Hariannttnews.com – Kupang, Semangat menjaga kelestarian laut diwujudkan Kelompok Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Universitas Nusa Cendana (Undana) melalui aksi pembersihan sampah dan pengibaran bendera Merah Putih di dasar laut kawasan Rock Beach, Alak, Kota Kupang, Selasa (9/6/2026). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Laut Sedunia sekaligus mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan ekosistem pesisir.
Rock Beach dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan salah satu destinasi pesisir yang banyak dikunjungi masyarakat, namun masih menghadapi persoalan sampah, terutama limbah plastik yang terbawa arus maupun ditinggalkan pengunjung.
Dalam aksi tersebut, tim penyelam Mapala Undana menyusuri dasar laut dan menemukan berbagai jenis sampah, mulai dari kantong plastik, botol minuman, bungkus makanan, hingga tali jaring bekas yang tersangkut di sekitar terumbu karang. Seluruh sampah kemudian dikumpulkan dan diangkat ke permukaan.
Selain melakukan pembersihan, para penyelam juga membentangkan bendera Merah Putih di dasar laut sebagai simbol komitmen menjaga kekayaan bahari Indonesia. Prosesi itu berlangsung di tengah tantangan arus bawah laut yang berubah-ubah serta jarak pandang yang terbatas.
Ketua Divisi Humas dan Logistik Mapala Undana, Jihan Putri Muminin, mengatakan keselamatan personel menjadi prioritas utama selama kegiatan berlangsung. Karena itu, setiap penyelam diwajibkan menjaga komunikasi dan koordinasi agar seluruh rangkaian aksi dapat berjalan dengan aman.
“Tantangan terbesar adalah menjaga keselamatan seluruh penyelam sambil memastikan proses pengibaran bendera berjalan baik. Komunikasi dan koordinasi antartim harus tetap presisi selama berada di bawah air untuk mengantisipasi perubahan arus,” ujar Jihan.
Meski menghadapi kondisi tersebut, tim berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan dan mengangkat sekitar lima hingga enam kantong besar sampah yang didominasi limbah plastik sekali pakai. Aksi itu juga menarik perhatian pengunjung yang berada di kawasan pantai.
Menurut Jihan, kegiatan ini bukan sekadar aksi simbolis memperingati Hari Laut Sedunia, tetapi juga menjadi upaya membangun kesadaran masyarakat bahwa kebersihan laut merupakan tanggung jawab bersama. Ia berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam menjaga kawasan pesisir agar tetap bersih dan lestari.
Sampah plastik masih menjadi salah satu ancaman bagi ekosistem laut karena membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai. Dalam prosesnya, plastik dapat terpecah menjadi partikel mikroplastik yang berpotensi mencemari lingkungan laut dan masuk ke rantai makanan.
Melalui aksi bawah laut tersebut, Mapala Undana ingin menyampaikan pesan bahwa menjaga laut tidak cukup hanya dilakukan di garis pantai. Upaya penyelamatan juga perlu menjangkau dasar laut, tempat berbagai biota hidup dan berkembang. Dengan meningkatnya kepedulian masyarakat, diharapkan kualitas ekosistem pesisir di Kota Kupang dapat terus terjaga demi keberlanjutan lingkungan dan kehidupan generasi mendatang. (Unc/HNN)


















