JAKARTA, Hariannttnews.com – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia mencatat penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026 memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional. Berdasarkan hasil kajian KADIN, total perputaran ekonomi selama rangkaian turnamen diperkirakan mencapai lebih dari Rp5,03 triliun, didorong meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat dan geliat usaha di berbagai sektor.
Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Pemberdayaan Ekonomi Daerah, Kukrit Suryo Wicaksono, mengatakan dampak ekonomi tersebut tidak hanya dirasakan oleh perusahaan besar, tetapi juga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai provinsi hingga kabupaten dan kota.
Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat mengikuti berbagai kegiatan yang berkaitan dengan Piala Dunia membuka peluang usaha bagi sektor perhotelan, restoran, kafe, industri kreatif, penyedia jasa, hingga UMKM.
“Kegiatan olahraga berskala dunia terbukti mampu menggerakkan roda ekonomi di berbagai sektor dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” ujar Kukrit dalam keterangannya, Rabu (15/7/2026).
Berdasarkan kajian KADIN, sektor hotel, restoran, dan kafe (HOREKA) menjadi penyumbang terbesar terhadap perputaran ekonomi dengan nilai sekitar Rp2,4 triliun. Sementara aktivitas promosi dan iklan melalui siaran menghasilkan sekitar Rp1,76 triliun, sedangkan kegiatan komersial di luar siaran menyumbang sekitar Rp850 miliar.
Pertumbuhan tersebut sejalan dengan meningkatnya kinerja sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang pada Triwulan I 2026 tercatat tumbuh 13,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Survei Lokadata terhadap 1.176 responden di 10 wilayah Indonesia pada 7–13 Juli 2026 juga menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan nonton bareng (nobar).
Sebanyak 78,1 persen responden mengaku mengikuti sedikitnya satu kegiatan nobar selama turnamen berlangsung. Rata-rata pengeluaran masyarakat mencapai sekitar Rp51 ribu untuk setiap kegiatan nobar atau sekitar Rp145 ribu selama turnamen. Pengeluaran tersebut didominasi pembelian makanan, minuman, dan paket data internet.
Chief Data Officer Lokadata, Suwandi Ahmad, mengatakan pola belanja masyarakat selama Piala Dunia memberikan manfaat langsung bagi pelaku UMKM yang menyediakan makanan, minuman, hingga berbagai layanan pendukung.
Selain mendorong aktivitas ekonomi, penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026 juga meningkatkan citra TVRI sebagai pemegang hak siar resmi di Indonesia. Hasil survei menunjukkan 79,9 persen responden memberikan penilaian positif terhadap layanan TVRI, sedangkan 73 persen menyatakan bangga terhadap penyiaran yang dilakukan.
Direktur Utama TVRI, Fiki Satari, mengatakan keberhasilan penyiaran Piala Dunia tidak hanya menghadirkan tayangan olahraga berkualitas bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat kebersamaan sekaligus memberikan dampak ekonomi yang nyata.
Ia menyampaikan apresiasi kepada KADIN Indonesia, kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, serta unsur TNI dan Polri yang telah mendukung kelancaran penyelenggaraan seluruh rangkaian kegiatan Piala Dunia FIFA 2026.
Dampak ekonomi tersebut juga dirasakan di sejumlah daerah, termasuk di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pantauan di Kota Kupang menunjukkan ribuan masyarakat memadati kegiatan nonton bareng bertajuk “Bola Gembira” yang digelar TVRI Stasiun NTT.
Selain menyaksikan pertandingan, masyarakat memanfaatkan area UMKM yang menyediakan beragam produk seperti kopi, teh, nasi goreng, bubur ayam, Pop Mie, makanan ringan, minuman, hingga pangan lokal.
Kepala TVRI Stasiun NTT, Jefri, SH., MH., mengatakan pihaknya sengaja menyediakan lokasi berjualan secara gratis bagi pelaku UMKM sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Sejak hari pertama pelaksanaan nobar di halaman TVRI NTT, kegiatan ini terbukti sukses. Omzet pelaku UMKM meningkat signifikan. Puluhan pelaku UMKM kami berikan akses berjualan secara gratis, dan penjualan makanan maupun minuman melonjak drastis karena ribuan masyarakat hadir setiap hari, terutama memasuki babak perempat final hingga semifinal,” ujar Jefri.
Ia menambahkan, konsep “Bola Gembira” tidak hanya menghadirkan hiburan olahraga bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana menggerakkan ekonomi lokal melalui keterlibatan UMKM.
Jefri turut mengapresiasi Pemerintah Provinsi NTT serta pemerintah kabupaten dan kota yang menggelar kegiatan nonton bareng dengan melibatkan pelaku UMKM. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh mitra yang mendukung suksesnya kegiatan tersebut, di antaranya KADIN NTT, Korem 161/Wira Sakti, Polda NTT, serta masyarakat NTT.
Keberhasilan penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026 membuktikan bahwa ajang olahraga internasional tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mampu menciptakan multiplier effect yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga ke daerah melalui peningkatan konsumsi, aktivitas usaha, dan pemberdayaan UMKM. (*)


















