BI dan Undana Buka Kesempatan Emas Pendanaan Riset, 75 Proposal Mahasiswa Siap Dibiayai

Hariannttnews.com – Kupang, Bank Indonesia (BI) membuka peluang bagi mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) untuk mengubah tugas akhir mereka menjadi riset yang berdampak bagi kebijakan nasional. Melalui Program Bantuan Penelitian Kebanksentralan 2026, BI menyiapkan pendanaan bagi 75 proposal penelitian terbaik dari berbagai disiplin ilmu.

Program tersebut menjadi angin segar bagi mahasiswa jenjang Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3) yang membutuhkan dukungan pembiayaan penelitian untuk menyelesaikan studi. Selain membantu proses akademik, program ini juga diharapkan melahirkan karya ilmiah yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan kebijakan ekonomi nasional.

Melalui program ini, Bank Indonesia menyediakan kuota sebanyak 75 proposal penelitian terbaik dari berbagai disiplin ilmu di Undana. Proposal yang diajukan tidak hanya terbatas pada bidang ekonomi dan keuangan, tetapi juga mencakup ilmu sosial, hukum, komunikasi, pemerintahan, hingga bidang-bidang lain yang memiliki keterkaitan dengan isu kebanksentralan dan pembangunan ekonomi.

Topik penelitian yang menjadi prioritas meliputi kebijakan moneter, makroprudensial, sistem pembayaran digital, stabilitas sistem keuangan, sektor riil, ekonomi dan keuangan syariah, serta ekonomi hijau yang kini menjadi perhatian global.

Pihak universitas telah mendistribusikan kuota proposal kepada tujuh fakultas. Fakultas Ekonomika dan Bisnis memperoleh alokasi terbesar bersama sejumlah fakultas lainnya yang memiliki program studi relevan dengan tema-tema penelitian yang ditetapkan Bank Indonesia.

Untuk mengikuti program ini, mahasiswa diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan, antara lain memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,25, tidak berstatus sebagai pegawai Bank Indonesia, serta tidak sedang menerima bantuan pendidikan atau penelitian dari lembaga lain. Setiap pengajuan juga harus dilengkapi surat rekomendasi resmi dari program studi atau pimpinan fakultas.

Pendaftaran dilakukan melalui dua tahapan, yakni pengunggahan dokumen secara daring melalui formulir yang telah disediakan serta penyerahan berkas fisik ke Bagian Kemahasiswaan Rektorat Undana. Setelah melalui proses seleksi administrasi di tingkat universitas, proposal yang lolos akan diteruskan kepada Bank Indonesia untuk menjalani penilaian substansi oleh tim reviewer internal.

Program bantuan penelitian ini tidak hanya bertujuan mendukung aktivitas akademik mahasiswa, tetapi juga menjadi solusi atas berbagai kendala pembiayaan penelitian yang kerap menyebabkan keterlambatan penyelesaian studi, khususnya pada tahap pengumpulan data lapangan.

Lebih jauh, kolaborasi antara Bank Indonesia dan Undana diharapkan mampu memperkuat hilirisasi hasil riset mahasiswa Nusa Tenggara Timur agar tidak berhenti sebagai dokumen akademik semata. Hasil penelitian yang berkualitas berpeluang menjadi bahan masukan dan rekomendasi bagi penyusunan kebijakan ekonomi dan keuangan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Dengan adanya program ini, gagasan-gagasan inovatif mahasiswa Undana diharapkan dapat menjembatani kebutuhan pembangunan daerah dengan agenda kebijakan ekonomi nasional, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat lahirnya solusi bagi berbagai tantangan pembangunan di Nusa Tenggara Timur. (HNN)