Unwira Rancang Masa Depan, Fokus pada Pendidikan Unggul dan Dampak bagi NTT

Penyusunan Renstra 2026–2030 menegaskan komitmen Unwira memperkuat mutu akademik, identitas kampus, serta kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

KUPANG, Hariannttnews.com — Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang mulai merancang arah pengembangan perguruan tinggi untuk lima tahun ke depan melalui Workshop Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) 2026–2030.

Workshop bertema “Unggul, Beridentitas dan Berdampak” tersebut berlangsung di Ruang Kolbano, Hotel Sotis Kupang, Kamis (20/8/2026), dan dijadwalkan berlangsung hingga Jumat (21/8/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam merumuskan kebijakan dan program strategis Unwira agar mampu menjawab tantangan pendidikan tinggi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Rektor Unwira, Pater Dr. Stefanus Lio, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya Renstra sebagai pijakan strategis bagi Unwira dalam menghadapi perubahan dan dinamika zaman.

Menurutnya, pengembangan Unwira ke depan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas akademik, tetapi juga harus tetap berpijak pada identitas dan nilai-nilai Katolik yang menjadi karakter utama perguruan tinggi. Selain memperkuat tata kelola dan kualitas akademik, seluruh kegiatan caturdharma perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Workshop tersebut dihadiri jajaran pimpinan dan civitas akademika Unwira, termasuk Pimpinan Yayasan Pendidikan Katolik Arnoldus, Pater Dr. Ubaldus Djonda, para wakil rektor, dekan, guru besar, dosen, serta tenaga kependidikan.
Sejumlah narasumber dan mitra strategis juga terlibat dalam proses perumusan Renstra, antara lain Romo Dr. Leonardus Mali, Prof. Dr. Simon Sabon Ola, Theodora Ewalde Take, Kepala Bappeda Kota Kupang, serta Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang.

Pemkot Kupang Dorong Kampus Hadir di Tengah Persoalan Daerah

Asisten I Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Hengky Malelak, hadir mewakili Wali Kota Kupang untuk membacakan sambutan tertulis pemerintah daerah. Pemkot Kupang mengapresiasi langkah Unwira yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam penyusunan arah strategis perguruan tinggi untuk periode 2026–2030.

“Bagi saya, Renstra bukan sekadar dokumen lima tahunan. Renstra adalah kesempatan untuk menjawab tiga hal sederhana: Unwira ingin menjadi apa, hadir untuk siapa, dan seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujar Hengky saat membacakan sambutan Wali Kota Kupang.

Menurut Pemkot Kupang, tiga kata dalam tema Renstra Unwira memiliki makna strategis. Unggul berkaitan dengan kualitas akademik dan kompetensi perguruan tinggi. Beridentitas mencerminkan kekuatan jati diri serta nilai-nilai yang menjadi fondasi Unwira. Sementara berdampak menuntut agar ilmu pengetahuan, inovasi, dan riset memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pemerintah Kota Kupang juga menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan Unwira dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan daerah.

Kampus diharapkan tidak hanya menghasilkan penelitian yang berhenti di ruang kelas, laboratorium, atau perpustakaan. Hasil riset dan inovasi akademisi didorong untuk diterapkan di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari solusi terhadap berbagai persoalan daerah.

Sejumlah isu yang membutuhkan kontribusi perguruan tinggi antara lain kemiskinan, kesehatan, stunting, pengelolaan sampah dan lingkungan, pengembangan UMKM, ekonomi kreatif, hingga transformasi digital.

Renstra Diharapkan Menjawab Kebutuhan NTT

Dalam penyusunan Renstra 2026–2030, Unwira diharapkan tidak hanya memikirkan lulusan seperti apa yang ingin dihasilkan, tetapi juga kontribusi lulusan tersebut terhadap masa depan NTT.

Pertanyaan strategisnya adalah bagaimana pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama yang dibangun Unwira dapat ikut membentuk sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah.

Kolaborasi antara Unwira, pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi salah satu kunci agar arah kebijakan lima tahun ke depan tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan.

Melalui Renstra 2026–2030, Unwira diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang unggul secara akademik, kokoh dalam identitas, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan NTT. (*)