Christian Widodo: Jabatan Bukan Kekuasaan, Tapi Amanah Melayani Warga

Hariannttnews.com – Kupang, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa jabatan dalam birokrasi bukanlah simbol kekuasaan, melainkan amanah untuk melayani masyarakat dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan publik. Pesan itu disampaikannya saat melantik lima Pejabat Administrator di lingkungan Pemerintah Kota Kupang, Jumat (5/6).

Pelantikan yang berlangsung di Ruang Rapat Garuda Lantai II Kantor Wali Kota Kupang tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Kupang Serena Cosgrova Francis, Sekretaris Daerah Kota Kupang Jefry Edward Pelt, para pimpinan perangkat daerah, camat, direksi BUMD, serta sejumlah rohaniawan.

Dalam sambutannya, Christian Widodo menekankan bahwa pelantikan bukanlah akhir dari perjalanan karier seorang aparatur sipil negara (ASN), melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar kepada masyarakat.

“Hari Lahir Pancasila dan pelantikan pejabat administrator memang berasal dari ruang yang berbeda. Namun keduanya bertemu pada satu titik yang sama, yaitu pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa setiap kewenangan yang diberikan negara harus diwujudkan dalam pelayanan yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, pejabat yang baru dilantik diminta tidak memandang jabatan sebagai privilese, tetapi sebagai kesempatan untuk bekerja lebih keras dan memberikan manfaat yang lebih besar.

“Semakin besar kewenangan yang diberikan, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dijalankan. Pemimpin yang baik tidak diukur dari besarnya kekuasaan yang dimiliki, tetapi dari manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat dan kemampuannya menyelesaikan persoalan yang ada,” tegasnya.

Menurut Christian, Pemerintah Kota Kupang tengah membangun budaya birokrasi yang berorientasi pada pelayanan. Ia menegaskan bahwa paradigma pemerintahan harus berubah dari pola pikir dilayani menjadi melayani.

“Selama lima tahun ke depan, Pemerintah Kota Kupang bukan lagi berperan sebagai pihak yang memerintah, tetapi sebagai pihak yang melayani masyarakat. Memerintah adalah melayani,” katanya.

Momentum pelantikan yang berlangsung berdekatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila juga dimanfaatkan Wali Kota untuk mengajak seluruh ASN menghidupi nilai-nilai Pancasila dalam tugas dan kehidupan sehari-hari. Ia mengingatkan bahwa Pancasila lahir dari perenungan Bung Karno di bumi Flores, sehingga masyarakat Nusa Tenggara Timur memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan dalam mengamalkannya.

“Kita harus bangga dan menjadi yang pertama dalam mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila. Pancasila tidak cukup hanya dihafal atau diucapkan dalam upacara, tetapi harus hadir dalam tindakan nyata setiap hari,” ujarnya.

Selain memberikan arahan umum, Wali Kota juga menyoroti sejumlah sektor strategis yang membutuhkan peningkatan kualitas pelayanan.

Kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, ia meminta agar pelayanan administrasi kependudukan semakin cepat, mudah, dan berkualitas. Ia juga menekankan pentingnya data kependudukan yang akurat sebagai dasar perencanaan pembangunan dan penyaluran bantuan agar tepat sasaran.

Perhatian serupa diberikan pada pengelolaan arsip dan perpustakaan daerah yang dinilai memiliki peran penting dalam menjaga memori pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan budaya literasi.

Menutup sambutannya, Christian Widodo mengingatkan bahwa keberhasilan pemerintahan tidak ditentukan oleh banyaknya gagasan yang disusun, melainkan oleh kemampuan mewujudkannya dalam tindakan nyata.

“Visi tanpa eksekusi adalah halusinasi. Yang terpenting bukan seberapa banyak nasihat yang disampaikan, tetapi bagaimana semuanya diwujudkan dalam kerja nyata dan pelayanan yang dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Pelantikan lima pejabat administrator tersebut diharapkan semakin memperkuat kinerja birokrasi Pemerintah Kota Kupang dalam menghadirkan pelayanan publik yang profesional, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (*/HNN)