OJK Perkuat Ekonomi Daerah, Program PED Didorong Jadi Mesin Pertumbuhan Nasional

Hariannttnews.com – Jakarta, Otoritas Jasa Keuangan terus memperkuat peran sektor jasa keuangan sebagai akselerator pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembiayaan yang inklusif, produktif, dan tepat sasaran, khususnya pada sektor unggulan berbasis potensi lokal.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) 2026 bertema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Daerah melalui Sinergi Kebijakan Lintas Sektor” yang berlangsung di Balai Kartini, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan penguatan ekonomi daerah menjadi salah satu kunci menjaga optimisme Indonesia di tengah tantangan global yang terus berkembang.

“Berbagai tantangan dinamika global saat ini tidak boleh menurunkan optimisme Indonesia. Justru inilah saat untuk kita membuktikan bahwa kekuatan Indonesia salah satunya berasal dari kekuatan ekonomi daerah,” ujar Friderica dalam sambutannya.

Menurutnya, sinergi lintas sektor antara OJK, Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, pemerintah daerah, industri jasa keuangan, hingga kementerian teknis sektor riil menjadi faktor penting dalam mempercepat pengembangan ekonomi daerah.

Friderica menegaskan, sejak 2024 OJK telah mengembangkan Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) yang fokus pada optimalisasi potensi ekonomi unggulan di berbagai wilayah melalui kolaborasi multipihak.

Hingga saat ini, Program PED telah diterapkan di 40 kabupaten dan kota dengan fokus pengembangan sektor agrikultur dan ekonomi kreatif, termasuk di Sumatera Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta.

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Hernawan Bekti Sasongko mengatakan program tersebut diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah.

“Kita terus mendorong PED semakin luas agar bisa memberikan kontribusi nyata di daerah melalui berbagai kolaborasi yang membangun ekosistem program prioritas,” katanya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai pertumbuhan ekonomi nasional tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan ekonomi di daerah.

Menurut Airlangga, pemerintah terus memperkuat berbagai instrumen pendukung seperti penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), digitalisasi ekonomi, pengembangan industri semikonduktor daerah, hilirisasi industri, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Penyaluran KUR terus digenjot untuk mendorong perekonomian daerah. Pemerintah juga mendorong digitalisasi dan penguatan industri strategis di daerah,” ujarnya.

Ketua Komisi XI DPR RI Mokhamad Misbakhun memberikan apresiasi terhadap langkah OJK dalam mengonsolidasikan sektor jasa keuangan dengan pemerintah daerah melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

Menurutnya, penguatan akses pembiayaan yang tepat sasaran akan memperkuat UMKM, meningkatkan daya beli masyarakat, dan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menegaskan pentingnya kolaborasi pusat dan daerah untuk menciptakan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.

“Ekonomi daerah yang kuat bukan hanya memiliki anggaran besar, tetapi bagaimana anggaran tersebut diubah menjadi layanan, layanan menjadi produktivitas, dan produktivitas menjadi kesejahteraan,” kata Juda.

Program PED yang dijalankan OJK dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pemetaan potensi ekonomi unggulan daerah melalui TPAKD, pembangunan kolaborasi terintegrasi dengan berbagai pemangku kepentingan, peningkatan kapasitas pembiayaan sektor jasa keuangan dan sektor riil, hingga pemanfaatan produk keuangan untuk meningkatkan nilai tambah daerah.

Di Sumatera Selatan, Program PED difokuskan pada pengembangan ekosistem kopi dari hulu hingga hilir. Produksi kopi Indonesia pada 2025 tercatat mencapai 832,7 ribu ton dan berpotensi meningkat menjadi 1,2 juta ton per tahun melalui optimalisasi lahan dan penguatan industri olahan kopi dengan valuasi mencapai Rp129 triliun.

Sementara di Jawa Timur, PED diarahkan pada pengembangan ekosistem susu sapi perah guna mendukung rantai nilai pangan nasional dengan nilai ekonomi mencapai Rp49,5 triliun melalui peningkatan produktivitas, adopsi teknologi, dan akses pembiayaan.

Di Jawa Tengah, program difokuskan pada penguatan ketahanan pangan melalui pengembangan komoditas padi, jagung, dan rajungan dengan potensi ekonomi mencapai Rp1.684 triliun.

Adapun di Jakarta, Program PED mendorong pengembangan ekonomi kreatif, termasuk industri film dan konten kreatif yang diproyeksikan memiliki nilai ekonomi hingga Rp2.130 triliun pada 2029.

Ke depan, OJK menegaskan akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna memperluas implementasi Program PED di berbagai daerah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berbasis pada penguatan rantai nilai dan potensi unggulan lokal. (*/MN)