Manggarai Barat Borong Tiga Penghargaan Jamsostek Award 2025

Prestasi tersebut menjadi bukti sinergi Pemkab Manggarai Barat dan BPJS Ketenagakerjaan dalam memperluas perlindungan pekerja serta mengejar Universal Coverage Jamsostek.

KUPANG, Hariannttnews.com — Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat bersama BPJS Ketenagakerjaan Cabang Labuan Bajo berhasil meraih tiga penghargaan dalam ajang Jamsostek Award 2025 yang digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jumat (14/8/2026).

Dalam ajang tersebut, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat berhasil meraih posisi Terbaik 3 Kategori Pemerintah Daerah.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi pemerintah daerah dalam mendukung perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja di Nusa Tenggara Timur.

Selain Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, dua pelaku usaha juga menerima penghargaan dalam kategori masing-masing.

Pada Kategori Usaha Menengah Besar, penghargaan Terbaik 3 diraih oleh Surya Agung Abadi.

Sementara pada Kategori Usaha Kecil Mikro, penghargaan Terbaik 3 diberikan kepada CV Pelita Timur.

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat bersama BPJS Ketenagakerjaan dalam memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja rentan di wilayah tersebut.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Labuan Bajo, Arief Wahyudhi, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dalam mendorong perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi masyarakat pekerja.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan menjadi kunci dalam mempercepat pencapaian Universal Coverage Jamsostek (UCJ).

“Ini hasil kerja keras kolaborasi. Pemda Mabar turun langsung ke desa, kami dari BPJS Ketenagakerjaan jemput bola. Target UCJ 100 persen di Mabar kita kejar bersama,” ujar Arief.

Ia mengatakan, perluasan perlindungan tidak hanya menyasar pekerja formal, tetapi juga pekerja sektor informal seperti petani, nelayan, pelaku UMKM, pedagang dan pekerja lainnya.

“Dengan UCJ, tenaga kerja di sektor informal bisa bekerja lebih tenang karena ada jaminan,” tegasnya.

Jamsostek Award 2025 juga dirangkaikan dengan peluncuran program perlindungan bagi 102.200 pekerja rentan di Provinsi NTT.

Kelompok pekerja yang menjadi sasaran perlindungan antara lain petani, nelayan, pedagang, pekerja serabutan serta pekerja sektor informal lainnya.

Gubernur NTT Melki Laka Lena mengatakan, perlindungan terhadap pekerja merupakan bagian penting dari kehadiran negara, terutama bagi masyarakat yang bekerja di sektor rentan.

Menurutnya, pekerja di sektor pertanian, peternakan, keagamaan dan berbagai sektor informal memiliki peran penting dalam menopang pembangunan daerah.

“Ini bukan sekadar angka, tapi memastikan bahwa pekerja rentan ketika terjadi sesuatu dengan dirinya akan dilindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan,” kata Melki.

Sementara itu, Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Trisna Sonjaya, mengatakan jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya memberikan manfaat ketika risiko terjadi, tetapi juga berperan dalam menjaga ketahanan sosial dan ekonomi keluarga pekerja.

Menurutnya, perlindungan tersebut dapat membantu mencegah munculnya kemiskinan baru ketika pekerja mengalami kecelakaan kerja maupun meninggal dunia.

Sepanjang Januari hingga Juli 2026, BPJS Ketenagakerjaan telah membayarkan manfaat kepada peserta di Provinsi NTT dengan total sekitar Rp424 miliar.

Pembayaran tersebut terdiri dari Jaminan Hari Tua (JHT) sekitar Rp362 miliar, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sekitar Rp5 miliar, Jaminan Kematian (JKM) sekitar Rp52 miliar, dan Jaminan Pensiun sekitar Rp4 miliar.

Trisna menilai, angka tersebut menggambarkan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan dalam membantu pekerja dan keluarganya menghadapi berbagai risiko sosial.

Keberhasilan Manggarai Barat meraih tiga penghargaan Jamsostek Award 2025 diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus memperluas kepesertaan dan memperkuat perlindungan bagi pekerja, sekaligus mempercepat terwujudnya Universal Coverage Jamsostek di daerah tersebut. (Marcho)