KUPANG, Hariannttnews.com – Kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia FIFA 2026 yang digelar TVRI Stasiun Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui program “Bola Gembira” tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya pecinta sepak bola, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selama pelaksanaan Piala Dunia, halaman Kantor TVRI NTT di Kota Kupang dipadati ribuan masyarakat yang datang menyaksikan pertandingan secara gratis. Antusiasme warga tersebut turut menggerakkan aktivitas ekonomi, khususnya bagi puluhan pelaku UMKM yang menjajakan makanan, minuman, dan produk pangan lokal di lokasi kegiatan.
Berbagai jenis kuliner seperti kopi, teh, nasi goreng, bubur ayam, mi instan, makanan ringan, minuman kemasan, hingga aneka pangan lokal laris diburu pengunjung yang memadati arena nobar.
Kepala TVRI Stasiun NTT, Jefri, SH., MH., mengatakan TVRI NTT sengaja menyediakan ruang bagi pelaku UMKM untuk berjualan secara gratis sebagai bagian dari upaya mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat selama perhelatan Piala Dunia.
“Sejak hari pertama pelaksanaan nobar di halaman TVRI NTT, kegiatan ini terbukti sukses. Omzet pelaku UMKM meningkat signifikan. Puluhan pelaku UMKM kami berikan akses berjualan secara gratis dan penjualan makanan maupun minuman melonjak drastis karena ribuan masyarakat hadir setiap hari, terutama memasuki babak perempat final hingga semifinal,” ujar Jefri.
Menurutnya, program “Bola Gembira” dirancang tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat melalui tayangan pertandingan Piala Dunia, tetapi juga menjadi wadah bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan pendapatan.
Ia menilai tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan olahraga berskala internasional mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah, terutama bagi sektor UMKM.
Selain menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha, kegiatan nobar juga memperkuat interaksi sosial masyarakat yang berkumpul menikmati pertandingan dalam suasana aman, tertib, dan penuh kebersamaan.
Jefri turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT serta pemerintah kabupaten dan kota yang ikut menyelenggarakan kegiatan nonton bareng dengan melibatkan UMKM sebagai bagian dari upaya menggerakkan ekonomi lokal.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh mitra yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan program “Bola Gembira”, di antaranya Kamar Dagang dan Industri (KADIN) NTT, Korem 161/Wira Sakti, Kepolisian Daerah NTT, serta seluruh masyarakat NTT yang telah menjaga suasana tetap kondusif selama pelaksanaan Piala Dunia FIFA 2026.
Secara nasional, KADIN Indonesia mencatat penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026 menghasilkan perputaran ekonomi lebih dari Rp5,03 triliun. Dampak tersebut dirasakan hingga ke daerah, termasuk di Kota Kupang, di mana kegiatan nonton bareng yang dipadukan dengan pemberdayaan UMKM menjadi salah satu contoh nyata bagaimana ajang olahraga dunia mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. (HNN)


















