujud komitmen untuk mendampingi dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Menurutnya, momentum pelantikan menjadi titik awal untuk mengidentifikasi berbagai persoalan warga sekaligus mencari solusi bersama, sembari mempersiapkan pembentukan kepengurusan di tingkat Pimpinan Anak Cabang.
“Kami siap menjadi sahabat dan mitra strategis rakyat. Dari wilayah paling selatan Indonesia, kami bertekad berkontribusi bagi kemajuan Rote Ndao dengan mengedepankan seluruh potensi lokal yang dimiliki daerah ini,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao yang diwakili Camat Rote Selatan, Polce Manafe, menyampaikan apresiasi atas pelantikan tersebut. Ia menilai penyelenggaraan kegiatan di desa-desa terluar menunjukkan semangat membangun dari pinggiran, meski dihadapkan pada keterbatasan infrastruktur dan pemadaman listrik serentak yang harus diatasi dengan penggunaan generator. Pemerintah daerah, kata dia, siap berkolaborasi dengan GPM dalam upaya memajukan Rote Ndao.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah GPM Provinsi Nusa Tenggara Timur, Aulora Agrava Modok, turut mengapresiasi inisiatif para pemuda desa yang mendirikan organisasi ideologis untuk mengabdi kepada masyarakat. Ia menyoroti masih terbatasnya akses telekomunikasi dan internet di sejumlah wilayah selatan Rote sebagai persoalan yang perlu mendapat perhatian lebih luas.
Aulora menegaskan bahwa Rote Ndao memiliki potensi besar yang harus dioptimalkan generasi muda melalui penguatan sumber daya manusia dan pengembangan ekonomi desa.
“Rote Ndao bukan sekadar pulau terluar, melainkan penjaga batas negeri dan garda terdepan Republik Indonesia di bagian selatan,” tegasnya.
Kegiatan ditutup dengan pelatihan ekonomi kreatif yang diikuti pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, dan pemuda dari berbagai desa. Pelatihan tersebut bertujuan menumbuhkan jiwa kewirausahaan serta menggali peluang usaha berbasis potensi lokal.
Gerakan Pemuda Marhaenis merupakan organisasi kepemudaan nasionalis-kerakyatan yang berdiri sejak 1947 dengan nama Pemuda Demokrat dan berganti nama menjadi Gerakan Pemuda Marhaenis pada 1963. Di Nusa Tenggara Timur, organisasi ini terus memperluas jangkauan sebagai mitra strategis rakyat dalam memperjuangkan kepentingan kaum Marhaen. (HNN)


















