Hariannttnews.com — Kupang, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi membuka pendaftaran Anugerah Diktisaintek Tahun 2026, sebuah ajang penghargaan nasional yang memberikan apresiasi kepada ilmuwan dan perguruan tinggi atas capaian di bidang riset, sains, teknologi, serta inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
Pembukaan pendaftaran diumumkan Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi (Ditjen Saintek) Kemdiktisaintek melalui surat edaran yang diterbitkan pada 25 Juni 2026. Program ini menjadi peluang bagi para dosen dan peneliti, termasuk dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, untuk berkompetisi di tingkat nasional melalui karya ilmiah dan inovasi yang dihasilkan.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Kemdiktisaintek menetapkan enam kategori penghargaan, yakni Anugerah Ilmuwan Muda Terbaik Bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), Anugerah Ilmuwan Senior Terbaik Bidang STEM, Anugerah Perguruan Tinggi Negeri Terproduktif Bidang STEM, Anugerah Perguruan Tinggi Swasta Terproduktif Bidang STEM, Anugerah Ilmuwan Muda Terbaik Bidang Inovasi Sosial Humaniora, serta Anugerah Ilmuwan Senior Terbaik Bidang Inovasi Sosial Humaniora.
Di lingkungan Undana, proses pendaftaran diawali dengan seleksi internal. Setiap calon peserta diwajibkan memperoleh surat rekomendasi dari Rektor sebelum diusulkan ke sistem kementerian.
Selanjutnya, universitas akan menunjuk administrator institusi untuk memverifikasi kelengkapan dokumen, menilai kelayakan borang inovasi, serta memberikan persetujuan akhir sebelum peserta melakukan pendaftaran secara daring melalui laman resmi Anugerah Diktisaintek. Pengumuman penerima penghargaan dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.
Keikutsertaan dosen dan peneliti Undana dalam ajang tersebut dinilai dapat menjadi momentum untuk meningkatkan rekam jejak akademik sekaligus memperluas pengakuan terhadap hasil riset yang lahir dari kawasan timur Indonesia.
Selama ini, berbagai penghargaan riset nasional kerap didominasi perguruan tinggi yang memiliki dukungan sumber daya dan fasilitas penelitian lebih besar. Melalui Anugerah Diktisaintek, para peneliti dari daerah diharapkan memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.
Bagi Nusa Tenggara Timur, berbagai penelitian mengenai adaptasi perubahan iklim, ketahanan pangan lahan kering, pengelolaan wilayah kepulauan, hingga inovasi sosial berbasis kearifan lokal dinilai memiliki potensi untuk memberikan kontribusi dalam penyelesaian berbagai persoalan pembangunan.
Partisipasi aktif akademisi Undana pada ajang ini juga diharapkan dapat memperkuat reputasi institusi, memperluas jejaring kolaborasi penelitian, serta mendorong peningkatan pendanaan riset dari berbagai lembaga nasional maupun internasional. (UNC/HNN)


















