KUPANG, Hariannttnews.com – Kehadiran Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam kuliah umum (Studium Generale) pada rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Poltekkes Kemenkes Kupang Tahun Akademik 2026 mendapat apresiasi dari jajaran pimpinan kampus.
Kehadiran gubernur dinilai menjadi motivasi kuat bagi ribuan mahasiswa baru untuk mempersiapkan diri sebagai tenaga kesehatan yang siap mengabdi bagi masyarakat NTT.
Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Direktur III Poltekkes Kemenkes Kupang Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Humas, dan Kerja Sama, Dr. Margareta Tely, usai kuliah umum yang digelar di GRHA Poltekkes Kemenkes Kupang, Selasa (28/7/2026).
Margareta mengatakan, kehadiran Gubernur Melki merupakan bagian dari rangkaian PKKMB yang dirancang untuk membekali mahasiswa baru, tidak hanya dengan pengenalan kehidupan kampus, tetapi juga wawasan mengenai tantangan pembangunan kesehatan di Nusa Tenggara Timur.
Menurutnya, Gubernur Melki hadir dalam tiga kapasitas sekaligus, yakni sebagai kepala daerah, alumni Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Kupang, dan sosok inspiratif bagi mahasiswa baru.
“Kami meminta beliau hadir untuk memberikan motivasi sekaligus menyampaikan gambaran mengenai transformasi kesehatan di NTT serta tantangan yang perlu dijawab oleh generasi muda, khususnya mahasiswa kesehatan,” ujar Margareta.
Ia menilai, momentum tersebut menjadi langkah awal yang penting dalam membentuk karakter mahasiswa agar memiliki semangat pengabdian sejak memasuki dunia perkuliahan.
“Kami ingin mahasiswa sejak awal memahami nilai-nilai yang harus dimiliki sebagai calon tenaga kesehatan, sehingga ketika lulus nanti mereka siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Dalam kuliah umum, Gubernur Melki menyoroti masih tingginya angka stunting di NTT yang disebut mencapai sekitar 37 persen, serta meningkatnya kasus penyakit tidak menular. Kedua persoalan tersebut dinilai menjadi tantangan besar yang membutuhkan keterlibatan seluruh tenaga kesehatan, termasuk mahasiswa.
Margareta mengatakan Poltekkes Kemenkes Kupang memiliki berbagai program studi yang dapat berkontribusi melalui upaya promotif dan preventif untuk mendukung penurunan stunting maupun pengendalian penyakit tidak menular.
PKKMB tahun ini diikuti sekitar 1.407 mahasiswa baru dari Jurusan Keperawatan, Kebidanan, Gizi, Sanitasi, Teknologi Laboratorium Medis, Kesehatan Gigi, dan Farmasi. Selain itu, mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Ende, Waingapu, dan Waikabubak juga mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom.
Selain pembekalan akademik, mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan budaya pelayanan Poltekkes Kemenkes Kupang, di antaranya penerapan budaya 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun) serta nilai-nilai Ikhlas, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Akuntabel sebagai fondasi dalam memberikan pelayanan kesehatan yang profesional.
Sementara itu, Wakil Direktur I Poltekkes Kemenkes Kupang, Dr. Bringiwatty Batbual, menjelaskan rangkaian PKKMB telah dimulai sejak pekan lalu dan akan berakhir pada Jumat melalui kegiatan pentas seni. Mahasiswa dijadwalkan mulai mengikuti perkuliahan pada 3 Agustus 2026.
Menurutnya, PKKMB menjadi fase penting bagi mahasiswa dalam beradaptasi dari kehidupan sebagai siswa menuju mahasiswa yang mandiri.
“Kami membekali mereka secara mental, fisik, dan spiritual agar mampu menyelesaikan pendidikan tepat waktu, lulus uji kompetensi, dan menjadi tenaga kesehatan yang berkualitas,” ujarnya.
Tujuan PKKMB sendiri adalah membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan kampus, memahami sistem pembelajaran, serta mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akademik secara mandiri.
Semangat yang ditanamkan dalam kegiatan tersebut juga dirasakan para mahasiswa baru.

Merlin Chornelia Beama, mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan asal Kabupaten Rote Ndao, mengaku sangat terkesan dengan kehadiran Gubernur Melki.
Ia mengatakan materi yang disampaikan memberikan motivasi untuk belajar lebih giat agar kelak menjadi tenaga kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami merasa terhormat karena bisa mendapatkan motivasi langsung dari Bapak Gubernur. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus belajar dan mengabdi kepada masyarakat,” katanya.
Kesan serupa disampaikan Charloz J. U. Tanggu Bore, mahasiswa D-III Farmasi asal Waingapu, Sumba Timur.
Ia mengaku semakin termotivasi mengikuti pendidikan di Poltekkes Kemenkes Kupang setelah mendengarkan paparan Gubernur Melki mengenai tantangan pembangunan kesehatan di NTT.
Selain memperoleh wawasan baru, ia juga merasa senang dapat membangun relasi dengan mahasiswa dari berbagai program studi selama mengikuti PKKMB.
Melalui pembekalan tersebut, Poltekkes Kemenkes Kupang berharap seluruh mahasiswa baru mampu tumbuh menjadi tenaga kesehatan yang kompeten, berintegritas, dan siap berkolaborasi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan kesehatan di Nusa Tenggara Timur. (Marcho).


















