Hariannttnews.com – Kupang, Pemerintah Kota Kupang mendapat apresiasi dari Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, atas langkah membangun sistem koordinasi dan pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Model yang diterapkan Kota Kupang bahkan didorong menjadi percontohan bagi seluruh kabupaten/kota di NTT.
Apresiasi tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri Rapat Koordinasi Satuan Tugas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tingkat Kota Kupang di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Jumat (26/6).
Menurut Gubernur, pembentukan Satuan Tugas (Satgas) MBG hingga tingkat kecamatan menjadi salah satu kekuatan utama Kota Kupang dalam memastikan program berjalan efektif, terkoordinasi, dan tepat sasaran. Selain itu, keterlibatan lintas sektor, mulai dari pemerintah, akademisi hingga pelaku usaha lokal, dinilai menjadi praktik baik yang patut dicontoh daerah lain.
“Kota Kupang sebagai ibu kota provinsi harus menjadi contoh dan inspirasi bagi kabupaten/kota lain dalam penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis. Konsolidasi dan koordinasi yang sudah dibangun perlu terus diperkuat agar manfaat program ini semakin dirasakan masyarakat,” ujar Gubernur.
Ia menilai Program MBG tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian daerah. Kebutuhan bahan pangan untuk program tersebut membuka peluang bagi petani, peternak, nelayan, UMKM, hingga pelaku usaha pendukung lainnya.
Karena itu, Gubernur mendorong agar rantai pasok MBG semakin mengutamakan produk lokal NTT sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Sementara itu, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, mengungkapkan hingga kini terdapat 42 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi di Kota Kupang dengan cakupan pelayanan sekitar 107 ribu penerima manfaat.
Menurutnya, Pemerintah Kota Kupang tidak hanya fokus pada penyaluran makanan bergizi, tetapi juga memperkuat sistem pengawasan melalui pembentukan Satgas MBG hingga tingkat kecamatan.
“Satgas ini akan memastikan quality control berjalan dengan baik, mulai dari kualitas makanan, kondisi dapur, pengelolaan limbah, hingga kelengkapan sertifikasi dan standar higiene sanitasi. Ini penting agar pelaksanaan MBG benar-benar aman, sehat, dan berkualitas,” jelasnya.
Christian menegaskan seluruh SPPG di Kota Kupang terus didorong meningkatkan standar pelayanan, mulai dari tata kelola, kualitas makanan, sanitasi, hingga sistem monitoring dan evaluasi agar manfaat program dapat dirasakan secara optimal.
Ia menekankan bahwa Program MBG merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia, bukan sekadar program bantuan pangan.
“Kita tidak hanya memberi makan, tetapi sedang menyiapkan masa depan. Kita tidak hanya berbicara tentang perut yang kenyang, tetapi sedang berinvestasi bagi generasi emas penerus bangsa,” katanya.
Wali Kota juga meminta seluruh koordinator wilayah dan kecamatan memastikan pelayanan MBG menjangkau kelompok rentan, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, dan penerima manfaat di Posyandu yang masih membutuhkan perhatian lebih.
Pemerintah Kota Kupang berharap penguatan sistem koordinasi, pengawasan, dan pelayanan MBG mampu mendukung upaya percepatan penurunan stunting sekaligus menjadikan Kota Kupang sebagai model penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis di Nusa Tenggara Timur. (*)


















